27.6 C
Denpasar
Tuesday, January 31, 2023

Antrean Panjang BBM di SPBU Seluruh Bali, Pertamina Minta Masyarakat Tak Panik!

DENPASAR-Fenomena antrean kendaraan bermotor berbahan bakar solar maupun pertalite di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) terus terjadi. Pasokan solar dan pertalite yang tersendat, menyebabkan antrean kendaraan terus mengular di sejumlah SPBU di Bali.

“Ini sudah ada 4 hari sepert ini ada kelangkaan solar. Informasinya sih sekarang sudah di seluruh Bali kondisinya seperti ini,” kata Gede Budi, pengemudi truk material.

Deden Mochammad Idhani selaku Area Manager Communication, Relations & CSR PT. Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus. (ist)

Di tempat terpisah, Deden Mochammad Idhani selaku Area Manager Communication, Relations & CSR PT. Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus mengakui antrian pembeli solar dibeberapa SPBU  di Bali disebabkan oleh habisnya kuota solar untuk beberapa lembaga penyalur.

Untuk mengatasi hal tersebut, kata Deden, Pertamina berinisiatif untuk melakukan pengaturan ulang atau normalisasi dengan meyalurkan solar berdasarkan kuota provinsi sehingga diharapkan lembaga penyalur dapat pasokan solar secara merata. “ Pertamina Patra Niaga terus memastikan seluruh penyaluran sudah patuh terhadap regulasi dan kuota  solar yang ditetapkan BPH Migas,” ungkapnya saat dikonfirmasi.

Baca Juga:  Cegah Covid-19 Varian Baru, Tim Gabungan Sidak Duktang di Benoa

Sebagai operator yang ditugaskan, lanjut Deden, Pertamina Patra Niaga juga berkomitmen siap menyalurkan solar sesuai kuota yang ditetapkan pemerintah. “ Diharapkan kepada pelanggan untuk tidak panik dan membeli sesuai kebutuhan,” ungkapnya. (eps/don)



DENPASAR-Fenomena antrean kendaraan bermotor berbahan bakar solar maupun pertalite di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) terus terjadi. Pasokan solar dan pertalite yang tersendat, menyebabkan antrean kendaraan terus mengular di sejumlah SPBU di Bali.

“Ini sudah ada 4 hari sepert ini ada kelangkaan solar. Informasinya sih sekarang sudah di seluruh Bali kondisinya seperti ini,” kata Gede Budi, pengemudi truk material.

Deden Mochammad Idhani selaku Area Manager Communication, Relations & CSR PT. Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus. (ist)

Di tempat terpisah, Deden Mochammad Idhani selaku Area Manager Communication, Relations & CSR PT. Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus mengakui antrian pembeli solar dibeberapa SPBU  di Bali disebabkan oleh habisnya kuota solar untuk beberapa lembaga penyalur.

Untuk mengatasi hal tersebut, kata Deden, Pertamina berinisiatif untuk melakukan pengaturan ulang atau normalisasi dengan meyalurkan solar berdasarkan kuota provinsi sehingga diharapkan lembaga penyalur dapat pasokan solar secara merata. “ Pertamina Patra Niaga terus memastikan seluruh penyaluran sudah patuh terhadap regulasi dan kuota  solar yang ditetapkan BPH Migas,” ungkapnya saat dikonfirmasi.

Baca Juga:  Cegah Covid-19 Varian Baru, Tim Gabungan Sidak Duktang di Benoa

Sebagai operator yang ditugaskan, lanjut Deden, Pertamina Patra Niaga juga berkomitmen siap menyalurkan solar sesuai kuota yang ditetapkan pemerintah. “ Diharapkan kepada pelanggan untuk tidak panik dan membeli sesuai kebutuhan,” ungkapnya. (eps/don)


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru