alexametrics
26.8 C
Denpasar
Friday, July 1, 2022

TNI Bangunkan Pompa Hidram, Warga Desa Sunantaya Tabanan Semringah

TABANAN – Krama Desa Adat Sunantaya, Penebel, Tabanan, Bali yang sebelumnya mengalami masalah kesulitan air kini semringah. Ini setelah TNI membangunkan pompa hidram.

Pembangunan pompa hidram tersebut memakan waktu sekitar 3 bulan lamanya yang dilakukan oleh TNI Kodim 11619/Tabanan bersama masyarakat setempat secara gotong. Setelah rampungnya pompa hidram, desa kini sudah dapat menggunakan air secara gratis.

Selain air bersih dapat digunakan untuk keperluan sehari-hari juga dapat untuk mencukupi kebutuhan air pada lahan pertanian mereka.

Bendesa Adat Sunantaya, I Ketut Partana mengaku sangat bersyukur dengan telah dibangunnya pompa hidram di desa. Meski selama ini sudah 15 tahun desa mengadakan pembuatan pipanisasi untuk membawa air ke desa. Sayangnya air belum maksimal menuju rumah-rumah penduduk.

“Nah dengan hadirnya pompa hidram yang diberikan TNI ibarat gayung bersambut. Artinya apa masalah air di desa mulai terpenuhi ke sejumlah rumah penduduk. Bahkan kami tinggal pasang pipa untuk menyalur kembali ke rumah warga,” ungkapnya.

Kendati telah dapat digunakan pompa hidram ini, terpenting saat sekarang bagaimana cara merawatnya. Agar pompa hidram dapat bertahan lama.

“Masalah perawatan kami melakukan koordinasi dengan pemerintah di desa. Ke depan nantinya apakah air bersih ini dari pompa hidram ini kami akan dikelola seperti Bumdes. Nah kami masih diskusikan,” jelasnya.

Sementara itu Danrem 163/Wira Satya Kolonel Inf Choirul Anam mengatakan bantuan pompa hidram untuk ketujuh kalinya di wilayah Tabanan. Setelah pihaknya berkesempatan melakukan pengerjaan pompa hidram di desa-desa lainnya di Tabanan.

Pompa Hidram merupakan bentuk dari kegiatan non-program dari Kodam IX/Udayana untuk membantu mengatasi krisis air bersih.

“Hingga saat ini, Kodam IX/Udayana telah menginisiasi pembangunan lebih dari 200 pompa hidram yang tersebar di berbagai wilayah pedesaan baik di Nusa Tenggara Timur (NTT), NTB, dan Bali,” terangnya didampingi Dandim 1619/Tabanan Letkol Inf Ferry Adianto.

Dia melanjutkan program Pompa Hidram Kodam IX/Udayana bahkan saat ini menjadi bagian dari  program TNI AD melalui “TNI AD Manunggal Air” yang dicetuskan oleh Bapak Kasad pada 24 Maret 2022 yang dilaksanakan oleh seluruh Kodam di seluruh Indonesia.

Kerja sama dengan Kodam IX/Udayana dalam pembangunan serta donasi pompa hidram ini wujud nyata mengatasi permasalahan dasar masyarakat. Yaitu kekurangan air bersih di pedesaan, terutama ketika musim kemarau. 

“Mudah-mudahan pompa hidram ini dapat mengatasi masalah sanitasi desa, karena air sekarang sudah bisa masuk ke rumah warga desa,” ucapnya.

Pompa ini nantinya bekerja dengan memanfaatkan tenaga hidrolik aliran air di mata air sungai Brang Puna. Air tersebut ditarik menuju bak transit untuk disalurkan melalui pipa. Selanjutnya air yang tertampung dalam bak penampungan didistribusikan ke titik-titik keran sekitar rumah warga.

“Pompa hidram ini dapat bekerja tanpa menggunakan bahan bakar maupun tambahan energi dari luar, sehingga dapat beroperasi hingga 24 jam/hari serta mudah untuk dipelihara,” pungkasnya.



TABANAN – Krama Desa Adat Sunantaya, Penebel, Tabanan, Bali yang sebelumnya mengalami masalah kesulitan air kini semringah. Ini setelah TNI membangunkan pompa hidram.

Pembangunan pompa hidram tersebut memakan waktu sekitar 3 bulan lamanya yang dilakukan oleh TNI Kodim 11619/Tabanan bersama masyarakat setempat secara gotong. Setelah rampungnya pompa hidram, desa kini sudah dapat menggunakan air secara gratis.

Selain air bersih dapat digunakan untuk keperluan sehari-hari juga dapat untuk mencukupi kebutuhan air pada lahan pertanian mereka.

Bendesa Adat Sunantaya, I Ketut Partana mengaku sangat bersyukur dengan telah dibangunnya pompa hidram di desa. Meski selama ini sudah 15 tahun desa mengadakan pembuatan pipanisasi untuk membawa air ke desa. Sayangnya air belum maksimal menuju rumah-rumah penduduk.

“Nah dengan hadirnya pompa hidram yang diberikan TNI ibarat gayung bersambut. Artinya apa masalah air di desa mulai terpenuhi ke sejumlah rumah penduduk. Bahkan kami tinggal pasang pipa untuk menyalur kembali ke rumah warga,” ungkapnya.

Kendati telah dapat digunakan pompa hidram ini, terpenting saat sekarang bagaimana cara merawatnya. Agar pompa hidram dapat bertahan lama.

“Masalah perawatan kami melakukan koordinasi dengan pemerintah di desa. Ke depan nantinya apakah air bersih ini dari pompa hidram ini kami akan dikelola seperti Bumdes. Nah kami masih diskusikan,” jelasnya.

Sementara itu Danrem 163/Wira Satya Kolonel Inf Choirul Anam mengatakan bantuan pompa hidram untuk ketujuh kalinya di wilayah Tabanan. Setelah pihaknya berkesempatan melakukan pengerjaan pompa hidram di desa-desa lainnya di Tabanan.

Pompa Hidram merupakan bentuk dari kegiatan non-program dari Kodam IX/Udayana untuk membantu mengatasi krisis air bersih.

“Hingga saat ini, Kodam IX/Udayana telah menginisiasi pembangunan lebih dari 200 pompa hidram yang tersebar di berbagai wilayah pedesaan baik di Nusa Tenggara Timur (NTT), NTB, dan Bali,” terangnya didampingi Dandim 1619/Tabanan Letkol Inf Ferry Adianto.

Dia melanjutkan program Pompa Hidram Kodam IX/Udayana bahkan saat ini menjadi bagian dari  program TNI AD melalui “TNI AD Manunggal Air” yang dicetuskan oleh Bapak Kasad pada 24 Maret 2022 yang dilaksanakan oleh seluruh Kodam di seluruh Indonesia.

Kerja sama dengan Kodam IX/Udayana dalam pembangunan serta donasi pompa hidram ini wujud nyata mengatasi permasalahan dasar masyarakat. Yaitu kekurangan air bersih di pedesaan, terutama ketika musim kemarau. 

“Mudah-mudahan pompa hidram ini dapat mengatasi masalah sanitasi desa, karena air sekarang sudah bisa masuk ke rumah warga desa,” ucapnya.

Pompa ini nantinya bekerja dengan memanfaatkan tenaga hidrolik aliran air di mata air sungai Brang Puna. Air tersebut ditarik menuju bak transit untuk disalurkan melalui pipa. Selanjutnya air yang tertampung dalam bak penampungan didistribusikan ke titik-titik keran sekitar rumah warga.

“Pompa hidram ini dapat bekerja tanpa menggunakan bahan bakar maupun tambahan energi dari luar, sehingga dapat beroperasi hingga 24 jam/hari serta mudah untuk dipelihara,” pungkasnya.



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/