alexametrics
26.8 C
Denpasar
Saturday, July 2, 2022

Gubernur Koster Musnahkan Ribuan Liter Arak Gula di Karangasem

AMLAPURA – Ribuan liter arak berbahan gula pasir atau arak gula dimusnahkan Gubernur Bali, Wayan Koster di Karangasem, Jumat (1/4). Pemusnahan arak gula ini disaksikan Kapolda Bali, Irjen Polisi Putu Jayan Danu Putra, didampingi Kapolres Karangasem, serta Bupati Karangasem dan jajarannya.

Mereka melakukan pemusnahan arak berbahan gula pasir hasil sitaan aparat kepolisian dan Satpol PP di Kantor Satpol PP Karangasem.

 

Sebelum pemusnahan barang bukti arak gula ini, Kasatpop PP Provinsi Bali, I Dewa Nyoman Rai Dharmadi melaporkan hasil sitaan jajarannya selama melakukan razia produk arak gula pasir di wilayah Kecamatan Abang dan Sidemen.

“Dari Satpol PP mengamankan barang bukti arak gula pasir sebanyak 868 liter dari 26 perajin arak gula yang ada di Abang dan Sidemen,” ungkapnya di hadapan Koster.

 

Dari 26 perajin arak gula pasir itu imbuh Dharmadi, baru yang ditemukan. Namun pihaknya yakin, masih cukup banyak perajin arak gula pasir yang belum terungkap.

“Itu data sementara. Kami yakin lebih dari itu. Kami akan terus melakukan upaya tindakan tegas,” ucapnya.

 

Sementara itu, hasil sitaan arak gula pasir dari Polres Karangasem yang dilakukan sejak 15 Maret ini, polisi mengamankan 1.225 liter arak gula pasir.

Polisi masih akan terus melalukan upaya penindakan hingga tanggal 15 April mendatang sebagai upaya mendukung Pergub Bali nomor 1 tahun 2020 tentang tata kelola minuman fermentasi dan atau Destilasi khas Bali.

“Kami juga amankan ratusan kilogram gula pasir dan ragi sebagai bahan campuran membuat arak gula pasir ini,” kata Kapolres Karangasem, AKBP Ricko Abdillah Andang Taruna.

 

Sementara itu, Gubernur Koster mengungkapkan, upaya penindakan tegas ini sebagai langkah pemerintah untuk melindungi agar arak tradisional Bali yang dibuat dalam skala home industri bisa terjaga dan berkembang dengan baik. Mengingat selama ini, terlebih Karangasem, produk arak tradisional memiliki citarasa yang bagus dan sudah dikenal luas masyarakat baik di Bali maupun di luar Bali.

“Dengan tindakan tegas ini, kami ingin warisan leluhur kita bisa terjaga dan berkembang untuk meningkatkan kesejateraan ekonomi perajin arak tradisional kita,” ucapnya.

 

Dalam Pergub nomor 1 tahun 2020 itu, diatur bahan baku yang digunakan dalam pembuatan arak tradisional yakni menggunakan bahan alami yang aman. Seperti pohon kelapa, enau dan pohon lontar.

“Saya mengikuti proses pembuatannya secara tradisional di rumah-rumah penduduk. Kalau arak gula ini menggunakan bahan kimia berbahaya bagi kesehatan masyarakat. Dari rasa dan ketahanan juga tidak bagus,” katanya.

 

Bahkan Koster mengklaim, peminat arak tradisional Bali ini meningkat. Beberapa tamu penting yang datang ke Jaya Sabha Provinsi Bali, seperti duta besar dan pejabat menteri,  dijamu dengan kopi dicampur arak Bali.

“Mereka sangat senang,” akunya.

 

Dengan berkembangnya arak gula saat ini, lanjut Koster bisa mengancam keberadaan perajin arak tradisional sebagai salah satu kearifan lokal yang dimiliki oleh Bali. Pihaknya juga menerima informasi, bahwa arak gula pasir ini dikirim ke luar daerah dalam jumlah besar.

“Tapi setelah sampai tujuan, baru dua minggu, yang mengkonsumsi langsung mengalami gangguan kesehatan. Makanya saya perintahkan Satpol PP menindak tegas. Begitu juga Bupati dan jajarannya menindak tegas sampai habis,” tegasnya. 



AMLAPURA – Ribuan liter arak berbahan gula pasir atau arak gula dimusnahkan Gubernur Bali, Wayan Koster di Karangasem, Jumat (1/4). Pemusnahan arak gula ini disaksikan Kapolda Bali, Irjen Polisi Putu Jayan Danu Putra, didampingi Kapolres Karangasem, serta Bupati Karangasem dan jajarannya.

Mereka melakukan pemusnahan arak berbahan gula pasir hasil sitaan aparat kepolisian dan Satpol PP di Kantor Satpol PP Karangasem.

 

Sebelum pemusnahan barang bukti arak gula ini, Kasatpop PP Provinsi Bali, I Dewa Nyoman Rai Dharmadi melaporkan hasil sitaan jajarannya selama melakukan razia produk arak gula pasir di wilayah Kecamatan Abang dan Sidemen.

“Dari Satpol PP mengamankan barang bukti arak gula pasir sebanyak 868 liter dari 26 perajin arak gula yang ada di Abang dan Sidemen,” ungkapnya di hadapan Koster.

 

Dari 26 perajin arak gula pasir itu imbuh Dharmadi, baru yang ditemukan. Namun pihaknya yakin, masih cukup banyak perajin arak gula pasir yang belum terungkap.

“Itu data sementara. Kami yakin lebih dari itu. Kami akan terus melakukan upaya tindakan tegas,” ucapnya.

 

Sementara itu, hasil sitaan arak gula pasir dari Polres Karangasem yang dilakukan sejak 15 Maret ini, polisi mengamankan 1.225 liter arak gula pasir.

Polisi masih akan terus melalukan upaya penindakan hingga tanggal 15 April mendatang sebagai upaya mendukung Pergub Bali nomor 1 tahun 2020 tentang tata kelola minuman fermentasi dan atau Destilasi khas Bali.

“Kami juga amankan ratusan kilogram gula pasir dan ragi sebagai bahan campuran membuat arak gula pasir ini,” kata Kapolres Karangasem, AKBP Ricko Abdillah Andang Taruna.

 

Sementara itu, Gubernur Koster mengungkapkan, upaya penindakan tegas ini sebagai langkah pemerintah untuk melindungi agar arak tradisional Bali yang dibuat dalam skala home industri bisa terjaga dan berkembang dengan baik. Mengingat selama ini, terlebih Karangasem, produk arak tradisional memiliki citarasa yang bagus dan sudah dikenal luas masyarakat baik di Bali maupun di luar Bali.

“Dengan tindakan tegas ini, kami ingin warisan leluhur kita bisa terjaga dan berkembang untuk meningkatkan kesejateraan ekonomi perajin arak tradisional kita,” ucapnya.

 

Dalam Pergub nomor 1 tahun 2020 itu, diatur bahan baku yang digunakan dalam pembuatan arak tradisional yakni menggunakan bahan alami yang aman. Seperti pohon kelapa, enau dan pohon lontar.

“Saya mengikuti proses pembuatannya secara tradisional di rumah-rumah penduduk. Kalau arak gula ini menggunakan bahan kimia berbahaya bagi kesehatan masyarakat. Dari rasa dan ketahanan juga tidak bagus,” katanya.

 

Bahkan Koster mengklaim, peminat arak tradisional Bali ini meningkat. Beberapa tamu penting yang datang ke Jaya Sabha Provinsi Bali, seperti duta besar dan pejabat menteri,  dijamu dengan kopi dicampur arak Bali.

“Mereka sangat senang,” akunya.

 

Dengan berkembangnya arak gula saat ini, lanjut Koster bisa mengancam keberadaan perajin arak tradisional sebagai salah satu kearifan lokal yang dimiliki oleh Bali. Pihaknya juga menerima informasi, bahwa arak gula pasir ini dikirim ke luar daerah dalam jumlah besar.

“Tapi setelah sampai tujuan, baru dua minggu, yang mengkonsumsi langsung mengalami gangguan kesehatan. Makanya saya perintahkan Satpol PP menindak tegas. Begitu juga Bupati dan jajarannya menindak tegas sampai habis,” tegasnya. 



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/