27.6 C
Denpasar
Tuesday, January 31, 2023

Terbakar Jadi Arang Tengah Malam, Pasar Mengwi Rugi Miliaran Rupiah, Sengaja?

MANGUPURA – Kebakaran Pasar Desa Adat Mengwi, Badung, Selasa (29/11) telah menghanguskan 56 kios pedagang dari total 86 kios yang terdiri dari pedagang busana, penjahit dan juga pedagang emas. Rabu (30/11) Pasar Mengwi ditutup sementara dan dipasangi police line. Kejadian ini kerugian sementara ditaksir mencapai Rp 3,8 miliar lebih.

Sesuai data resmi yang dirilis oleh Pengelola Pasar Desa Adat Mengwi ada sebanyak 56 kios yang terbakar dimiliki oleh 16 pedagang. Total kerugian mencapai Rp 3,8 miliar lebih. Para pedagang yang memiliki kios lebih dari dua mengalami kerugian hingga ratusan juta. Bahkan ada yang sampai menderita kerugian hingga Rp 700 juta.

“Kami sedang menunggu pemeriksaan tim forensik dari kepolisian yang rencananya datang hari ini (kemarin, red),” Pengelola Pasar Desa Adat Mengwi, Made Rai Merta Suteja, Rabu (30/11)

Karena masih sedang menunggu pemeriksaan dari tim forensik kepolisian menyelidiki penyebab kebakaran, seluruh kios di lantai 2 ditutup. Bahkan pada pintu masuk di lantai dua sudah dipasangi police line. “Untuk relokasi kita masih akan bicarakan di desa untuk menentukan lokasinya di mana. Saya belum berani memastikan, karena tempat kita belum punya. Kita urun rembug dulu dengan bendesa, sabha desa, kertha desa,” bebernya.

Baca Juga:  Kebakaran Hebat Hanguskan Rumah dan Dapur Pengolahan Kopra di Melaya

Sementara Bendesa Adat Mengwi, Anak Agung Gelgel mengakui bahwa belasan pemilik kios yang terdampak dari kejadian tersebut akan direlokasi sementara. “Kami sudah menyiapkan tempat khusus untuk merelokasi pedagang, supaya bisa beraktivitas seperti semula,” ujarnya.

Pihaknya telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Badung dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terkait penanganan pasca kebakaran. Seperti pembangunan kembali kios-kios dan bantuan bagi para pedagang yang terdampak. “Saya sudah bersurat kepada BPBD dan kami harapkan bapak Bupati Badung dapat membantu masyarakat kami dan membuat kembali pasar tradisional ini,” ungkapnya.

Terkait relokasi, pihaknya telah menyiapkan tempat, yakni akan memanfaatkan pelataran parkir di sebelah Barat pasar. Sementara, untuk perbaikan akan dilakukan di 2023. Namun dari kerugian kebakaran tersebut diprediksi sementara mencapai Rp 3,8 miliar lebih. “Kami akan alokasikan 16 pedagang di depan parkir sebelat Barat. Mudah-mudah mereka bisa beraktivitas kembali. Untuk perbaikan akan dilakukan segera paling tidak awal 2023 sudah bisa, tentunya dengan dukungan pemerintah,” ujarnya.

Selain perbaikan fisik, pihaknya juga akan menggelar Upacara Guru Piduka dan Pecaruan untuk menetralisir lokasi kejadian, sehingga kejadian serupa tidak terulang kembali. “Kami sudah meminta petunjuk kepada sulinggih untuk menggelar Upacara Guru Piduka, Bendu Piduka, dan pecaruan. Rencananya besok pagi (hari ini) akan dilaksanakan di Pura Melanting,” jelasnya

Baca Juga:  Korsleting pada Set Top Box TV Digital, Hotel Suranadi Nyaris Terbakar

Kemudian, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Badung, I Ketut Murdika mengakui saat ini BPBD Badung untuk renovasi pasca bencana masih melakukan koordinasi. Pihaknya belum bisa menghitung dan juga melakukan kajian. Karena di areal pasar yang terbakar masih dipasang police line untuk penyelidikan. Namun untuk kerugian diprediksi miliaran rupiah. “Tim teknis kami nanti menghitung dulu, berapa nilainya untuk renovasi. Cuma tim kami belum bisa masuk karena masih dipasang police line. Setelah itu baru masuk, mendata dan langkah-langkah apa yang bisa diambil,” bebernya. Seperti diketahui, kebakaran Pasar Desa Adat Mengwi terjadi, Selasa (29/11) sekitar pukul 20.30. Dinas Kebakaran dan Penyelamatan (Diskarmat) Badung menurunkan 12 armada untuk memadamkan api  di lantai dua pasar yang menghanguskan 56 kios pedagang. Hampir satu jam, api berhasil dipadamkan. (dwi/rid)

 

 

 



MANGUPURA – Kebakaran Pasar Desa Adat Mengwi, Badung, Selasa (29/11) telah menghanguskan 56 kios pedagang dari total 86 kios yang terdiri dari pedagang busana, penjahit dan juga pedagang emas. Rabu (30/11) Pasar Mengwi ditutup sementara dan dipasangi police line. Kejadian ini kerugian sementara ditaksir mencapai Rp 3,8 miliar lebih.

Sesuai data resmi yang dirilis oleh Pengelola Pasar Desa Adat Mengwi ada sebanyak 56 kios yang terbakar dimiliki oleh 16 pedagang. Total kerugian mencapai Rp 3,8 miliar lebih. Para pedagang yang memiliki kios lebih dari dua mengalami kerugian hingga ratusan juta. Bahkan ada yang sampai menderita kerugian hingga Rp 700 juta.

“Kami sedang menunggu pemeriksaan tim forensik dari kepolisian yang rencananya datang hari ini (kemarin, red),” Pengelola Pasar Desa Adat Mengwi, Made Rai Merta Suteja, Rabu (30/11)

Karena masih sedang menunggu pemeriksaan dari tim forensik kepolisian menyelidiki penyebab kebakaran, seluruh kios di lantai 2 ditutup. Bahkan pada pintu masuk di lantai dua sudah dipasangi police line. “Untuk relokasi kita masih akan bicarakan di desa untuk menentukan lokasinya di mana. Saya belum berani memastikan, karena tempat kita belum punya. Kita urun rembug dulu dengan bendesa, sabha desa, kertha desa,” bebernya.

Baca Juga:  Desak Bentuk Satgas Karantina, Kasatgas Covid-19 Ungkap Alasan Ini

Sementara Bendesa Adat Mengwi, Anak Agung Gelgel mengakui bahwa belasan pemilik kios yang terdampak dari kejadian tersebut akan direlokasi sementara. “Kami sudah menyiapkan tempat khusus untuk merelokasi pedagang, supaya bisa beraktivitas seperti semula,” ujarnya.

Pihaknya telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Badung dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terkait penanganan pasca kebakaran. Seperti pembangunan kembali kios-kios dan bantuan bagi para pedagang yang terdampak. “Saya sudah bersurat kepada BPBD dan kami harapkan bapak Bupati Badung dapat membantu masyarakat kami dan membuat kembali pasar tradisional ini,” ungkapnya.

Terkait relokasi, pihaknya telah menyiapkan tempat, yakni akan memanfaatkan pelataran parkir di sebelah Barat pasar. Sementara, untuk perbaikan akan dilakukan di 2023. Namun dari kerugian kebakaran tersebut diprediksi sementara mencapai Rp 3,8 miliar lebih. “Kami akan alokasikan 16 pedagang di depan parkir sebelat Barat. Mudah-mudah mereka bisa beraktivitas kembali. Untuk perbaikan akan dilakukan segera paling tidak awal 2023 sudah bisa, tentunya dengan dukungan pemerintah,” ujarnya.

Selain perbaikan fisik, pihaknya juga akan menggelar Upacara Guru Piduka dan Pecaruan untuk menetralisir lokasi kejadian, sehingga kejadian serupa tidak terulang kembali. “Kami sudah meminta petunjuk kepada sulinggih untuk menggelar Upacara Guru Piduka, Bendu Piduka, dan pecaruan. Rencananya besok pagi (hari ini) akan dilaksanakan di Pura Melanting,” jelasnya

Baca Juga:  Angka Kelulusan Pelajar SMA/SMK di Bali Nyaris Sentuh Angka 100 Persen

Kemudian, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Badung, I Ketut Murdika mengakui saat ini BPBD Badung untuk renovasi pasca bencana masih melakukan koordinasi. Pihaknya belum bisa menghitung dan juga melakukan kajian. Karena di areal pasar yang terbakar masih dipasang police line untuk penyelidikan. Namun untuk kerugian diprediksi miliaran rupiah. “Tim teknis kami nanti menghitung dulu, berapa nilainya untuk renovasi. Cuma tim kami belum bisa masuk karena masih dipasang police line. Setelah itu baru masuk, mendata dan langkah-langkah apa yang bisa diambil,” bebernya. Seperti diketahui, kebakaran Pasar Desa Adat Mengwi terjadi, Selasa (29/11) sekitar pukul 20.30. Dinas Kebakaran dan Penyelamatan (Diskarmat) Badung menurunkan 12 armada untuk memadamkan api  di lantai dua pasar yang menghanguskan 56 kios pedagang. Hampir satu jam, api berhasil dipadamkan. (dwi/rid)

 

 

 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru