30.4 C
Denpasar
Thursday, December 8, 2022

Awalnya Dikira Sampah, Ternyata Mayat Bayi dalam Kantong Plastik

GIANYAR– Pegawai dan warga di sekitar pusat pemerintah (Puspem) Kecamatan Payangan, geger. Ini, setelah petugas bagian bersih-bersih menemukan jasad bayi terbungkus dalam kantong plastik, Selasa (4/10) pukul 07.30.

Awalnya, petugas sapu bernama Ni Wayan Guniantari menyapu di area puspem. Ketika ia menyerok kantong plastik yang dikira sampah, ternyata berisikan jasad bayi laki-laki.

Camat Payangan Made Widana, membenarkan penemuan jasad bayi laki-laki pertama kali oleh tukang sapu, Ni Wayan Guniantari. “Setelah selesai menyapu di dalam (gedung), saksi ke parkiran Puskesmas dan menyapu. Dikira sampah awalnya,” kata Camat Payangan.

Kantong plastik yang awalnya dikira sampah yang dibuang sembarangan itu langsung saja diserok menggunakan alat serok sampah. “Tapi sama tukang sapu itu, kok rasanya bukan sampah,” sambungnya.

Saat diangkat, tidak ada kecurigaan dari tukang sapu. Karena bungkus kresek itu diikat tersimpul. Bungkusan itu kemudian dibawa ke depan hendak dibuang ke tempat sampah. Namun tukang sapu mulai penasaran dengan sampah plastik cukup besar di areal Puspem itu.

Baca Juga:  Penjagaan Kantor Polisi dan Gereja di Gianyar Kian Diperketat

Akhirnya dia memanggil rekannya sesama tukang sapu untuk membuka. “Akhirnya dibuka, ternyata ditemukan bayi. Sudah meninggal, meninggal saat ditemukan,” jelasnya.

Puspem yang berada di Banjar Semaon, Desa Puhu, itu satu areal dengan Kantor Camat, UPTD Puskesmas Payangan dan Koramil. Tukang sapu yang kaget menemukan bayi itu langsung melapor ke petugas terkait. “Di sana kan dekat sama Babinsa. Dipanggil pak Babin,” ungkapnya.

Mendapat laporan, petugas terkait langsung turun mengecek kondisi bayi tersebut. Termasuk dari Polsek Payangan ikut melakukan olah Tempat Kejadian Perkara. “Bayinya cowok. Kata ibu dokter habis meriksa, perkiraan usia 8 bulan kandungan,”ucapnya.

Kini, jasad bayi tersebut dititipkan di RSU Payangan. Kepolisian dari Unit Reskrim pun langsung menelusuri siapa pembuang orok tersebut.

Baca Juga:  Pemedek Terpeleset dan Terjatuh Saat Sembahyang di Gunung Agung

Kapolsek Payangan AKP I Putu Agus Ady Wijaya, menyatakan jasad bayi telah divisum luar. Untuk berat badan bayi 2,25 kg dengan panjang badan 48 cm. Jari pada kaki dan tangan lengkap serta normal. “Bayi diperkirakan dibuang pada dini hari mengingat kondisi bayi masih lemas,” ujarnya.

Polisi masih memburu siapa yang tega membuang bayi tersebut. Salah satunya dengan meminta keterangan pemilik toko seluler di depan Puspem. Pemilik toko terakhir kali hanya melihat kelompok pemuda nongkrong di Puspem pada Senin petang sekitar pukul 19.00. Pukul 20.30 kelompok pemuda itu membubarkan diri. Dan pukul 22.00 toko seluler tutup. “Terkait dengan adanya kejadian tersebut selanjutnya dilakukan penyelidikan,” pungkasnya. (dra)



GIANYAR– Pegawai dan warga di sekitar pusat pemerintah (Puspem) Kecamatan Payangan, geger. Ini, setelah petugas bagian bersih-bersih menemukan jasad bayi terbungkus dalam kantong plastik, Selasa (4/10) pukul 07.30.

Awalnya, petugas sapu bernama Ni Wayan Guniantari menyapu di area puspem. Ketika ia menyerok kantong plastik yang dikira sampah, ternyata berisikan jasad bayi laki-laki.

Camat Payangan Made Widana, membenarkan penemuan jasad bayi laki-laki pertama kali oleh tukang sapu, Ni Wayan Guniantari. “Setelah selesai menyapu di dalam (gedung), saksi ke parkiran Puskesmas dan menyapu. Dikira sampah awalnya,” kata Camat Payangan.

Kantong plastik yang awalnya dikira sampah yang dibuang sembarangan itu langsung saja diserok menggunakan alat serok sampah. “Tapi sama tukang sapu itu, kok rasanya bukan sampah,” sambungnya.

Saat diangkat, tidak ada kecurigaan dari tukang sapu. Karena bungkus kresek itu diikat tersimpul. Bungkusan itu kemudian dibawa ke depan hendak dibuang ke tempat sampah. Namun tukang sapu mulai penasaran dengan sampah plastik cukup besar di areal Puspem itu.

Baca Juga:  Fix! Ini Dasar Polisi Tetapkan Bos Pengembang Jadi TSK Musibah Longsor

Akhirnya dia memanggil rekannya sesama tukang sapu untuk membuka. “Akhirnya dibuka, ternyata ditemukan bayi. Sudah meninggal, meninggal saat ditemukan,” jelasnya.

Puspem yang berada di Banjar Semaon, Desa Puhu, itu satu areal dengan Kantor Camat, UPTD Puskesmas Payangan dan Koramil. Tukang sapu yang kaget menemukan bayi itu langsung melapor ke petugas terkait. “Di sana kan dekat sama Babinsa. Dipanggil pak Babin,” ungkapnya.

Mendapat laporan, petugas terkait langsung turun mengecek kondisi bayi tersebut. Termasuk dari Polsek Payangan ikut melakukan olah Tempat Kejadian Perkara. “Bayinya cowok. Kata ibu dokter habis meriksa, perkiraan usia 8 bulan kandungan,”ucapnya.

Kini, jasad bayi tersebut dititipkan di RSU Payangan. Kepolisian dari Unit Reskrim pun langsung menelusuri siapa pembuang orok tersebut.

Baca Juga:  Ini Alasan Pemilik Toko Mangkir dari Panggilan Pemkab Klungkung

Kapolsek Payangan AKP I Putu Agus Ady Wijaya, menyatakan jasad bayi telah divisum luar. Untuk berat badan bayi 2,25 kg dengan panjang badan 48 cm. Jari pada kaki dan tangan lengkap serta normal. “Bayi diperkirakan dibuang pada dini hari mengingat kondisi bayi masih lemas,” ujarnya.

Polisi masih memburu siapa yang tega membuang bayi tersebut. Salah satunya dengan meminta keterangan pemilik toko seluler di depan Puspem. Pemilik toko terakhir kali hanya melihat kelompok pemuda nongkrong di Puspem pada Senin petang sekitar pukul 19.00. Pukul 20.30 kelompok pemuda itu membubarkan diri. Dan pukul 22.00 toko seluler tutup. “Terkait dengan adanya kejadian tersebut selanjutnya dilakukan penyelidikan,” pungkasnya. (dra)


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/