alexametrics
26.8 C
Denpasar
Tuesday, June 28, 2022

Sampel 50 Anjing Suspek Rabies di Karangasem Diuji Lab

AMLAPURA – Sekitar 50 anjing suspek rabies di hampir semua Kecamatan di Karangasem akan dilakukan uji lab untuk mengetahui kepastian apakah anjing tersebut positif rabies atau tidak. Hal itu dilakukan Balai Besar Veteriner (BBVet) Denpasar, Kamis (7/4) didampingi UPT Pusat Kesehatan Hewan Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Karangasem.

 

Kepala Bidang Pengendalian dan Penanggulangan Bencana Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Kabupaten Karangasem, Putu Gede Suwata Brata mengatakan, sebelumnya terdapat sepuluh desa yang dijadikan lokasi tempat pengambila sampel anjing suspek rabies. Namun berkembang dengan menyasar seluruh kecamatan di Karangasem.

“BBVet Denpasar melakukan pengambilan sampel terhadap anjing suspek rabies. Anjing itu rata-rata anjing liar, tak bertuan atau yang ditemukan di pasar, jalanan. Itu diambil sampelnya untuk memastikan,” ujarnya.

 

Pengambilan sampel yang dilakukan terhadap lima puluh anjing suspek rabies tersebut mengingat tingginya angka kasus gigitan anjing positif rabies di Karangasem pada awal tahun ini. Bahkan dari laporan yang dimiliki Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan data yang sebelumnya 22 kasus hingga Maret kemarin, kini meningkat menjadi 24 kasus gigitan anjing rabies. “Awalnya kan 10 desa yang memang dipetakan aktif ditemukan kasus rabies. Tapi berkembang menyasar seluruh kecamatan. Karena di awal tahun kasus gigitan anjing rabies di Karangasem melesat,” kata Suwata Brata.

 

Untuk saat ini pihaknya tengah menunggu hasil uji lab yang dilakukan BBVet Denpasar terhadap 50 anjing yang diambil sampelnya. Pihaknya berharap, dari 50 anjing yang diambil sampelnya tersebut tidak menunjukan positif rabies.

“Tujuannya agar mencegah kasus rabies di Karangasem meluas lagi,” tandasnya. 

 

Diakui, tingginya kasus gigitan anjing positif rabies ini menjadi atensi. Mengingat jumlah kasus di awal tahun, mencapai setengahnya dari kasus yang terjadi selama setahun di tahun 2021 lalu yang mencapai 42 kasus gigitan anjing rabies. 

 

Suwata Brata menuturkan, kasus gigitan anjing positif rabies ini terjadi di beberapa desa di Karangasem. Padahal desa ini sebelumnya tidak masuk zona rabies. Beberapa Desa yang baru ditemukan kasus gigitan rabies tersebut, seperti Desa Tista, Desa Nawakerti, Desa Tegallinggah, Desa Ngis, Desa Nongan, Desa Bungaya dan Desa Tianyar Barat.



AMLAPURA – Sekitar 50 anjing suspek rabies di hampir semua Kecamatan di Karangasem akan dilakukan uji lab untuk mengetahui kepastian apakah anjing tersebut positif rabies atau tidak. Hal itu dilakukan Balai Besar Veteriner (BBVet) Denpasar, Kamis (7/4) didampingi UPT Pusat Kesehatan Hewan Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Karangasem.

 

Kepala Bidang Pengendalian dan Penanggulangan Bencana Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Kabupaten Karangasem, Putu Gede Suwata Brata mengatakan, sebelumnya terdapat sepuluh desa yang dijadikan lokasi tempat pengambila sampel anjing suspek rabies. Namun berkembang dengan menyasar seluruh kecamatan di Karangasem.

“BBVet Denpasar melakukan pengambilan sampel terhadap anjing suspek rabies. Anjing itu rata-rata anjing liar, tak bertuan atau yang ditemukan di pasar, jalanan. Itu diambil sampelnya untuk memastikan,” ujarnya.

 

Pengambilan sampel yang dilakukan terhadap lima puluh anjing suspek rabies tersebut mengingat tingginya angka kasus gigitan anjing positif rabies di Karangasem pada awal tahun ini. Bahkan dari laporan yang dimiliki Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan data yang sebelumnya 22 kasus hingga Maret kemarin, kini meningkat menjadi 24 kasus gigitan anjing rabies. “Awalnya kan 10 desa yang memang dipetakan aktif ditemukan kasus rabies. Tapi berkembang menyasar seluruh kecamatan. Karena di awal tahun kasus gigitan anjing rabies di Karangasem melesat,” kata Suwata Brata.

 

Untuk saat ini pihaknya tengah menunggu hasil uji lab yang dilakukan BBVet Denpasar terhadap 50 anjing yang diambil sampelnya. Pihaknya berharap, dari 50 anjing yang diambil sampelnya tersebut tidak menunjukan positif rabies.

“Tujuannya agar mencegah kasus rabies di Karangasem meluas lagi,” tandasnya. 

 

Diakui, tingginya kasus gigitan anjing positif rabies ini menjadi atensi. Mengingat jumlah kasus di awal tahun, mencapai setengahnya dari kasus yang terjadi selama setahun di tahun 2021 lalu yang mencapai 42 kasus gigitan anjing rabies. 

 

Suwata Brata menuturkan, kasus gigitan anjing positif rabies ini terjadi di beberapa desa di Karangasem. Padahal desa ini sebelumnya tidak masuk zona rabies. Beberapa Desa yang baru ditemukan kasus gigitan rabies tersebut, seperti Desa Tista, Desa Nawakerti, Desa Tegallinggah, Desa Ngis, Desa Nongan, Desa Bungaya dan Desa Tianyar Barat.



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/