30.4 C
Denpasar
Thursday, December 8, 2022

Demam Berdarah Renggut Dua Nyawa di Klungkung, 1 Balita Perempuan

SEMARAPURA-Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Klungkung merenggut dua nyawa. Terbaru, seorang balita asal Kelurahan Semarapura Klod meninggal dunia saat menjalani perawatan di RSUD Klungkung, Senin (3/10/2022).

Meninggalnya balita perempuan tersebut, jumlah warga Klungkung yang meninggal karena DBD mulai Januari – 3 Oktober 2022 sebanyak dua orang dari total sebanyak 292 kasus DBD.

Kadis Kesehatan Kabupaten Klungkung, dr. Made Adi Swapatni, Selasa (4/10) kemarin menuturkan, balita berusia 12 bulan asal Kelurahan Semarapura Klod tersebut mengalami panas sejak Rabu lalu (28/9) dan dibawa ke UGD RSUD Klungkung.

Di rumah sakit milik Pemkab Klungkung itu, balita tersebut diberikan penurun panas dan diobservasi. Panas balita tersebut pun turun dan dibolehkan pulang. “Kamis (29/9) menjelang subuh, pasien kembali panas dan dibawa ke UGD RSUD Klungkung. Setelah pasien diperiksa, diputuskan untuk menjalani rawat inap,” terangnya.

Baca Juga:  Adik Bungsu Bingung ke Merajan Setelah Pekarangan Rumah Dibagi

Pada Minggu (2/10/2022), kondisi pasien melemah sehingga dipindahkan ke ruang ICU RSUD Klungkung. Rencananya pasien dirujuk ke RS Prof dr. Ngurah, namun karena keterbatasan ruangan sehingga belum bisa diterima di rumah sakit tersebut. “Tanggal 3 Oktober, pasien dinyatakan meninggal,” bebernya.

Atas peristiwa tersebut, pihak Dinas Kesehatan Klungkung melakukan pelacakan ke lapangan. Dari hasil pelacakan, ditemukan ada satu orang warga yang menderita panas dan sudah berobat. “Sedangkan lingkungan sekitar banyak ditemukan jentik. Terkait hal tersebut kami menghimbau masyarakat untuk selalu melakukan PSN (pemberantasan sarang nyamuk). Apalagi sekarang masih musim hujan. Besok (hari ini), kami akan melakukan fogging,” tandasnya.

Sementara itu, Lurah Semarapura Klod, Made Sunarbawa mengungkapkan PSN rutin dilakukan pada Kamis dan Jumat. Hanya saja dilakukan secara bergilir di empat lingkungan yang ada di kelurahan tersebut. Tidak hanya itu, pihaknya juga kerap mengimbau kepada warga untuk turut serta melakukan PSN di tengah musim hujan belakangan ini. “Dengan adanya kasus DBD ini, kami akan lebih gencarkan lagi (PSN),” tandasnya. (ayu)

Baca Juga:  Ditengah Pandemi Covid-19, Nyawa Juara Kelas di Gianyar Terenggut DB


SEMARAPURA-Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Klungkung merenggut dua nyawa. Terbaru, seorang balita asal Kelurahan Semarapura Klod meninggal dunia saat menjalani perawatan di RSUD Klungkung, Senin (3/10/2022).

Meninggalnya balita perempuan tersebut, jumlah warga Klungkung yang meninggal karena DBD mulai Januari – 3 Oktober 2022 sebanyak dua orang dari total sebanyak 292 kasus DBD.

Kadis Kesehatan Kabupaten Klungkung, dr. Made Adi Swapatni, Selasa (4/10) kemarin menuturkan, balita berusia 12 bulan asal Kelurahan Semarapura Klod tersebut mengalami panas sejak Rabu lalu (28/9) dan dibawa ke UGD RSUD Klungkung.

Di rumah sakit milik Pemkab Klungkung itu, balita tersebut diberikan penurun panas dan diobservasi. Panas balita tersebut pun turun dan dibolehkan pulang. “Kamis (29/9) menjelang subuh, pasien kembali panas dan dibawa ke UGD RSUD Klungkung. Setelah pasien diperiksa, diputuskan untuk menjalani rawat inap,” terangnya.

Baca Juga:  13 Pegawai Terpapar Corona, Sejumlah Pelayanan RSUD Gema Santi Ditutup

Pada Minggu (2/10/2022), kondisi pasien melemah sehingga dipindahkan ke ruang ICU RSUD Klungkung. Rencananya pasien dirujuk ke RS Prof dr. Ngurah, namun karena keterbatasan ruangan sehingga belum bisa diterima di rumah sakit tersebut. “Tanggal 3 Oktober, pasien dinyatakan meninggal,” bebernya.

Atas peristiwa tersebut, pihak Dinas Kesehatan Klungkung melakukan pelacakan ke lapangan. Dari hasil pelacakan, ditemukan ada satu orang warga yang menderita panas dan sudah berobat. “Sedangkan lingkungan sekitar banyak ditemukan jentik. Terkait hal tersebut kami menghimbau masyarakat untuk selalu melakukan PSN (pemberantasan sarang nyamuk). Apalagi sekarang masih musim hujan. Besok (hari ini), kami akan melakukan fogging,” tandasnya.

Sementara itu, Lurah Semarapura Klod, Made Sunarbawa mengungkapkan PSN rutin dilakukan pada Kamis dan Jumat. Hanya saja dilakukan secara bergilir di empat lingkungan yang ada di kelurahan tersebut. Tidak hanya itu, pihaknya juga kerap mengimbau kepada warga untuk turut serta melakukan PSN di tengah musim hujan belakangan ini. “Dengan adanya kasus DBD ini, kami akan lebih gencarkan lagi (PSN),” tandasnya. (ayu)

Baca Juga:  Lima Anjing Positif Rabies Ternyata Hewan Peliharaan Warga

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/