alexametrics
29.8 C
Denpasar
Saturday, August 13, 2022

Gusti: Kepedulian Nyata Pemerintah Hadir Lewat Program JKN

SINGARAJA, radarbali.id– Kepedulian pemerintah dalam hal kesehatan bagi seluruh masyarakat memang tidak perlu diragukan lagi.

Hal tersebut dapat dilihat dari dibentuknya Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Hal ini pun diakui salah satu peserta JKN yang telah merasakan bentuk kepedulian dari pemerintah tersebut yakni dirasakan oleh I Gusti Nyoman Suardita.

Gusti mengungkapkan kisahnya mengidap penyakit jantung yang biaya pengobatannya dijamin penuh Program JKN.

“Saya terserang penyakit jantung sudah sejak enam tahun lamanya, tepatnya pada tahun 2016 silam. Awalnya saya sering mengalami sesak pada dada saya. Lalu saya memeriksakan diri ke Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) tempat saya terdaftar dan akhirnya saya dirujuk ke rumah sakit. Dokter di rumah sakit mendiagnosa saya terserang jantung kronis yang harus mengonsumsi obat jantung setiap hari. Dari sejak itu saya rutin melakukan pengobatan setiap bulan menggunakan jaminan kesehatan dari BPJS Kesehatan,” ungkapnya, Selasa (28/6).

Baca Juga:  Puluhan Badan Usaha di Jembrana Nunggak Premi BPJS Kesehatan

Ia pun mengatakan bahwa peran pemerintah sangat besar dalam pengobatannya.

“Iuran saya dan keluarga dibayari oleh pemerintah pusat. Saya tidak perlu pusing memikirkan biaya pengobatan rutin saya setiap bulan, karena saya telah menjadi peserta JKN yang biaya pengobatan saya sepenuhnya dijamin Program JKN tanpa ada iur biaya satu rupiah pun. Jika saya hitung-hitung kemungkinan sudah mencapai ratusan juta rupiah biaya yang telah dikeluarkan BPJS Kesehatan untuk sakit jantung saya ini. Beruntungnya saya menjadi peserta JKN sehingga saya tidak perlu khawatir akan biaya pengobatan saya,” imbuhnya.

Selain biaya ditanggung sepenuhnya, pelayanan di fasilitas kesehatan yang ia peroleh juga sangat memuaskan.

Ia tidak merasakan perbedaan pelayanan di fasilitas kesehatan antara pasien umum dan pasien dari peserta JKN, saya puas dengan pelayanan yang diberikan.

“Dulu sering saya dengar bahwa ada perbedaan pelayanan di fasilitas kesehatan, ternyata hal tersebut tidak benar adanya karena hal tersebut tidak saya alami ketika menjalani pengobatan hingga saat ini,” ujarnya sambil tersenyum.

Baca Juga:  Ombudsman Periksa Lurah Beng Terkait Penyegelan Pasar Sukla Satyagraha

Gusti pun mengungkapkan rasa terbantunya oleh pemerintah melalui Program JKN.

Dari pengalaman yang diceritakan tersebut, Gusti dan keluarga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pemerintah yang telah mencanangkan Program JKN dan telah menanggung seluruh iurannya beserta keluarga setiap bulan dan memberikan apresiasi kepada BPJS Kesehatan sebagai penyelenggara program karena telah menjamin sepenuhnya biaya pengobatannya dan tentunya kepada fasilitas kesehatan yang telah memberikan pelayanan dengan baik pula.

“Saya sangat bersyukur hidup di Indonesia dan menjadi Warga Negara Indonesia, karena kontribusi pemerintah sangat besar dalam pengobatan sakit jantung yang saya derita. Saya tidak perlu lagi memikirkan iuran setiap bulan, karena pemerintah telah hadir untuk membayarkan iuran saya dan keluarga setiap bulannya melalui APBN. Entah biaya dari mana saya dapatkan untuk membayar iuran perbulan jika tidak dibayari pemerintah,” ujarnya. (adv/ken)



SINGARAJA, radarbali.id– Kepedulian pemerintah dalam hal kesehatan bagi seluruh masyarakat memang tidak perlu diragukan lagi.

Hal tersebut dapat dilihat dari dibentuknya Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Hal ini pun diakui salah satu peserta JKN yang telah merasakan bentuk kepedulian dari pemerintah tersebut yakni dirasakan oleh I Gusti Nyoman Suardita.

Gusti mengungkapkan kisahnya mengidap penyakit jantung yang biaya pengobatannya dijamin penuh Program JKN.

“Saya terserang penyakit jantung sudah sejak enam tahun lamanya, tepatnya pada tahun 2016 silam. Awalnya saya sering mengalami sesak pada dada saya. Lalu saya memeriksakan diri ke Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) tempat saya terdaftar dan akhirnya saya dirujuk ke rumah sakit. Dokter di rumah sakit mendiagnosa saya terserang jantung kronis yang harus mengonsumsi obat jantung setiap hari. Dari sejak itu saya rutin melakukan pengobatan setiap bulan menggunakan jaminan kesehatan dari BPJS Kesehatan,” ungkapnya, Selasa (28/6).

Baca Juga:  Duh, Ribuan Karyawan Belum Didaftarkan BPJS

Ia pun mengatakan bahwa peran pemerintah sangat besar dalam pengobatannya.

“Iuran saya dan keluarga dibayari oleh pemerintah pusat. Saya tidak perlu pusing memikirkan biaya pengobatan rutin saya setiap bulan, karena saya telah menjadi peserta JKN yang biaya pengobatan saya sepenuhnya dijamin Program JKN tanpa ada iur biaya satu rupiah pun. Jika saya hitung-hitung kemungkinan sudah mencapai ratusan juta rupiah biaya yang telah dikeluarkan BPJS Kesehatan untuk sakit jantung saya ini. Beruntungnya saya menjadi peserta JKN sehingga saya tidak perlu khawatir akan biaya pengobatan saya,” imbuhnya.

Selain biaya ditanggung sepenuhnya, pelayanan di fasilitas kesehatan yang ia peroleh juga sangat memuaskan.

Ia tidak merasakan perbedaan pelayanan di fasilitas kesehatan antara pasien umum dan pasien dari peserta JKN, saya puas dengan pelayanan yang diberikan.

“Dulu sering saya dengar bahwa ada perbedaan pelayanan di fasilitas kesehatan, ternyata hal tersebut tidak benar adanya karena hal tersebut tidak saya alami ketika menjalani pengobatan hingga saat ini,” ujarnya sambil tersenyum.

Baca Juga:  JKN Bantu Sembuhkan Benjolan di Pipi Kadek

Gusti pun mengungkapkan rasa terbantunya oleh pemerintah melalui Program JKN.

Dari pengalaman yang diceritakan tersebut, Gusti dan keluarga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pemerintah yang telah mencanangkan Program JKN dan telah menanggung seluruh iurannya beserta keluarga setiap bulan dan memberikan apresiasi kepada BPJS Kesehatan sebagai penyelenggara program karena telah menjamin sepenuhnya biaya pengobatannya dan tentunya kepada fasilitas kesehatan yang telah memberikan pelayanan dengan baik pula.

“Saya sangat bersyukur hidup di Indonesia dan menjadi Warga Negara Indonesia, karena kontribusi pemerintah sangat besar dalam pengobatan sakit jantung yang saya derita. Saya tidak perlu lagi memikirkan iuran setiap bulan, karena pemerintah telah hadir untuk membayarkan iuran saya dan keluarga setiap bulannya melalui APBN. Entah biaya dari mana saya dapatkan untuk membayar iuran perbulan jika tidak dibayari pemerintah,” ujarnya. (adv/ken)


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/