28.7 C
Denpasar
Wednesday, June 7, 2023

Telepon Sang Kakak Sebelum Alami Kecelakaan saat Kawal Jenderal Dudung

Letda Cpm Kadek Adi Suhardiyana gugur dalam tugas pengawalan KSAD Jenderal Dudung Abdurachman yang berkunjung ke Papua. Dia baru bertugas sepekan di Denpom Merauke. Sang kakak bercerita tentang sang adik.

    
ANDRE SULLA, Denpasar

JENAZAH Letda Cpm Kadek Adi Suhardiyana telah tiba di Bali, Rabu pagi (13/4) setelah diterbangkan dari Merauke, Papua. Jenazahnya masih disemayamkan di bale dangin di rumahnya, di Jalan Dam Peraupan, Banjar Umadesa, Peguyangan Kaja, Denpasar Utara.

 

Penyerahan jenazah secara militer dipimpin Wadanpomdam IX/ Udayana Letkol Cpm Erwien FS. Letda Kadek Adi baru tiga minggu di Papua, kemudian mulai bertugas di Denpom Merauke seminggu sebelum terjadi kecelakaan kendaraan dalam pengawalan KSAD Jenderal TNI Dudung Abdurachman yang berkunjung ke Papua.

 

Kepada radarbali.id, dengan nada sedih dan mata berkaca-kaca, sang kakak kandung Kopda I Putu Sulantara, 34, bertugas di Bataliyon Zeni Tempur-5 Kepanjen Malang ini mulai bercerita.

Baca Juga:  Unwar Denpasar Jalin Kerjasama Dengan Pemkab Raja Ampat

 

Ia menjelaskan, Senin malam (11/4) atau sehari sebelum insiden kecelakaan terjadi, almarhum sempat menghubunginya via telepon. Sayang, tidak bisa VC (videocall) karena kendala jaringan telekomunikasi di tempat sang adik yang kurang bagus.

 

Lantaran jaringan, sang adik telepon biasa. Dalam percakapan kakak-beradik beda usia 10 tahun ini, Letnan Dua CMP I Kadek Adi Suhardiyana, 24, meminta agar sang kakak yang juga TNI AD lulusan Tamtama tahun 2010 mengirimkan foto-fotonya saat menggunakan pakaian dinas.

“Ya mungkin itu permintaan terakhir adik,” papar sang kakak.

 

Lanjutnya, dalam sambungam telepon, sang adik cerita akan ikut melakukan pengawalan kunjungan KSAD Jenderal TNI Dudung Abdurachman di Merauke, Papua, besoknya Selasa pagi (12/4).

Baca Juga:  Lagi, Mahasiswa Papua Demo di Renon, Ini Tuntutannya

 

“Itu aja percakapan kami,” jelas dia.

 

Sehari kemudian, dia mendapat kabar bahwa sang adik gugur dalam menjalankan tugas. Diketahui Letda Kadek Adi mendapat tugas menjadi personel pengamanan dan naik mobil Patwal. Rombongan saat itu berangkat dari Merauke Distrik Sota dengan melewati Jalan Trans Papua.

 

Letda Kadek Adi menumpangi mobil paling belakang dari 16 unit mobil yang beriringan. Sang adik bersama 5 orang teman termasuk sopir dari posisi paling belakang. Nahas di KM 3 kecelakaan maut itu terjadi. Letda Cpm Kadek Adi Suhardiyana gugur.

“Setelah mendapatkan kabar duka ini, saya yang bertugas di Malang, bersama orang tua dan keluarga di Bali tidak percaya. Kami. Baik bapak, ibu, saya dan keluarga tidak ada firasat apa pun,” kata I Putu Sulantara. (bersambung)



Letda Cpm Kadek Adi Suhardiyana gugur dalam tugas pengawalan KSAD Jenderal Dudung Abdurachman yang berkunjung ke Papua. Dia baru bertugas sepekan di Denpom Merauke. Sang kakak bercerita tentang sang adik.

    
ANDRE SULLA, Denpasar

JENAZAH Letda Cpm Kadek Adi Suhardiyana telah tiba di Bali, Rabu pagi (13/4) setelah diterbangkan dari Merauke, Papua. Jenazahnya masih disemayamkan di bale dangin di rumahnya, di Jalan Dam Peraupan, Banjar Umadesa, Peguyangan Kaja, Denpasar Utara.

 

Penyerahan jenazah secara militer dipimpin Wadanpomdam IX/ Udayana Letkol Cpm Erwien FS. Letda Kadek Adi baru tiga minggu di Papua, kemudian mulai bertugas di Denpom Merauke seminggu sebelum terjadi kecelakaan kendaraan dalam pengawalan KSAD Jenderal TNI Dudung Abdurachman yang berkunjung ke Papua.

 

Kepada radarbali.id, dengan nada sedih dan mata berkaca-kaca, sang kakak kandung Kopda I Putu Sulantara, 34, bertugas di Bataliyon Zeni Tempur-5 Kepanjen Malang ini mulai bercerita.

Baca Juga:  Tutorial Wardah Office Make Up Look, Pada Joob Fair Rangkaian BUDINATA Ke-54 UNDIKNAS

 

Ia menjelaskan, Senin malam (11/4) atau sehari sebelum insiden kecelakaan terjadi, almarhum sempat menghubunginya via telepon. Sayang, tidak bisa VC (videocall) karena kendala jaringan telekomunikasi di tempat sang adik yang kurang bagus.

 

Lantaran jaringan, sang adik telepon biasa. Dalam percakapan kakak-beradik beda usia 10 tahun ini, Letnan Dua CMP I Kadek Adi Suhardiyana, 24, meminta agar sang kakak yang juga TNI AD lulusan Tamtama tahun 2010 mengirimkan foto-fotonya saat menggunakan pakaian dinas.

“Ya mungkin itu permintaan terakhir adik,” papar sang kakak.

 

Lanjutnya, dalam sambungam telepon, sang adik cerita akan ikut melakukan pengawalan kunjungan KSAD Jenderal TNI Dudung Abdurachman di Merauke, Papua, besoknya Selasa pagi (12/4).

Baca Juga:  Diancam Kelompok Kriminal Bersenjata, Puluhan Warga Eksodus

 

“Itu aja percakapan kami,” jelas dia.

 

Sehari kemudian, dia mendapat kabar bahwa sang adik gugur dalam menjalankan tugas. Diketahui Letda Kadek Adi mendapat tugas menjadi personel pengamanan dan naik mobil Patwal. Rombongan saat itu berangkat dari Merauke Distrik Sota dengan melewati Jalan Trans Papua.

 

Letda Kadek Adi menumpangi mobil paling belakang dari 16 unit mobil yang beriringan. Sang adik bersama 5 orang teman termasuk sopir dari posisi paling belakang. Nahas di KM 3 kecelakaan maut itu terjadi. Letda Cpm Kadek Adi Suhardiyana gugur.

“Setelah mendapatkan kabar duka ini, saya yang bertugas di Malang, bersama orang tua dan keluarga di Bali tidak percaya. Kami. Baik bapak, ibu, saya dan keluarga tidak ada firasat apa pun,” kata I Putu Sulantara. (bersambung)


Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru