27.6 C
Denpasar
Friday, June 2, 2023

Bali Bangkit, 23 Negara Bisa Pakai VoA

 

DENPASAR– Perlahan kebangkitan pariwisata Bali mulai tampak. Isyarat itu bisa dilihat dari kebijakan pemerintah yang terus melonggarkan syarat warga asing masuk ke Pulau Dewata.

 

Mulai kemarin, pemerintah resmi mengizinkan warga dari 23 negara masuk ke Bali cukup menggunakan visa kunjungan atau Visa on Arrival (VoA) khusus wisata. Kebijakan itu tertuang dalam Surat Edaran (SE) Dirjen Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM RI. VoA khusus wisata ini berlaku sejak 7 Maret 2022.

 

Kabar baiknya, berdasar data yang didapat Jawa Pos Radar Bali, dari 23 negara itu bercokol sejumlah negara yang banyak menyumbangkan turis asing untuk Bali. Di antaranya Australia, Jepang, dan Amerika Serikat (selengkapnya lihat grafis).

 

“VoA khusus wisata ini hanya berlaku bagi wisatawan asing yang akan berkunjung ke Bali,” ujar Kepala Kanwil Hukum dan HAM Bali, Jamaruli Manihuruk melalui siaran persnya Senin kemarin (7/3).

 

Lebih lanjut dijelaskan, aturan ini dalam rangka mendukung (pemulihan) pariwisata berkelanjutan di Bali pada masa pandemi. Warga dari 23 negara yang mendapat hak istimewa itu saat masuk ke Indonesia harus melalui Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) di Bandara Ngurah Rai.

Baca Juga:  Pesawat dari Tiongkok dengan 171 Penumpang Mendarat Selamat di Bandara Ngurah Rai

 

Dalam Surat Edaran tersebut juga menyatakan, orang asing pemegang visa kunjungan khusus wisata dapat keluar dari wilayah Indonesia tidak harus melalui Bali. Tapi, juga dapat keluar melalui seluruh TPI di Indonesia. 

 

Ada sejumlah persyaratan yang harus dipersiapkan oleh orang asing untuk mendapatkan VOA khusus wisata saat di konter Imigrasi. Mulai paspor yang masih berlaku minimal enam bulan, tiket kembali atau tiket terusan untuk melanjutkan perjalanan ke negara lain, serta dokumen lainnya yang dipersyaratkan sesuai dengan ketetapan Satuan Tugas Covid-19.

 

“Adapun tarif PNBP untuk VOA Khusus Wisata diberlakukan sesuai dengan lampiran Peraturan Pemerintah Nomor 28/2019, yakni sebesar Rp 500.000,” jelas Jamaruli.

 

Sementara izin tinggal yang berasal dari VoA khusus wisata paling lama 30 hari, yang dapat diperpanjang paling banyak satu kali perpanjangan untuk jangka waktu 30 hari. Perpanjangan dapat dilakukan di Kantor Imigrasi sesuai wilayah tempat tinggal WNA saat di Indonesia dan tidak dapat dialihstatuskan.

Baca Juga:  Overstay hingga 82 Hari, Warga Turki Dideportasi Dari BaliĀ 

 

Menyambut adanya VoA khusus wisata tersebut, Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai telah mempersiapkan 16 kounter. Setiap kounternya terdapat dua orang petugas Imigrasi. Tempat pemeriksaan Keimigrasian ini mampu melayani penumpang sebanyak 32 penumpang per menit.

 

“Kami sudah sangat siap menghadapi wisatawan mancanegara yang akan datang ke Bali,” pungkas Jamaruli.

 

 

Negara yang Bisa menggunakan Saat ke Bali:

 

1. Australia

2. Amerika Serikat 

3. Belanda 

4. Brunei Darussalam 

5. Filipina 

6. Inggris 

7. Italia 

8. Jepang 

9. Jerman 

10. Kamboja 

11. Kanada 

12. Korea Selatan 

13. Laos 

14. Malaysia 

15. Myanmar 

16. Perancis 

17. Qatar 

18. Selandia Baru 

19. Singapura 

20. Thailand 

21. Turki 

22. Uni Emirat Arab 

23. Vietnam

 

 



 

DENPASAR– Perlahan kebangkitan pariwisata Bali mulai tampak. Isyarat itu bisa dilihat dari kebijakan pemerintah yang terus melonggarkan syarat warga asing masuk ke Pulau Dewata.

