28.7 C
Denpasar
Wednesday, June 7, 2023

Jadi Desa Digital, Desa Punggul Rancang Aplikasi Deteksi Volume Sampah

MANGUPURA – Perbekel Desa Punggul, Abiansemal, Badung, Kadek Sukarma kembali melakukan inovasi di dunia digital. Desa Punggul yang sudah dinobatkan sebagai desa digital tersebut saat ini tengah merancang aplikasi digital untuk mendeteksi volume sampah melalui android atau pun monitor komputer. Namun aplikasi tersebut saat ini masih tahap uji coba.

 

Perbekel Punggul, Kadek Sukarma mengakui saat ini masih melakukan uji coba aplikasi digital untuk tempat sampah. Tempat sampah tersebut diisi sensor yang berisi baterai dengan tenaga solar panel. Kemudian bisa dipantau melalui jarak jauh dengan android atau komputer.

 

“Jadi tempat sampah kita diisi sensor, nanti fungsinya untuk mendeteksi tempat sampah itu sudah penuh atau tidak. Kemudian bisa dipantau melalui android atau monitor komputer. Sehingga memudahkan petugas untuk mengambil tempat sampah yang penuh,” jelas Sukarma dikonfirmasi, Sabtu (15/1).

Baca Juga:  Stres dan Ngamuk di Badung, Warga Rusia Ditahan Imigrasi¬†

 

Selain untuk mendeteksi keterisian tempat sampah, aplikasi tersebut juga bisa mendeteksi apakah sampah tersebut berisi zat berbahaya atau tidak.

 

“Aplikasi ini juga bisa mendeteksi kandungan sampah tersebut, misalnya ada zat berbahaya berapa, itu bisa diketahui,” terang Sukarma.

 

Kata dia, uji coba aplikasi yang diberi nama “Buangin” itu telah memasang di 10 tempat sampah warga. Namun saat ini masih dilakukan penyempurnaan terhadap aplikasi tersebut. Seperti membuat tempat sampah yang benar-benar bagus sehingga tidak terkesan sebagai tempat sampah. Nantinya bisa ditaruh di tempat publik.  

 

“Kami masih melakukan penyempurnaan dulu,” bebernya.

 

Menurutnya aplikasi ini juga nantinya bisa digunakan di mana pun. Baik di daerah perkotaan, ruang publik atau perkantoran.

Baca Juga:  Hotel Golden Tulip Persulit Keluarga Anak Tenggelam Dapat CCTV, Gambar Blur

 

“Namun untuk tahap uji coba masih bisa dimonitoring melalui android dan komputer saja. Kalau sudah selesai uji coba dan berhasil, nanti kami juga kembangkan,” pungkasnya.



MANGUPURA – Perbekel Desa Punggul, Abiansemal, Badung, Kadek Sukarma kembali melakukan inovasi di dunia digital. Desa Punggul yang sudah dinobatkan sebagai desa digital tersebut saat ini tengah merancang aplikasi digital untuk mendeteksi volume sampah melalui android atau pun monitor komputer. Namun aplikasi tersebut saat ini masih tahap uji coba.

 

Perbekel Punggul, Kadek Sukarma mengakui saat ini masih melakukan uji coba aplikasi digital untuk tempat sampah. Tempat sampah tersebut diisi sensor yang berisi baterai dengan tenaga solar panel. Kemudian bisa dipantau melalui jarak jauh dengan android atau komputer.

 

“Jadi tempat sampah kita diisi sensor, nanti fungsinya untuk mendeteksi tempat sampah itu sudah penuh atau tidak. Kemudian bisa dipantau melalui android atau monitor komputer. Sehingga memudahkan petugas untuk mengambil tempat sampah yang penuh,” jelas Sukarma dikonfirmasi, Sabtu (15/1).

Baca Juga:  Suami Meninggal karena Covid, Barang Puluhan Jutaan Rupiah Dicuri

 

Selain untuk mendeteksi keterisian tempat sampah, aplikasi tersebut juga bisa mendeteksi apakah sampah tersebut berisi zat berbahaya atau tidak.

 

“Aplikasi ini juga bisa mendeteksi kandungan sampah tersebut, misalnya ada zat berbahaya berapa, itu bisa diketahui,” terang Sukarma.

 

Kata dia, uji coba aplikasi yang diberi nama “Buangin” itu telah memasang di 10 tempat sampah warga. Namun saat ini masih dilakukan penyempurnaan terhadap aplikasi tersebut. Seperti membuat tempat sampah yang benar-benar bagus sehingga tidak terkesan sebagai tempat sampah. Nantinya bisa ditaruh di tempat publik.  

 

“Kami masih melakukan penyempurnaan dulu,” bebernya.

 

Menurutnya aplikasi ini juga nantinya bisa digunakan di mana pun. Baik di daerah perkotaan, ruang publik atau perkantoran.

Baca Juga:  Alpukat Hass Tembus Rp150 Ribu per Kg, Badung Bidik Pasar Jakarta

 

“Namun untuk tahap uji coba masih bisa dimonitoring melalui android dan komputer saja. Kalau sudah selesai uji coba dan berhasil, nanti kami juga kembangkan,” pungkasnya.


Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru