alexametrics
26.5 C
Denpasar
Thursday, July 7, 2022

Janji Politik Masih Zonk, Pegawai Tabanan akan Digerojok TPP Rp277 M

TABANAN – Janji politik pasangan Bupati  dan Wakil Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya dan I Made Edy Wirawan yang akan memperbaiki 100 persen jalan rusak pada tahun petrama kepemimpinan ternyata masih zonk. Alias hanya omong doang (omdo). Yang miris, di saat janji politik saat Pilkada 2020 lalu belum terlaksana, Pemkab Tabanan sudah sesumbar menggerojok pegawai berupa tambahan penghasilan pegawai (TPP) sebesar Rp277 miliar.

 

Sebagaimana diketahui, dalam debat calon kepala daerah dalam Pilkada Tabanan 2020, pasangan Sanjaya-Edy Wirawan sempat berjanji akan menuntaskan seluruh atau 100 persen jalan rusak. Kenyataannya, sejak dilantik pada 26 Februari 2021 sampai setahun masa pemerintahan Jaya-Wira pada 26 Februari 2022, Kabupaten Tabanan masih menyisakan sekitar 78 kilometer jalan rusak.

 

“Hanya lagi 16 persen yang belum kami laksanakan. Kurang lebih 166 kilo (meter). Kami jaminkan bukan hanya 2-3 tahun, kami masa pemerintahan, dalam jangka waktu 1 tahun, karena dengan konsep pemerintah satu jalur, kami akan meningkatkan semua infrastruktur jalan-jalan yang ada di Kabupaten Tabanan,” kata Sanjaya dalam debat calon kepala daerah yang disiarkan lewat Youtube KPU Tabanan, 22 November 2020 lalu.

 

“Menuntaskan jalan kategori rusak 166 kilometer di tahun pertama dan membuka akses Baturiti-Selemadeg Barat,” kata Edi Wirawan.

 

Di sisi lain, saat janji politik memperbaiki jalan rusak belum terpenuhi, pasangan Sanjaya-Edy Wirawan sudah ancang-ancang memberikan tambahan penghasilan pegawai (TPP) selama 12 bulan atau secara penuh pada tahun 2022 ini.  

 

Anggaran untuk TPP ini pun tak tanggung-tanggung. Sekitar Rp 277 miliar dalam setahun. Padahal, bila anggaran untuk TPP ribuan pegawai ini tidak diberikan, sejatinya Pemkab Tabanan bisa menuntaskan jalan rusak pada tahun 2022 ini.

 

Lagi pula, TPP tidak bersifat wajib. Dalam Pasal 39 Ayat (1) Permendagri Nomor 59 tahun 2007 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah disebutkan bahwa pemerintah daerah dapat memberikan TPP berdasarkan pertimbangan yang obyektif dengan memperhatikan kemampuan keuangan daerah dan memperoleh persetujuan DPRD sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Kepala Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) Tabanan, AA Gede Dalem Trisna Ngurah menjelaskan pihaknya dari Pemkab Tabanan telah mengusulkan pemberian TPP kepada seluruh ASN di Tabanan mendapat insentif secara penuh atau 12 bulan di tahun 2022. Hanya saja, hingga kini tahapnya masih berproses.

 

“Belum (cair), masih menunggu rekomendasi dari Kemendagri,” ucapnya saat dikonfirmasi, Jumat (11/3).

 

Pria yang lebih akrab disapa Gung Dalem ini menyebutkan, pihaknya telah mengunggah pengusulan TPP tersebut melalui aplikasi SIMONA.

 

“Itu sudah diunggah melalui aplikasi SIMONA oleh Bagian Organisasi Setda Tabanan,” jelasnya.

 

Disinggung mengenai anggaran dan kapan pencarian dari TPP tersebut, mantan Asisten II Sekda Tabanan ini menyebutkan besaran anggaran yang diusulkan senilai Rp 277 miliar untuk satu tahun. Itu diberikan untuk ribuan pegawai yang merupakan bagian dari Pemkab Tabanan.

 

“Kalau untuk pencariannya kami masih menunggu rekomendasi dari Kemendagri tersebut. Setelah itu (rekomendasi) turun, baru akan kita proses,” pungkasnya.



