alexametrics
25.9 C
Denpasar
Wednesday, May 25, 2022

Ribuan Peserta BPJS Kesehatan di Klungkung Menunggak Iuran Capai Rp7,6 M

SEMARAPURA – Ribuan peserta BPJS kesehatan dari jalur mandiri yakni pekerja bukan penerima upah (PBPU) dan bukan pekerja (BP) di Kabupaten Klungkung menunggak iuran mencapai Rp7,6 miliar. Bahkan tunggakan iuran yang terjadi hingga berbulan-bulan.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Klungkung, Elly Widiani, Kamis (12/5) mengungkapkan jumlah PBPU peserta JKN-KIS di Klungkung mencapai 13.249 peserta, sementara BP sebanyak 3.263 peserta. Hanya saja tidak semua kartu peserta PBPU dan BP mandiri tersebut dalam kondisi aktif.

“Itu karena ada peserta yang menunggak iuran JKN-KIS,” ungkapnya.

Dia menyebutkan, tunggakannya mencapai Rp7,6 miliar. Rinciannya, jumlah peserta PBPU dan BP mandiri kelas I yang menunggak iuran JKN-KIS sebanyak 1.657 peserta dengan nilai tunggakan Rp 3,3 miliar lebih. Sementara kelas II sebanyak 2.091 peserta dengan total nilai tunggakan Rp 2,5 miliar lebih. Sedangkan jumlah peserta kelas III yang menunggak sebanyak 4.234 peserta dengan nilai Rp 1,8 miliar lebih.

Baca Juga:  Airlangga Hartarto: Semoga Ibadah Ramadhan Tahun Ini Lebih Khusyuk

“Sebagian besar telah menunggak lebih dari 3 bulan,” bebernya.

Menurutnya ada sejumlah penyebab tunggakan tersebut dapat terjadi. Selain karena peserta kesulitan biaya pembayaran iuran, ada pula lantaran lupa membayar.

Bagi peserta yang kerap lupa membayar iuran, pihaknya mendorong untuk melakukan pembayaraan autodebit. Sementara bagi yang kesulitan membayar iuran JKN-KIS yang telah menumpuk, BPJS Kesehatan kini memiliki program rencana pembayaran bertahap (Rehab).

- Advertisement -

“Pemanfaatan program Rehab oleh peserta dapat dilakukan melalui BPJS Kesehatan Care Center 165 dan aplikasi Mobile JKN dan berlaku untuk peserta PBPU atau BP yang telah menunggak lebih dari 3 bulan sampai 24 bulan,” ujarnya.

Meski mempermudah, namun menurutnya belum banyak peserta PBPU atau BP yang memanfaatkan program tersebut. Dari ribuan peserta yang menunggak, baru seratusan peserta yang memanfaatkan program tersebut.

Baca Juga:  Ratusan Warga Bugbug Geruduk DPRD Bali, Ungkap Rp14 M Lenyap Setahun

“Selama masih mengangsur iuran JKN-KIS yang tertunggak, kartunya belum aktif,” tandasnya. (ayu)

- Advertisement -

SEMARAPURA – Ribuan peserta BPJS kesehatan dari jalur mandiri yakni pekerja bukan penerima upah (PBPU) dan bukan pekerja (BP) di Kabupaten Klungkung menunggak iuran mencapai Rp7,6 miliar. Bahkan tunggakan iuran yang terjadi hingga berbulan-bulan.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Klungkung, Elly Widiani, Kamis (12/5) mengungkapkan jumlah PBPU peserta JKN-KIS di Klungkung mencapai 13.249 peserta, sementara BP sebanyak 3.263 peserta. Hanya saja tidak semua kartu peserta PBPU dan BP mandiri tersebut dalam kondisi aktif.

“Itu karena ada peserta yang menunggak iuran JKN-KIS,” ungkapnya.

Dia menyebutkan, tunggakannya mencapai Rp7,6 miliar. Rinciannya, jumlah peserta PBPU dan BP mandiri kelas I yang menunggak iuran JKN-KIS sebanyak 1.657 peserta dengan nilai tunggakan Rp 3,3 miliar lebih. Sementara kelas II sebanyak 2.091 peserta dengan total nilai tunggakan Rp 2,5 miliar lebih. Sedangkan jumlah peserta kelas III yang menunggak sebanyak 4.234 peserta dengan nilai Rp 1,8 miliar lebih.

Baca Juga:  DBD Renggut Nyawa Siswa SD di Karangasem

“Sebagian besar telah menunggak lebih dari 3 bulan,” bebernya.

Menurutnya ada sejumlah penyebab tunggakan tersebut dapat terjadi. Selain karena peserta kesulitan biaya pembayaran iuran, ada pula lantaran lupa membayar.

Bagi peserta yang kerap lupa membayar iuran, pihaknya mendorong untuk melakukan pembayaraan autodebit. Sementara bagi yang kesulitan membayar iuran JKN-KIS yang telah menumpuk, BPJS Kesehatan kini memiliki program rencana pembayaran bertahap (Rehab).

“Pemanfaatan program Rehab oleh peserta dapat dilakukan melalui BPJS Kesehatan Care Center 165 dan aplikasi Mobile JKN dan berlaku untuk peserta PBPU atau BP yang telah menunggak lebih dari 3 bulan sampai 24 bulan,” ujarnya.

Meski mempermudah, namun menurutnya belum banyak peserta PBPU atau BP yang memanfaatkan program tersebut. Dari ribuan peserta yang menunggak, baru seratusan peserta yang memanfaatkan program tersebut.

Baca Juga:  Pastikan Kenyamanan Pemudik, BPJS Kesehatan Siapkan Posko Mudik

“Selama masih mengangsur iuran JKN-KIS yang tertunggak, kartunya belum aktif,” tandasnya. (ayu)


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/