alexametrics
25.4 C
Denpasar
Monday, August 15, 2022

Padati Jagatnatha, Doakan Leluhur saat Sembahyang Galungan

DENPASAR – Pura Agung Jagatnatha Denpasar yang berada di Jalan Surapati, sudah ramai sejak Rabu (30/5) pagi pukul 06.30.

Ribuan pemedek dengan pakaian adat madya Bali serba putih membawa banten bergantian sembahyang masuk ke dalam pura. Mulai anak-anak hingga orang dewasa semua tampak khidmat sembahyang hari raya Galungan.

“Saya berdoa untuk keluarga minta keselamatan dan kerahayuan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Dewa Ayu Antari, 26, salah satu pemedek asal Padangsambian.

Antari datang bersama keluarga besarnya. Istri dari I Gusti Putu Arta Wibawa ini tidak hanya berdoa untuk keluarganya saja.

Tidak kalah penting, di dalam doanya dia juga mendoakan para leluhur yang terlebih dahulu menghadap Tuhan. Sebagai orang Bali, Antari tidak bisa lepas dari leluhur.

Baca Juga:  Jelang Persembahyangan Saraswati, Pemangku Tak Dites Covid-19

“Doa kami sekeluarga untuk leluhur semoga mendapat tempat yang bagus. Saya juga minta restu leluhur agar selalu dituntun mendapat jalan yang benar,” imbuh ibu dua anak itu.    

Setelah dari Pura Jagatnatha, Antari dan keluarga keliling sembahyang ke pura lainnya. Doa serupa juga dipanjatkan AA Putu Juniantara, 39.

Pria asal Pemecutan itu bersama istri dan dua anak lelakinya mendoakan leluhur yang sudah meninggal.

“Setiap sembahyang di pura kami tidak pernah lupa mendoakan leluhur. Terutama di Pura Kawitan yang ada di Kubontingguh, Tabanan,” tuturnya.

Menurut Juniarta, selain Pura Jagatnatha, di Denpasar setidaknya ada dua pura lain yang ramai dikunjungi warga.

Dua pura tersebut yakni Pura Agung Lokanatha Lumintang Denpasar, dan Pura Prajanatha Denpasar.

Baca Juga:  Waspada Klaster Kantor, Jaksa hingga Satpam di Badung Ikut Rapid Test

Tidak hanya ramai ketika Galungan dan Kuningan, saat Hari Saraswati, Siwaratri, dan malam pengerupukan sebelum Nyepi juga ramai.



DENPASAR – Pura Agung Jagatnatha Denpasar yang berada di Jalan Surapati, sudah ramai sejak Rabu (30/5) pagi pukul 06.30.

Ribuan pemedek dengan pakaian adat madya Bali serba putih membawa banten bergantian sembahyang masuk ke dalam pura. Mulai anak-anak hingga orang dewasa semua tampak khidmat sembahyang hari raya Galungan.

“Saya berdoa untuk keluarga minta keselamatan dan kerahayuan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Dewa Ayu Antari, 26, salah satu pemedek asal Padangsambian.

Antari datang bersama keluarga besarnya. Istri dari I Gusti Putu Arta Wibawa ini tidak hanya berdoa untuk keluarganya saja.

Tidak kalah penting, di dalam doanya dia juga mendoakan para leluhur yang terlebih dahulu menghadap Tuhan. Sebagai orang Bali, Antari tidak bisa lepas dari leluhur.

Baca Juga:  Jelang Persembahyangan Saraswati, Pemangku Tak Dites Covid-19

“Doa kami sekeluarga untuk leluhur semoga mendapat tempat yang bagus. Saya juga minta restu leluhur agar selalu dituntun mendapat jalan yang benar,” imbuh ibu dua anak itu.    

Setelah dari Pura Jagatnatha, Antari dan keluarga keliling sembahyang ke pura lainnya. Doa serupa juga dipanjatkan AA Putu Juniantara, 39.

Pria asal Pemecutan itu bersama istri dan dua anak lelakinya mendoakan leluhur yang sudah meninggal.

“Setiap sembahyang di pura kami tidak pernah lupa mendoakan leluhur. Terutama di Pura Kawitan yang ada di Kubontingguh, Tabanan,” tuturnya.

Menurut Juniarta, selain Pura Jagatnatha, di Denpasar setidaknya ada dua pura lain yang ramai dikunjungi warga.

Dua pura tersebut yakni Pura Agung Lokanatha Lumintang Denpasar, dan Pura Prajanatha Denpasar.

Baca Juga:  Siwaratri, Warga Diminta Tak Berkumpul di Pura Jagatnatha

Tidak hanya ramai ketika Galungan dan Kuningan, saat Hari Saraswati, Siwaratri, dan malam pengerupukan sebelum Nyepi juga ramai.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/