alexametrics
27.8 C
Denpasar
Friday, July 1, 2022

Heboh Tari Rejang India di Pura Samuantiga, Bendesa Tak Tahu Maksudnya

GIANYAR, radarbali.id – Video Tiktok menampilkan kelompok ibu-ibu mengenakan pakaian mirip rejang viral di jagat media sosial. Mereka bukan menari rejang, melainkan berjoget bergaya India lengkap dengan lagunya. Bendesa Adat Bedulu pun tak tahu maksud mereka menari rejang India di depan Pura Samuantiga, Bedulu, Gianyar, Bali ini.

Video rejang India itu awalnya disebarkan pada konten TikTok dengan akun @shinta_dewi87. Menunjukkan sejumlah ibu-ibu berpakaian mirip rejang renteng. Kemudian dengan backsound lagu India, dengan kompak mereka menari dengan gaya mirip tarian India.

Yang jadi kontraversi, tarian itu dilakukan di depan Pura Samuantiga, Desa Bedulu, Kecamatan Blahbatuh. Video TikTok itu sudah ditonton lebih dari 100 ribu kali.

Namun Kamis pagi (5/5), video itu sudah hilang dari akun TikTok. Meski begitu, jejak digital tetap ada dan video terlanjur viral tersebar di sejumlah grup Facebook dan WhatsApp.

Para warganet pun beda pandangan atas tarian rejang India di depan pura itu. Apalagi, Pura Samuantiga dikenal memiliki sejarah panjang, hingga melahirkan desa adat di Bali.

Atas situasi itu, Bendesa Bedulu, Gusti Ngurah Made Serana, menyatakan video itu kurang pantas. “Kurang pantas, apalagi itu kan menari India dan di pura. Kurang pantas,” ujar Bendesa yang juga Anggota DPRD Gianyar itu, Kamis (5/5).

Bendesa juga langsung menghubungi si pembuat konten. “Saya sudah WA dia. Nanti setelah tanggal 7 (Mei) yang bersangkutan mau ke pura untuk klarifikasi,” ujarnya.

Dalam klarifikasi, kata Bendesa, akan dipertanyakan maksud dan tujuan menari di pura. Apakah setelah sembahyang, atau ada keperluan lain.

“Saya tidak tahu keperluan mereka apa kemari. Kalau dari pakaian sudah bagus, pakaian ke pura. Tapi tariannya itu. Makanya nanti setelah tanggal 7 (Mei) kami tanyakan,” ungkapnya.

Dia berharap, yang bersangkutan segera memberikan klarifikasi. “Agar bisa diketahui maksud dan tujuan,” jelasnya.

Selama ini, pihak pura dan prajuru desa adat tidak pernah membatasi pemedek atau umat yang hendak tangkil menghaturkan bakti. Namun, dia berharap pemedek sembahyang dan berkelakuan sesuai aturan agama Hindu Bali.

“Seperti yang selama ini sudah berjalan baik dan tertib,” pungkasnya.

Video Tiktok, tari rejang, rejang india, pura samuantiga, gianyar, bali, bendesa bedulu,

Sebelumnya, juga sempat beredar video Tiktok yang dibuat oleh pemuda asal Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan. Video itu dibuat saat pertunjukan sakral Calonarang. Namun si pembuat menambahkan kondom dan menulis kata Nyari Lon**. Video itu pun membuat geram masyarakat. Pembuat konten telah meminta maaf dan menghaturkan guru piduka di pura. (dra)



GIANYAR, radarbali.id – Video Tiktok menampilkan kelompok ibu-ibu mengenakan pakaian mirip rejang viral di jagat media sosial. Mereka bukan menari rejang, melainkan berjoget bergaya India lengkap dengan lagunya. Bendesa Adat Bedulu pun tak tahu maksud mereka menari rejang India di depan Pura Samuantiga, Bedulu, Gianyar, Bali ini.

Video rejang India itu awalnya disebarkan pada konten TikTok dengan akun @shinta_dewi87. Menunjukkan sejumlah ibu-ibu berpakaian mirip rejang renteng. Kemudian dengan backsound lagu India, dengan kompak mereka menari dengan gaya mirip tarian India.

Yang jadi kontraversi, tarian itu dilakukan di depan Pura Samuantiga, Desa Bedulu, Kecamatan Blahbatuh. Video TikTok itu sudah ditonton lebih dari 100 ribu kali.

Namun Kamis pagi (5/5), video itu sudah hilang dari akun TikTok. Meski begitu, jejak digital tetap ada dan video terlanjur viral tersebar di sejumlah grup Facebook dan WhatsApp.

Para warganet pun beda pandangan atas tarian rejang India di depan pura itu. Apalagi, Pura Samuantiga dikenal memiliki sejarah panjang, hingga melahirkan desa adat di Bali.

Atas situasi itu, Bendesa Bedulu, Gusti Ngurah Made Serana, menyatakan video itu kurang pantas. “Kurang pantas, apalagi itu kan menari India dan di pura. Kurang pantas,” ujar Bendesa yang juga Anggota DPRD Gianyar itu, Kamis (5/5).

Bendesa juga langsung menghubungi si pembuat konten. “Saya sudah WA dia. Nanti setelah tanggal 7 (Mei) yang bersangkutan mau ke pura untuk klarifikasi,” ujarnya.

Dalam klarifikasi, kata Bendesa, akan dipertanyakan maksud dan tujuan menari di pura. Apakah setelah sembahyang, atau ada keperluan lain.

“Saya tidak tahu keperluan mereka apa kemari. Kalau dari pakaian sudah bagus, pakaian ke pura. Tapi tariannya itu. Makanya nanti setelah tanggal 7 (Mei) kami tanyakan,” ungkapnya.

Dia berharap, yang bersangkutan segera memberikan klarifikasi. “Agar bisa diketahui maksud dan tujuan,” jelasnya.

Selama ini, pihak pura dan prajuru desa adat tidak pernah membatasi pemedek atau umat yang hendak tangkil menghaturkan bakti. Namun, dia berharap pemedek sembahyang dan berkelakuan sesuai aturan agama Hindu Bali.

“Seperti yang selama ini sudah berjalan baik dan tertib,” pungkasnya.

Video Tiktok, tari rejang, rejang india, pura samuantiga, gianyar, bali, bendesa bedulu,

Sebelumnya, juga sempat beredar video Tiktok yang dibuat oleh pemuda asal Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan. Video itu dibuat saat pertunjukan sakral Calonarang. Namun si pembuat menambahkan kondom dan menulis kata Nyari Lon**. Video itu pun membuat geram masyarakat. Pembuat konten telah meminta maaf dan menghaturkan guru piduka di pura. (dra)



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/