alexametrics
25.4 C
Denpasar
Thursday, July 7, 2022

Jadi Komoditas Unggulan, Petani Digelontor 10 Ribu Bibit Kopi

MANGUPURA – Kopi menjadi salah satu komoditas perkebunan unggulan di Kabupaten Badung yang terdaftar dalam Indikasi Geografis. Kopi di Badung memiliki cita rasa yang khas dan telah mendapat pengakuan sebagai kopi dengan grade A (specialty) dari Badan Litbang Kopi dan Kakao Jember.

 

Kementerian Pertanian melalui BPTP Bali pun memberikan bantuan 10 ribu bibit kopi yang disalurkan kepada Subak Abian Giri Mertayasa, bertempat di Br. Auman, Desa Pelaga, Kecamatan Petang, Jumat (1/4) lalu. Pemberian bibit ini bertujuan untuk meningkatkan luas tanam dan produksi kopi.

 

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung I Wayan Wijana mengungkapkan, sebelum pandemi Covid-19, produk kopi dari Badung sudah bisa masuk di beberapa hotel berbintang di Bali. Bahkan ada yang mampu menembus pasar ekspor ke Dubai, Jerman dan Belanda. Untuk meningkatkan kualitas dan produksi kopi pihaknya melakukan berbagai upaya melalui kegiatan peremajaan kopi seluas 500 hektare tahun 2019 dan menurut rencana 300 hektare tahun 2023 mendatang dari dana APBN.

 

“Selain itu kami juga melakukan pengendalian hama, kegiatan pendampingan dan pemberian bantuan alat pengolahan hasil serta membantu dalam promosi dan pemasaran,” bebernya.

 

Saat ini tercatat luas tanam kopi sekitar 1.797,82 hektar terdiri dari 1.434 hektar kopi arabika dan 363,82 Ha Robusta digeluti 4.288 orang petani dengan produksi 674,15 ton/tahun. Lebih lanjut, bantuan 10 ribu bibit kopi arabika Kopyol ini diharapkan akan bisa menambah luas tanam dan mampu meningkatkan peremajaan kopi.

 

“Bantuan bibit kopi ini tentu nanti bisa menambah luas tanam dan meningkatkan produksi kopi,” terangnya. 

 

Sementara itu, Kepala BPTP Bali Dr. I Made Rai Yasa mengatakan, daerah Badung Utara khususnya Kecamatan Petang memiliki ketinggian yang sangat cocok untuk mengembangkan komoditi kopi dan hortikultura. Peluang pasar kopi di dalam negeri dan ekspor sebenarnya masih sangat potensial.

 

Pihaknya juga mengusulkan berbagai kegiatan ke pusat untuk meningkatkan pembangunan pertanian di Badung salah satunya dengan bantuan bibit kopi arabika kopyol ini.

 

“Dipilihnya Subak Abian GIRI Mertayasa ini karena krama subak sangat antusias dan luas lahan subak mencapai 400 hektare sangat memungkinkan untuk pengembangan tanaman kopi dengan sistem tumpang sari atau terintegrasi dengan peternakan yang menguntungkan petani,” pungkasnya.



MANGUPURA – Kopi menjadi salah satu komoditas perkebunan unggulan di Kabupaten Badung yang terdaftar dalam Indikasi Geografis. Kopi di Badung memiliki cita rasa yang khas dan telah mendapat pengakuan sebagai kopi dengan grade A (specialty) dari Badan Litbang Kopi dan Kakao Jember.

 

Kementerian Pertanian melalui BPTP Bali pun memberikan bantuan 10 ribu bibit kopi yang disalurkan kepada Subak Abian Giri Mertayasa, bertempat di Br. Auman, Desa Pelaga, Kecamatan Petang, Jumat (1/4) lalu. Pemberian bibit ini bertujuan untuk meningkatkan luas tanam dan produksi kopi.

 

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung I Wayan Wijana mengungkapkan, sebelum pandemi Covid-19, produk kopi dari Badung sudah bisa masuk di beberapa hotel berbintang di Bali. Bahkan ada yang mampu menembus pasar ekspor ke Dubai, Jerman dan Belanda. Untuk meningkatkan kualitas dan produksi kopi pihaknya melakukan berbagai upaya melalui kegiatan peremajaan kopi seluas 500 hektare tahun 2019 dan menurut rencana 300 hektare tahun 2023 mendatang dari dana APBN.

 

“Selain itu kami juga melakukan pengendalian hama, kegiatan pendampingan dan pemberian bantuan alat pengolahan hasil serta membantu dalam promosi dan pemasaran,” bebernya.

 

Saat ini tercatat luas tanam kopi sekitar 1.797,82 hektar terdiri dari 1.434 hektar kopi arabika dan 363,82 Ha Robusta digeluti 4.288 orang petani dengan produksi 674,15 ton/tahun. Lebih lanjut, bantuan 10 ribu bibit kopi arabika Kopyol ini diharapkan akan bisa menambah luas tanam dan mampu meningkatkan peremajaan kopi.

 

“Bantuan bibit kopi ini tentu nanti bisa menambah luas tanam dan meningkatkan produksi kopi,” terangnya. 

 

Sementara itu, Kepala BPTP Bali Dr. I Made Rai Yasa mengatakan, daerah Badung Utara khususnya Kecamatan Petang memiliki ketinggian yang sangat cocok untuk mengembangkan komoditi kopi dan hortikultura. Peluang pasar kopi di dalam negeri dan ekspor sebenarnya masih sangat potensial.

 

Pihaknya juga mengusulkan berbagai kegiatan ke pusat untuk meningkatkan pembangunan pertanian di Badung salah satunya dengan bantuan bibit kopi arabika kopyol ini.

 

“Dipilihnya Subak Abian GIRI Mertayasa ini karena krama subak sangat antusias dan luas lahan subak mencapai 400 hektare sangat memungkinkan untuk pengembangan tanaman kopi dengan sistem tumpang sari atau terintegrasi dengan peternakan yang menguntungkan petani,” pungkasnya.



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/