26.5 C
Denpasar
Thursday, March 23, 2023

Hah! WNA Suriah Berhasil Pegang KTP Denpasar Disebut Dibekingi TNI?, Disdukcapil Bilang Begini

DENPASAR,radarbali.id – Kepala Dusun Sekar Kangin, Sidakarya, Denpasar Selatan, I Wayan Sunaryo, mengaku dirinya memproses permohonan KTP WNA Suriah bisa mendapat KTP Bali (Indonesia) semata-mata karena ingin membantu temannya bernama Ketut Sudana pegawai Kecamatan Denpasar Utara.

Bahkan dirinya tambah yakin karena Sudana menyebut atas permintaan seorang anggota TNI yang disebut Bernama Sujud untuk menerbitkan KTP atas nama Mohamed Zghaib alias MZ yang kemudian diubah menjadi Agung Nizar Santoso. Permohonan itu kemudian di proses dengan cara memasukkan nama MZ ke KK salah seorang warganya bernama I Ketut Sutayer. KTP permintaan MZ akhirnya berhasil terbit atas nama Agung Nizar Santoso.

Dari proses ini banyak pihak meyakini KTP itu diterbitkan dengan kesadaran penuh yang dilakukan secara Bersama atau konspirasi aparatur.

Baca Juga:  KTP Warga Asing Benar-Benar “Memakan Korban” Aparat Desa

Lantas apakah Kadus Sunaryo melakukan pemalsuan data?. Ditanya begini Sunaryo ogah mengakui. Dia malah menyalahkan temannya karena dia yang datang memohon dan memberikan data. Ditambah, ia sudah yakin karena di balik itu yang membekingi tantara alias seoarang anggota TNI. Karena kasus ini sudah masuk ranah hukum, Sunaryo akan didampingi   pendamping hukum. “Kami koordinasi pendampingan hukum,” ujarnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Denpasar, Dewa Juli Artabrata membenarkan KTP yang dimiliki MZ dari Disdukcapil Kota Denpasar yang didapat secara resmi. Rekaman KTP dilakukan di Kecamatan Denpasar Utara. Ia menjelaskan, MZ bisa mendapatkan KTP karena ada yang mengajukan pencatatan biodata bernama I Ketut Sutayer (pemilik rumah).

Baca Juga:  Banggar DPRD Badung  Bahas RAPBD 2022 dengan TAPD

Juli mengatakan Disdukcapil Kota Denpasar sudah membatalkan dan mengajukan pemblokiran  data  atas nama Agung Nizar Santoso alias MZ  di pusat. “Dokumen yang sudah diterbitkan Kami suda batalkan dan ajukan pemblokiran ke pusat,” terangnya. (feb/rid)



DENPASAR,radarbali.id – Kepala Dusun Sekar Kangin, Sidakarya, Denpasar Selatan, I Wayan Sunaryo, mengaku dirinya memproses permohonan KTP WNA Suriah bisa mendapat KTP Bali (Indonesia) semata-mata karena ingin membantu temannya bernama Ketut Sudana pegawai Kecamatan Denpasar Utara.

Bahkan dirinya tambah yakin karena Sudana menyebut atas permintaan seorang anggota TNI yang disebut Bernama Sujud untuk menerbitkan KTP atas nama Mohamed Zghaib alias MZ yang kemudian diubah menjadi Agung Nizar Santoso. Permohonan itu kemudian di proses dengan cara memasukkan nama MZ ke KK salah seorang warganya bernama I Ketut Sutayer. KTP permintaan MZ akhirnya berhasil terbit atas nama Agung Nizar Santoso.

Dari proses ini banyak pihak meyakini KTP itu diterbitkan dengan kesadaran penuh yang dilakukan secara Bersama atau konspirasi aparatur.

Baca Juga:  Banggar DPRD Badung  Bahas RAPBD 2022 dengan TAPD

Lantas apakah Kadus Sunaryo melakukan pemalsuan data?. Ditanya begini Sunaryo ogah mengakui. Dia malah menyalahkan temannya karena dia yang datang memohon dan memberikan data. Ditambah, ia sudah yakin karena di balik itu yang membekingi tantara alias seoarang anggota TNI. Karena kasus ini sudah masuk ranah hukum, Sunaryo akan didampingi   pendamping hukum. “Kami koordinasi pendampingan hukum,” ujarnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Denpasar, Dewa Juli Artabrata membenarkan KTP yang dimiliki MZ dari Disdukcapil Kota Denpasar yang didapat secara resmi. Rekaman KTP dilakukan di Kecamatan Denpasar Utara. Ia menjelaskan, MZ bisa mendapatkan KTP karena ada yang mengajukan pencatatan biodata bernama I Ketut Sutayer (pemilik rumah).

Baca Juga:  Hadiri Pengukuhan Bendesa Tanjung Benoa, Ini Pesan Plh Bupati Badung

Juli mengatakan Disdukcapil Kota Denpasar sudah membatalkan dan mengajukan pemblokiran  data  atas nama Agung Nizar Santoso alias MZ  di pusat. “Dokumen yang sudah diterbitkan Kami suda batalkan dan ajukan pemblokiran ke pusat,” terangnya. (feb/rid)


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru