alexametrics
26.5 C
Denpasar
Monday, July 4, 2022

Berkeliaran saat Nyepi, Pecalang dan Polisi Amankan Lima Orang

DENPASAR – Sebanyak lima orang ditangkap oleh petugas keamanan adat atau pecalang dan pihak kepolisian. Seorang pria diamankan di Ungasan, Badung dan 4 ABK diamankan di Pelabuhan Benoa, Denpasar saat Catur Brata Penyepian yang melarang bepergian keluar rumah, Kamis (3/3).

Saat Nyepi berlangsung, seluruh pecalang di setiap desa adat melakukan patroli. Pecalang melakukan patroli keliling kampung. Selain mengawasi warga agar tidak keluar rumah, pecalang juga mengawasi rumah yang tengah ditinggal penghuninya untuk mencegah tindakan kriminal.

Di kawasan Ungasan ditemukan seorang pria sedang berkendara saat Nyepi. Pecalang setempat langsung mengamankan pria itu beserta sepeda motornya. Ia lalu disanksi teguran.

 

Terkait dengan ini, Kapolsek Kutsel Kompol I Ketut Sugiarta Yoga membenarkan. “Ya benar, saya dapat info seperti itu. Berharap ke depan tidak terjadi hal serupa,” singkatnya.

Terpisah, dalam patroli yang dilakukan Polsek Benoa saat Hari Raya Nyepi di Pelabuhan Benoa, Banjar Sanggaran, Pedungan, Denpasar Selatan, Kamis (3/3), ditemukan 4 ABK yang berkeliaran.

 

Terkait hal ini, Kapolsek Benoa Kompol I Nyoman Wiranata menjelaskan pihaknya melakukan patroli guna mengawal kesucian kegiatan keagamaan umat Hindu dalam hal ini Hari Nyepi.

Salah satunya dengan memastikan agar warga tak berkeliaran di luar rumah. Patroli itu pun dilakukan bersama dengan Pecalang Banjar Sanggaran dan dimulai sejak malam Pengerupukan, Rabu (2/3). Mengingat sebelumnya pihaknya telah melaksanakan koordinasi mengenai penjagaan.

Juga pengawasan terhadap warga di Pelabuhan Benoa. Mirisnya, ketika petugas gabungan menyisir area Pelabuhan, ditemukanlah sekitar 4 pria berkeliaran. Bahkan mereka nekat memgendarau sepeda motor. Alhasil petugas gabungan menghentikan para warga yang tak disebutkan namanya ini. 

 

“Mereka diberikan sanksi berupa push up di tempat sebagai efek jera, juga diimbau,” tutupnya.

Di sisi lain, Personil UKL (Unit Kecil Lengkap) Polsek Kuta Utara di Pimpin Pawas Iptu Oktamawan Abrianto, mengamankan seorang diduga mengalami ganguan jiwa (ODGJ) di Banjar Tibubeneng, Desa Tibubeneng Kuta Utara, saat nyepi Kamis (3/3) sekitar pukul 20.00. 

Iptu Oktamawan Abrianto menjelaskan, saat petugas kepolisian ikut melaksanakan pengamanan Catur Brata Penyepian Tahun Caka 1944 pihaknya menerima imformasi dari masyarakat adanya orang yang meresahkan warga. Tim UKL segera mendatangi lokasi kejadian dan langsung mengamankan I Nyoman Arimbawa, 37.

Ia merupakan warga Banjar Tibubeneng, Desa Tibubeneng, Kuta Utara dan dievakuasi ke rumahnya. 

 

“Kami  dibantu anggota keluarga serta Pecalang Desa Adat setempat berhasil membujuk dan mengevakuasi yang bersangkutan untuk diserahkan ke keluarga untuk selanjutnya disarankan agar mendapat pengobatan lebih lanjut,” terang Iptu Oktamawan.



DENPASAR – Sebanyak lima orang ditangkap oleh petugas keamanan adat atau pecalang dan pihak kepolisian. Seorang pria diamankan di Ungasan, Badung dan 4 ABK diamankan di Pelabuhan Benoa, Denpasar saat Catur Brata Penyepian yang melarang bepergian keluar rumah, Kamis (3/3).

Saat Nyepi berlangsung, seluruh pecalang di setiap desa adat melakukan patroli. Pecalang melakukan patroli keliling kampung. Selain mengawasi warga agar tidak keluar rumah, pecalang juga mengawasi rumah yang tengah ditinggal penghuninya untuk mencegah tindakan kriminal.

Di kawasan Ungasan ditemukan seorang pria sedang berkendara saat Nyepi. Pecalang setempat langsung mengamankan pria itu beserta sepeda motornya. Ia lalu disanksi teguran.

 

Terkait dengan ini, Kapolsek Kutsel Kompol I Ketut Sugiarta Yoga membenarkan. “Ya benar, saya dapat info seperti itu. Berharap ke depan tidak terjadi hal serupa,” singkatnya.

Terpisah, dalam patroli yang dilakukan Polsek Benoa saat Hari Raya Nyepi di Pelabuhan Benoa, Banjar Sanggaran, Pedungan, Denpasar Selatan, Kamis (3/3), ditemukan 4 ABK yang berkeliaran.

 

Terkait hal ini, Kapolsek Benoa Kompol I Nyoman Wiranata menjelaskan pihaknya melakukan patroli guna mengawal kesucian kegiatan keagamaan umat Hindu dalam hal ini Hari Nyepi.

Salah satunya dengan memastikan agar warga tak berkeliaran di luar rumah. Patroli itu pun dilakukan bersama dengan Pecalang Banjar Sanggaran dan dimulai sejak malam Pengerupukan, Rabu (2/3). Mengingat sebelumnya pihaknya telah melaksanakan koordinasi mengenai penjagaan.

Juga pengawasan terhadap warga di Pelabuhan Benoa. Mirisnya, ketika petugas gabungan menyisir area Pelabuhan, ditemukanlah sekitar 4 pria berkeliaran. Bahkan mereka nekat memgendarau sepeda motor. Alhasil petugas gabungan menghentikan para warga yang tak disebutkan namanya ini. 

 

“Mereka diberikan sanksi berupa push up di tempat sebagai efek jera, juga diimbau,” tutupnya.

Di sisi lain, Personil UKL (Unit Kecil Lengkap) Polsek Kuta Utara di Pimpin Pawas Iptu Oktamawan Abrianto, mengamankan seorang diduga mengalami ganguan jiwa (ODGJ) di Banjar Tibubeneng, Desa Tibubeneng Kuta Utara, saat nyepi Kamis (3/3) sekitar pukul 20.00. 

Iptu Oktamawan Abrianto menjelaskan, saat petugas kepolisian ikut melaksanakan pengamanan Catur Brata Penyepian Tahun Caka 1944 pihaknya menerima imformasi dari masyarakat adanya orang yang meresahkan warga. Tim UKL segera mendatangi lokasi kejadian dan langsung mengamankan I Nyoman Arimbawa, 37.

Ia merupakan warga Banjar Tibubeneng, Desa Tibubeneng, Kuta Utara dan dievakuasi ke rumahnya. 

 

“Kami  dibantu anggota keluarga serta Pecalang Desa Adat setempat berhasil membujuk dan mengevakuasi yang bersangkutan untuk diserahkan ke keluarga untuk selanjutnya disarankan agar mendapat pengobatan lebih lanjut,” terang Iptu Oktamawan.



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/