TABANAN – Janji politik pasangan Bupati  dan Wakil Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya dan I Made Edy Wirawan yang akan memperbaiki 100 persen jalan rusak pada tahun petrama kepemimpinan ternyata masih zonk. Alias hanya omong doang (omdo). Yang miris, di saat janji politik saat Pilkada 2020 lalu belum terlaksana, Pemkab Tabanan sudah sesumbar menggerojok pegawai berupa tambahan penghasilan pegawai (TPP) sebesar Rp277 miliar.

 

Sebagaimana diketahui, dalam debat calon kepala daerah dalam Pilkada Tabanan 2020, pasangan Sanjaya-Edy Wirawan sempat berjanji akan menuntaskan seluruh atau 100 persen jalan rusak. Kenyataannya, sejak dilantik pada 26 Februari 2021 sampai setahun masa pemerintahan Jaya-Wira pada 26 Februari 2022, Kabupaten Tabanan masih menyisakan sekitar 78 kilometer jalan rusak.

 

“Hanya lagi 16 persen yang belum kami laksanakan. Kurang lebih 166 kilo (meter). Kami jaminkan bukan hanya 2-3 tahun, kami masa pemerintahan, dalam jangka waktu 1 tahun, karena dengan konsep pemerintah satu jalur, kami akan meningkatkan semua infrastruktur jalan-jalan yang ada di Kabupaten Tabanan,” kata Sanjaya dalam debat calon kepala daerah yang disiarkan lewat Youtube KPU Tabanan, 22 November 2020 lalu.

 

“Menuntaskan jalan kategori rusak 166 kilometer di tahun pertama dan membuka akses Baturiti-Selemadeg Barat,” kata Edi Wirawan.

 

Di sisi lain, saat janji politik memperbaiki jalan rusak belum terpenuhi, pasangan Sanjaya-Edy Wirawan sudah ancang-ancang memberikan tambahan penghasilan pegawai (TPP) selama 12 bulan atau secara penuh pada tahun 2022 ini.  

 

Anggaran untuk TPP ini pun tak tanggung-tanggung. Sekitar Rp 277 miliar dalam setahun. Padahal, bila anggaran untuk TPP ribuan pegawai ini tidak diberikan, sejatinya Pemkab Tabanan bisa menuntaskan jalan rusak pada tahun 2022 ini.

 

Lagi pula, TPP tidak bersifat wajib. Dalam Pasal 39 Ayat (1) Permendagri Nomor 59 tahun 2007 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah disebutkan bahwa pemerintah daerah dapat memberikan TPP berdasarkan pertimbangan yang obyektif dengan memperhatikan kemampuan keuangan daerah dan memperoleh persetujuan DPRD sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Kepala Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) Tabanan, AA Gede Dalem Trisna Ngurah menjelaskan pihaknya dari Pemkab Tabanan telah mengusulkan pemberian TPP kepada seluruh ASN di Tabanan mendapat insentif secara penuh atau 12 bulan di tahun 2022. Hanya saja, hingga kini tahapnya masih berproses.

 

“Belum (cair), masih menunggu rekomendasi dari Kemendagri,” ucapnya saat dikonfirmasi, Jumat (11/3).

 

Pria yang lebih akrab disapa Gung Dalem ini menyebutkan, pihaknya telah mengunggah pengusulan TPP tersebut melalui aplikasi SIMONA.

 

“Itu sudah diunggah melalui aplikasi SIMONA oleh Bagian Organisasi Setda Tabanan,” jelasnya.

 

Disinggung mengenai anggaran dan kapan pencarian dari TPP tersebut, mantan Asisten II Sekda Tabanan ini menyebutkan besaran anggaran yang diusulkan senilai Rp 277 miliar untuk satu tahun. Itu diberikan untuk ribuan pegawai yang merupakan bagian dari Pemkab Tabanan.

 

“Kalau untuk pencariannya kami masih menunggu rekomendasi dari Kemendagri tersebut. Setelah itu (rekomendasi) turun, baru akan kita proses,” pungkasnya.



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/