alexametrics
25.4 C
Denpasar
Wednesday, August 17, 2022

Di Tengah Pandemi Covid-19, Badung Rancang PPDB Daring

MANGUPURA – Kendati belum ada kepastian kapan tahun ajaran baru akan digelar, Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olah Raga (Disdikpora) Kabupaten Badung tengah merancang sistem penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun ajaran baru.

Rencananya, penerimaan siswa baru akan digelar secara dalam jaringan (daring) atau online. “PPDB akan kami lakukan secara daring

untuk menghindari kerumunan massa, sesuai arahan pemerintah pusat,” terang Kepala Disdikpora Kabupaten Badung, I Ketut Widia Astika.

Dijelaskan lebih lanjut, sambil menunggu kepastian jadwal tahun ajaran baru dari pemerintah pusat, PPDB tetap berlangsung.

Ini dilakukan agar ke depan saat jadwal tahun ajaran baru keluar sudah ada persiapan. Jalur penerimaan masih ada empat,

Baca Juga:  Gaji Pokok Bisa Naik Tujuh Kali Lipat, Ini Pendapatan Terbaru Dewan...

yakni jalur afirmasi, prestasi, perpindahan orang tua, dan jalur zonasi. Di Badung persentasenya untuk jalur zonasi ada sekitar 70 persen.

Sementara untuk tahun ajaran sesuai kalender Pemprov Bali, belum ada perubahan. Namun pihaknya tetap menunggu arahan lebih lanjut, termasuk dari pusat.

Pihaknya juga mendapat tugas baru menyiapkan aplikasi pembelajaran di tengah wacana new normal atau kehidupan normal baru.

Diperlukan skenario untuk proses belajar tetap jalan meski wabah corona masih berlangsung. Salah satu yang masih dirancang yakni soal rombongan belajar (rombel) dalam satu ruang kelas.

Dengan adanya pembatasan jarak atau physical distancing, kemungkinan siswa yang masuk dalam satu ruang kelas dikurangi separuh.

Baca Juga:  Ekonomi Melambat, Pemuda Tejakula Rancang Program Ketahanan Pangan

“Nah, yang menjadi masalah yaitu setengah siswa rombel itu akan dibawa ke mana. Ini yang kami juga pikirkan.

Karena menambah ruangan juga tidak mungkin. Itu pekerjaan fisik dan perlu jangka waktu panjang,” tutur mantan Kepala SMKN 1 Kuta Selatan itu.

Menyiasati hal itu, tidak menutup kemungkinan diterapkan sistem shift atau pergantian waktu belajar. Jam belajar juga bisa dikurangi.

Sisanya guru akan mengajar secara daring. Dengan demikian, lanjut Astika, physical distancing tetap jalan dan pembelajaran juga jalan. 



MANGUPURA – Kendati belum ada kepastian kapan tahun ajaran baru akan digelar, Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olah Raga (Disdikpora) Kabupaten Badung tengah merancang sistem penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun ajaran baru.

Rencananya, penerimaan siswa baru akan digelar secara dalam jaringan (daring) atau online. “PPDB akan kami lakukan secara daring

untuk menghindari kerumunan massa, sesuai arahan pemerintah pusat,” terang Kepala Disdikpora Kabupaten Badung, I Ketut Widia Astika.

Dijelaskan lebih lanjut, sambil menunggu kepastian jadwal tahun ajaran baru dari pemerintah pusat, PPDB tetap berlangsung.

Ini dilakukan agar ke depan saat jadwal tahun ajaran baru keluar sudah ada persiapan. Jalur penerimaan masih ada empat,

Baca Juga:  Sidak PPKM, Pedagang Nasi Jinggo: Tolonglah Beli Dulu, Baru Saya Tutup

yakni jalur afirmasi, prestasi, perpindahan orang tua, dan jalur zonasi. Di Badung persentasenya untuk jalur zonasi ada sekitar 70 persen.

Sementara untuk tahun ajaran sesuai kalender Pemprov Bali, belum ada perubahan. Namun pihaknya tetap menunggu arahan lebih lanjut, termasuk dari pusat.

Pihaknya juga mendapat tugas baru menyiapkan aplikasi pembelajaran di tengah wacana new normal atau kehidupan normal baru.

Diperlukan skenario untuk proses belajar tetap jalan meski wabah corona masih berlangsung. Salah satu yang masih dirancang yakni soal rombongan belajar (rombel) dalam satu ruang kelas.

Dengan adanya pembatasan jarak atau physical distancing, kemungkinan siswa yang masuk dalam satu ruang kelas dikurangi separuh.

Baca Juga:  Nasib Penumpang Kapal Westerdam

“Nah, yang menjadi masalah yaitu setengah siswa rombel itu akan dibawa ke mana. Ini yang kami juga pikirkan.

Karena menambah ruangan juga tidak mungkin. Itu pekerjaan fisik dan perlu jangka waktu panjang,” tutur mantan Kepala SMKN 1 Kuta Selatan itu.

Menyiasati hal itu, tidak menutup kemungkinan diterapkan sistem shift atau pergantian waktu belajar. Jam belajar juga bisa dikurangi.

Sisanya guru akan mengajar secara daring. Dengan demikian, lanjut Astika, physical distancing tetap jalan dan pembelajaran juga jalan. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/