26.5 C
Denpasar
Thursday, March 23, 2023

PHRI Minta Kunjungan Wisdom Tak Dipersulit

MANGUPURA– Kewajiban untuk menunjukkan tes Swab PCR bagi wisatawan domestik (Wisdom) melalui jalur udara banyak menuai reaksi. Salah satunya dari Perhimpunan Hotel dan Restoran (PHRI) Badung juga memberikan tanggapan. Bahkan menyarankan khusus untuk kunjungan wisatawan domestik ke Bali tak perlu dipersulit.

 

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran (PHRI) Badung, I Gusti Ngurah Rai Suryawijaya menerangkan, wisdom yang datang ke Bali sejatinya mulai menggeliat. Bahkan yang paling dominan wisdom Jakarta dan Surabaya. “Semestinya Rapid Antigen masih masuk akal menurut saya. Jangan dipaksa untuk PCR, dengan kondisi seperti ini. Apalagi yang datang kan sudah vaksin dua kali,” terang Suryawijaya, Selasa (26/10).

Baca Juga:  Gubernur Koster Letakkan Batu Pertama Pasar Singamandawa

 

Namun untuk screening wajib dilakukan, jika suhu tubuh sampai 38 derajat celcius tentu harus karantina. Sehingga dipastikan protokol kesehatan berjalan dengan baik. “Intinya kalau PCR wisatawan banyak keluar uang, dan lama menunggu, meski kini sudah diturunkan. Kalau rapid masih bisa lah, apalagi wisatawan domestik. Dengan kondisi saat kalau bayar mahal mungkin mereka lebih memilih berlibur ke gunung atau tempat lain,” bebernya.

 

Lebih lanjut, semenjak diberlakukan ketika wisdom berkunjung ke Bali wajib PCR  membuat sejumlah wisatawan mengurungkan niatnya untuk berlibur. “Coba saja lihat, pasti ada cancel. Bahkan teman-teman di hotel juga mengakui hal itu,” bebernya.

 

Ia menyarankan untuk kedatangan wisatawan semestinya tidak diperketat. Terlebih saat ini sedang tahap pemulihan dan ini juga bukan semata-mata mencari untung. “Semua memberikan diskon, dari hotel hingga maskapai. Kita ini tidak cari untung dulu tetapi kita ingin pemulihan untuk memastikan Bali masih aman untuk dikunjungi,” pungkasnya. 

Baca Juga:  Vaksinasi Tahap Dua Pelaku Wisata di Nusa Dua Tuntas 100 Persen



MANGUPURA– Kewajiban untuk menunjukkan tes Swab PCR bagi wisatawan domestik (Wisdom) melalui jalur udara banyak menuai reaksi. Salah satunya dari Perhimpunan Hotel dan Restoran (PHRI) Badung juga memberikan tanggapan. Bahkan menyarankan khusus untuk kunjungan wisatawan domestik ke Bali tak perlu dipersulit.

 

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran (PHRI) Badung, I Gusti Ngurah Rai Suryawijaya menerangkan, wisdom yang datang ke Bali sejatinya mulai menggeliat. Bahkan yang paling dominan wisdom Jakarta dan Surabaya. “Semestinya Rapid Antigen masih masuk akal menurut saya. Jangan dipaksa untuk PCR, dengan kondisi seperti ini. Apalagi yang datang kan sudah vaksin dua kali,” terang Suryawijaya, Selasa (26/10).

Baca Juga:  Vaksinasi Tahap Dua Pelaku Wisata di Nusa Dua Tuntas 100 Persen

 

Namun untuk screening wajib dilakukan, jika suhu tubuh sampai 38 derajat celcius tentu harus karantina. Sehingga dipastikan protokol kesehatan berjalan dengan baik. “Intinya kalau PCR wisatawan banyak keluar uang, dan lama menunggu, meski kini sudah diturunkan. Kalau rapid masih bisa lah, apalagi wisatawan domestik. Dengan kondisi saat kalau bayar mahal mungkin mereka lebih memilih berlibur ke gunung atau tempat lain,” bebernya.

 

Lebih lanjut, semenjak diberlakukan ketika wisdom berkunjung ke Bali wajib PCR  membuat sejumlah wisatawan mengurungkan niatnya untuk berlibur. “Coba saja lihat, pasti ada cancel. Bahkan teman-teman di hotel juga mengakui hal itu,” bebernya.

 

Ia menyarankan untuk kedatangan wisatawan semestinya tidak diperketat. Terlebih saat ini sedang tahap pemulihan dan ini juga bukan semata-mata mencari untung. “Semua memberikan diskon, dari hotel hingga maskapai. Kita ini tidak cari untung dulu tetapi kita ingin pemulihan untuk memastikan Bali masih aman untuk dikunjungi,” pungkasnya. 

Baca Juga:  Minta Maaf ke Warga Bali, Ratusan Massa Tegaskan IMF Layak Ditolak


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru