alexametrics
28.7 C
Denpasar
Tuesday, July 5, 2022

Aduh, Harga Minyak Curah di Karangasem, Bali Mulai Merangkak Naik

AMLAPURA – Dinas Koperasi UMKM dan Perindag Kabupaten Karangasem berencana menggelar operasi pasar untuk memastikan harga minyak curah di pasaran dijual dengan harga yang sesuai. 

 

Operasi pasar tersebut dilakukan, menyusul adanya informasi yang diterima Diskoperindag bahwa harga minyak curah di sejumlah pasar di Karangasem dijual lebih tinggi dari harga semestinya.

 

“Kami sudah bersurat ke distributor minyak curah. Saat ini di Karangasem harga minyak curah memang cukup tinggi,” ujar Kepala Dinas Koprasi UMKM dan Perindag Kabupaten Karangasem, I Made Loka Santika dikonfirmasi Minggu (3/4).

 

Pihaknya juga belum mengetahui secara pasti penyebab harga minyak curah naik. “Apa karena pasokannya terbatas atau penjualannya meningkat atau seperti apa, kami akan cari tau dulu,” imbuhnya.

 

Update harga yang diperoleh Diskoperindag Karangasem, harga minyak curah dipasaran terbilang cukup tinggi, dari harga yang biasanya hanya Rp 14 ribu per liter, kini terus merangkak naik dari mulai Rp 17 ribu hingga hari ini berada di kisaran Rp 20 ribu per liternya.

 

Sementara itu, harga minyak kemasan juga masih relatif tinggi. Sampai saat ini harga beberapa jenis minyak kemasan dua liter masih dikisaran Rp 47 ribu sampai dengan Rp 48 ribu rupiah.

 

Sementara itu, salah seorang konsumen minyak curah, Idah mengakui adanya kenaikan harga minyak curah. Meski saat ini berada di kisaran harga Rp 18 hingga 20 ribu, namun konsumen terlebih para pelaku usaha makanan olahan gorengan, mengaku lebih memilih minyak curah.

 

“Karena masih lebih murah dibanding minyak kemasan. Kecuali terus naik minyak curahnya dan beda seribu sampai dua ribu mungkin beralih lagi ke minyak kemasan. Ya kami berharap minyak curah jangan ikut-ikutan naik drastis,” tuturnya.

 



AMLAPURA – Dinas Koperasi UMKM dan Perindag Kabupaten Karangasem berencana menggelar operasi pasar untuk memastikan harga minyak curah di pasaran dijual dengan harga yang sesuai. 

 

Operasi pasar tersebut dilakukan, menyusul adanya informasi yang diterima Diskoperindag bahwa harga minyak curah di sejumlah pasar di Karangasem dijual lebih tinggi dari harga semestinya.

 

“Kami sudah bersurat ke distributor minyak curah. Saat ini di Karangasem harga minyak curah memang cukup tinggi,” ujar Kepala Dinas Koprasi UMKM dan Perindag Kabupaten Karangasem, I Made Loka Santika dikonfirmasi Minggu (3/4).

 

Pihaknya juga belum mengetahui secara pasti penyebab harga minyak curah naik. “Apa karena pasokannya terbatas atau penjualannya meningkat atau seperti apa, kami akan cari tau dulu,” imbuhnya.

 

Update harga yang diperoleh Diskoperindag Karangasem, harga minyak curah dipasaran terbilang cukup tinggi, dari harga yang biasanya hanya Rp 14 ribu per liter, kini terus merangkak naik dari mulai Rp 17 ribu hingga hari ini berada di kisaran Rp 20 ribu per liternya.

 

Sementara itu, harga minyak kemasan juga masih relatif tinggi. Sampai saat ini harga beberapa jenis minyak kemasan dua liter masih dikisaran Rp 47 ribu sampai dengan Rp 48 ribu rupiah.

 

Sementara itu, salah seorang konsumen minyak curah, Idah mengakui adanya kenaikan harga minyak curah. Meski saat ini berada di kisaran harga Rp 18 hingga 20 ribu, namun konsumen terlebih para pelaku usaha makanan olahan gorengan, mengaku lebih memilih minyak curah.

 

“Karena masih lebih murah dibanding minyak kemasan. Kecuali terus naik minyak curahnya dan beda seribu sampai dua ribu mungkin beralih lagi ke minyak kemasan. Ya kami berharap minyak curah jangan ikut-ikutan naik drastis,” tuturnya.

 



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/