 

Mulai kemarin, pemerintah resmi mengizinkan warga dari 23 negara masuk ke Bali cukup menggunakan visa kunjungan atau Visa on Arrival (VoA) khusus wisata. Kebijakan itu tertuang dalam Surat Edaran (SE) Dirjen Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM RI. VoA khusus wisata ini berlaku sejak 7 Maret 2022.

 

Kabar baiknya, berdasar data yang didapat Jawa Pos Radar Bali, dari 23 negara itu bercokol sejumlah negara yang banyak menyumbangkan turis asing untuk Bali. Di antaranya Australia, Jepang, dan Amerika Serikat (selengkapnya lihat grafis).

 

“VoA khusus wisata ini hanya berlaku bagi wisatawan asing yang akan berkunjung ke Bali,” ujar Kepala Kanwil Hukum dan HAM Bali, Jamaruli Manihuruk melalui siaran persnya Senin kemarin (7/3).

 

Lebih lanjut dijelaskan, aturan ini dalam rangka mendukung (pemulihan) pariwisata berkelanjutan di Bali pada masa pandemi. Warga dari 23 negara yang mendapat hak istimewa itu saat masuk ke Indonesia harus melalui Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) di Bandara Ngurah Rai.

Baca Juga:  Bercengkrama Sejenak di Bundaran Catur Muka

 

Dalam Surat Edaran tersebut juga menyatakan, orang asing pemegang visa kunjungan khusus wisata dapat keluar dari wilayah Indonesia tidak harus melalui Bali. Tapi, juga dapat keluar melalui seluruh TPI di Indonesia. 

 

Ada sejumlah persyaratan yang harus dipersiapkan oleh orang asing untuk mendapatkan VOA khusus wisata saat di konter Imigrasi. Mulai paspor yang masih berlaku minimal enam bulan, tiket kembali atau tiket terusan untuk melanjutkan perjalanan ke negara lain, serta dokumen lainnya yang dipersyaratkan sesuai dengan ketetapan Satuan Tugas Covid-19.

 

“Adapun tarif PNBP untuk VOA Khusus Wisata diberlakukan sesuai dengan lampiran Peraturan Pemerintah Nomor 28/2019, yakni sebesar Rp 500.000,” jelas Jamaruli.

 

Sementara izin tinggal yang berasal dari VoA khusus wisata paling lama 30 hari, yang dapat diperpanjang paling banyak satu kali perpanjangan untuk jangka waktu 30 hari. Perpanjangan dapat dilakukan di Kantor Imigrasi sesuai wilayah tempat tinggal WNA saat di Indonesia dan tidak dapat dialihstatuskan.

Baca Juga:  Gaji Pokok Bisa Naik Tujuh Kali Lipat, Ini Pendapatan Terbaru Dewan...

 

Menyambut adanya VoA khusus wisata tersebut, Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai telah mempersiapkan 16 kounter. Setiap kounternya terdapat dua orang petugas Imigrasi. Tempat pemeriksaan Keimigrasian ini mampu melayani penumpang sebanyak 32 penumpang per menit.

 

“Kami sudah sangat siap menghadapi wisatawan mancanegara yang akan datang ke Bali,” pungkas Jamaruli.

 

 

Negara yang Bisa menggunakan Saat ke Bali:

 

1. Australia

2. Amerika Serikat 

3. Belanda 

4. Brunei Darussalam 

5. Filipina 

6. Inggris 

7. Italia 

8. Jepang 

9. Jerman 

10. Kamboja 

11. Kanada 

12. Korea Selatan 

13. Laos 

14. Malaysia 

15. Myanmar 

16. Perancis 

17. Qatar 

18. Selandia Baru 

19. Singapura 

20. Thailand 

21. Turki 

22. Uni Emirat Arab 

23. Vietnam

 

 


Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru