alexametrics
28.8 C
Denpasar
Friday, May 27, 2022

Pemkot Masih Izinkan Isoman Bagi Warga yang Punya Hewan Peliharaan

DENPASAR – Di Kota Denpasar masih ada yang memilih isolasi mandiri dibandingkan isolasi terpusat.  Hal ini dikarenakan dari mereka enggan mengosongkan rumah dan juga tak ingin meninggalkan hewan peliharaan maupun ternak.   

 

 

Pemerintah Kota Denpasar juga tetap mendistribusi sembako kepada warga yang menjalankan isolasi mandiri (isoman). Bantuan untuk warga yang isoman  ini didistribusikan melalui desa kelurahan yang kali ini ditujukan ke Kelurahan Sesetan, Kelurahan  Dangin Puri, dan Desa  Peguyangan Kangin. 

 

 

Plt. Kepala Dinas Sosial Kota Denpasar, Nyoman Artayasa saat dihubungi mengatakan pemberian bantuan sembako ini diberikan kepada warga Kota Denpasar yang masih melaksanakan isolasi mandiri. Dikatakan,

 

Baca Juga:  TERUNGKAP! Tapal Batas Buleleng – Bangli “Hanya” Bergeser 600 Meter

“Bantuan sembako ini sumber dananya berasal dari APBD dan ada  juga bantuan sembako dari berbagai perusahaan dan BUMN/D seperti dari BNI, PLN ,BI , INTI BALI, dan lain sebagainya melalui dana CSR,” kata Artayasa.

Ditambahkannya, tujuan pelaksanaan giat pembagian sembako ini adalah agar masyarakat yang menjalani isoman dapat fokus melaksanakan prokes yang ketat sehingga tidak perlu keluar rumah untuk memenuhi bahan kebutuhan makanan dan fokus terhadap penyembuhannya.

 

“Adapun sembako yang diberikan terdiri dari Beras, Mie Instan, Susu, Sarden, Minyak goreng, Sabun serta Madu untuk meningkatkan imun tubuh. Terhitung dari bulan januari lalu sampai dengan hari ini sudah didistribusikan sembako sebanyak 7.497 paket dan  saat ini masih tersedia stok 3.003 paket lagi untuk didistribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.

Baca Juga:  Batuk Seminggu, Lelaki Banyuwangi Ditemukan Tak Bernyawa di Kuta

 

Juru Bicara Satgas Covid-19 Kota Denpasar, Dewa Gede Rai menyatakan yang memilih isolasi mandiri adalah pasien lansia dan anak-anak yang membutuhkan pengawasan dari keluarganya. Selain itu, ada juga yang alasannya memiliki hewan peliharaan dan ternak sehingga enggan diisolasi terpusat.

 

“Ya karena mereka takut rumahnya kosong, misalnya lansia usia 70 tahun ke atas terus anak-anak. Ada juga yang suami istri keduanya kena alasan tidak mungkin meninggalkan rumah,” terangnya. 


DENPASAR – Di Kota Denpasar masih ada yang memilih isolasi mandiri dibandingkan isolasi terpusat.  Hal ini dikarenakan dari mereka enggan mengosongkan rumah dan juga tak ingin meninggalkan hewan peliharaan maupun ternak.   

 

 

Pemerintah Kota Denpasar juga tetap mendistribusi sembako kepada warga yang menjalankan isolasi mandiri (isoman). Bantuan untuk warga yang isoman  ini didistribusikan melalui desa kelurahan yang kali ini ditujukan ke Kelurahan Sesetan, Kelurahan  Dangin Puri, dan Desa  Peguyangan Kangin. 

 

 

Plt. Kepala Dinas Sosial Kota Denpasar, Nyoman Artayasa saat dihubungi mengatakan pemberian bantuan sembako ini diberikan kepada warga Kota Denpasar yang masih melaksanakan isolasi mandiri. Dikatakan,

 

Baca Juga:  Ini Penyebab Kebakaran di Fitnes Milik Ketua Gerindra Bali De Gajah

“Bantuan sembako ini sumber dananya berasal dari APBD dan ada  juga bantuan sembako dari berbagai perusahaan dan BUMN/D seperti dari BNI, PLN ,BI , INTI BALI, dan lain sebagainya melalui dana CSR,” kata Artayasa.

Ditambahkannya, tujuan pelaksanaan giat pembagian sembako ini adalah agar masyarakat yang menjalani isoman dapat fokus melaksanakan prokes yang ketat sehingga tidak perlu keluar rumah untuk memenuhi bahan kebutuhan makanan dan fokus terhadap penyembuhannya.

 

“Adapun sembako yang diberikan terdiri dari Beras, Mie Instan, Susu, Sarden, Minyak goreng, Sabun serta Madu untuk meningkatkan imun tubuh. Terhitung dari bulan januari lalu sampai dengan hari ini sudah didistribusikan sembako sebanyak 7.497 paket dan  saat ini masih tersedia stok 3.003 paket lagi untuk didistribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.

Baca Juga:  Rem Blong, Tabrak Tiang Listrik, Dua Turis Belanda Celaka

 

Juru Bicara Satgas Covid-19 Kota Denpasar, Dewa Gede Rai menyatakan yang memilih isolasi mandiri adalah pasien lansia dan anak-anak yang membutuhkan pengawasan dari keluarganya. Selain itu, ada juga yang alasannya memiliki hewan peliharaan dan ternak sehingga enggan diisolasi terpusat.

 

“Ya karena mereka takut rumahnya kosong, misalnya lansia usia 70 tahun ke atas terus anak-anak. Ada juga yang suami istri keduanya kena alasan tidak mungkin meninggalkan rumah,” terangnya. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/