alexametrics
30.4 C
Denpasar
Tuesday, May 24, 2022

Bali Mulai Macet, Sepuluh Negara Sudah Terhubung dengan Bali

BADUNG, radarbali.id – Bali mulai macet akhir-akhir ini setelah sejumlah penerbangan dari luar negeri masuk Bali. Kemacetan terlihat seperti di sejumlah titik, yakni Jalan Sunset Road, Kuta, Seminyak, Canggu hingga ke Nusa Penida, Kabupaten Klungkung.

Saat ini memang masih didominasi oleh wisatawan domestik. Namun, wisatawan mancanegara juga mulai menyusul seiring dengan dibukanya kembali 8 rute maskapai internasional ke Bali pada tanggal 1 dan 2 Mei 2022.

Sehingga, menambah jumlah maskapai internasional yang beroperasi menjadi 17 rute reguler dengan 17 maskapai. Penerbangan tersebut telah didukung dengan jam operasional terminal Internasional Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai – Bali beroperasi 24 jam hingga 10 Mei 2022 mendatang dan akan diperpanjang sesuai kebutuhan.

Baca Juga:  Pedagang Lama Pasar Senggol Gianyar Mengeluh Tak dapat Tempat Jualan

“Penerbangan internasional mulai bertambah kembali menjadi 17 rute dengan dilayani 17 Maskapai, selama 2 hari berturut-turut terjadi penambahan signifikan yaitu ada 8 rute sekaligus yang beroperasi secara reguler,” kata Herry A.Y Sikado, General Manager PT Angkasa Pura I Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai – Bali pada Kamis (5/5/2022).

Dikatakan, ada sebanyak sepuluh negara yang telah terhubung dari dan menuju ke Pulau Bali yakni Jepang, Australia, Singapura, Malaysia, Qatar, Turki, Thailand, Vietnam, Uni Emirat Arab dan Filipina.

Untuk rute negara terbanyak Australia yaitu Melbourne, Sydney, Perth, Chairsn, Adelaide, Darwin dan Brisbane.

“Hal ini tentunya kami menyambut dengan antusias yang menjadi suatu catatan positif Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai – Bali, terus menunjukkan perkembangan selama 3 bulan terakhir ini,” ungkapnya.

Baca Juga:  Senator RI AA Gde Agung Dukung Program Dakwah Sejuk LDII Tabanan
- Advertisement -

Pihaknya sebagai pengelola Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai – Bali melalui sinergi antara pemangku kepentingan terus berupaya memberikan layanan agar setiap penerbangan dapat berjalan dengan baik dan lancar, terlebih regulasi pemerintah harus tetap dijalankan dalam memberikan layanan yang aman dan sehat.

“Tentunya sebagai pintu gerbang masuk di Pulau Bali, Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai – Bali harus menjaga kepercayaan pemerintah dan masyarakat sebagai suatu filter kesehatan maupun dokumen perizinan, dengan harapan semuanya dapat kembali normal seperti sebelum waktu pandemi Covid-19,” tutup Herry.






Reporter: I Wayan Widyantara
- Advertisement -

BADUNG, radarbali.id – Bali mulai macet akhir-akhir ini setelah sejumlah penerbangan dari luar negeri masuk Bali. Kemacetan terlihat seperti di sejumlah titik, yakni Jalan Sunset Road, Kuta, Seminyak, Canggu hingga ke Nusa Penida, Kabupaten Klungkung.

Saat ini memang masih didominasi oleh wisatawan domestik. Namun, wisatawan mancanegara juga mulai menyusul seiring dengan dibukanya kembali 8 rute maskapai internasional ke Bali pada tanggal 1 dan 2 Mei 2022.

Sehingga, menambah jumlah maskapai internasional yang beroperasi menjadi 17 rute reguler dengan 17 maskapai. Penerbangan tersebut telah didukung dengan jam operasional terminal Internasional Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai – Bali beroperasi 24 jam hingga 10 Mei 2022 mendatang dan akan diperpanjang sesuai kebutuhan.

Baca Juga:  Koster Benarkan Corona Varian Baru Sudah Masuk Bali, Ini Penjelasannya

“Penerbangan internasional mulai bertambah kembali menjadi 17 rute dengan dilayani 17 Maskapai, selama 2 hari berturut-turut terjadi penambahan signifikan yaitu ada 8 rute sekaligus yang beroperasi secara reguler,” kata Herry A.Y Sikado, General Manager PT Angkasa Pura I Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai – Bali pada Kamis (5/5/2022).

Dikatakan, ada sebanyak sepuluh negara yang telah terhubung dari dan menuju ke Pulau Bali yakni Jepang, Australia, Singapura, Malaysia, Qatar, Turki, Thailand, Vietnam, Uni Emirat Arab dan Filipina.

Untuk rute negara terbanyak Australia yaitu Melbourne, Sydney, Perth, Chairsn, Adelaide, Darwin dan Brisbane.

“Hal ini tentunya kami menyambut dengan antusias yang menjadi suatu catatan positif Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai – Bali, terus menunjukkan perkembangan selama 3 bulan terakhir ini,” ungkapnya.

Baca Juga:  Sebulan Penerbangan Internasional Dibuka, PHK Malah Bertambah di Bali

Pihaknya sebagai pengelola Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai – Bali melalui sinergi antara pemangku kepentingan terus berupaya memberikan layanan agar setiap penerbangan dapat berjalan dengan baik dan lancar, terlebih regulasi pemerintah harus tetap dijalankan dalam memberikan layanan yang aman dan sehat.

“Tentunya sebagai pintu gerbang masuk di Pulau Bali, Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai – Bali harus menjaga kepercayaan pemerintah dan masyarakat sebagai suatu filter kesehatan maupun dokumen perizinan, dengan harapan semuanya dapat kembali normal seperti sebelum waktu pandemi Covid-19,” tutup Herry.






Reporter: I Wayan Widyantara

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/