alexametrics
25.4 C
Denpasar
Thursday, October 6, 2022

Padudusan Agung di Puri Tegal Denpasar Pemecutan Bangkitkan Taksu Bali

DENPASAR, radarbali.id- Puri Tegal Denpasar Pemecutan mengelar Karya Agung Upacara Padudusan Agung lan Piodalan Ida Ratu Bhatara-Bhatari Puri Tegal Denpasar Pemecutan jangkep antuk Pecaruan Manca Kelud Rsi Gana bertepatan dengan Purnama Karo pada Jumat (12/8/2022) pagi.

Karya Agung Upacara Padudusan Agung Puri Tegal Denpasar Pemecutan ini mengambil tingkatan utamaning utama dan dipuput oleh dua pendeta Hindu, yakni Ida Peranda Manggis Keniten Siladan dari Geriya Siladan,Taman Bali, Bangli dan Ida Peranda Buda Sukawati dari Sukawati, Gianyar.

Aura kesucian dan kuatnya taksu Bali bangkit bersinar dan terpancar dari Puri Tegal Denpasar Pemecutan melalui Karya Agung Upacara Padudusan Agung ini di mana puri ini yang menjadi centre of excellent, pusat pelestarian kearifan lokal Bali dan upaya menjaga taksu Bali.

Hal ini tidak terlepas dari kiprah Agung Manik Danendra (AMD) selaku Pemucuk Puri Tegal Denpasar Pemecutan.

AMD dikenal tokoh Bali, Sultan Dermawan yang gemar berbagi dan gemar beryadnya.

Alunan genta yang mengiringi mantra-mantra suci terdengar jelas di Puri Tegal Denpasar Pemecutan yang beralamat di Jalan Gunung Karang II Denpasar ini.

Tak hanya itu, suara gamelan yang mengiringi Tarian Rejang Dewa, Tari Jauk, Tari Topeng Sidakarya, Wayang Lemah juga dipentaskan di puri atau keraton megah dari Agung Manik Danendra (AMD), Pemucuk Puri Tegal Denpasar Pemecutan.

Puri Tegal Denpasar Pemecutan dan Agung Manik Danendra (AMD) selaku Pemucuk Puri Tegal Denpasar Pemecutan terus berada di garda terdepan untuk menjaga, menguatkan, dan terus memancarkan sinar taksu Bali untuk membentengi Bali.

Di mana Bali dikenal dengan kekuatan magis dan taksunya yang tidak bisa ditemukan di tempat lain. Taksu adalah aura dan kekuatan spiritual, kesucian yang memberikan kekuatan dan daya tarik untuk Bali dan mendatangkan kebaikan serta kedamaian bagi Pulau Dewata.

Dengan berbagai ritual keagamaan dan kegiatan seni budaya, serta sosial ke masyarakat hingga aksi kebangasaan menjadikan Puri Tegal Denpasar Pemecutan dan AMD sebagai tokoh sentralnya patut menjadi contoh bagaimana menguatkan taksu Bali.

AMD yang dikenal sebagai tokoh Bali dengan intelektualitas dan spiritualitas tinggi ini menyampaikan upacara Padudusan Agung ini juga merupakan wujud bakti dirinya bersama Pasemeton Ageng Puri Tegal Denpasar Pemecutan dalam menjaga taksu Bali agar semakin bersinar lagi.

Upacara ini merupakan kelanjutan Upacara Karya Agung Upacara Pakelem Agung Pamahayu Jagat Lan Pamelastian Ida Ratu Bhatara-Bhatari Puri Tegal Denpasar Pemecutan yang digelar di Pantai Matahari Terbit, Sanur, Denpasar, Kamis 4 November 2021.

Yang saat itu dihadiri Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, Ketua PHDI Bali, para Penglingsir Puri-Puri se-Denpasar dan undangan lainnya yang tujuannya mendoakan keselamatan jagat, dan dunia bisa bebas dari gering agung (wabah, red) pandemi Covid-19.

Baca Juga:  Begini Kondisi Pengemudi dan Penumpang Mobil Polisi Tabrak Tiang

Dalam puncak Karya Pedudusan Agung yang berlangsung sakral ini dan penuh taksu ini, tampak hadir pula sejumlah tokoh puri dari seluruh Bali, Pasemetonan Ageng Puri Denpasar, dan Pasemetonan Ageng Puri Tegal Denpasar Pemecutan, Ketua PHDI Denpasar Made Arka, Senator dari Bali Arya Wedakarna (AWK), Kelian Dinas, dan Manggala Adat Banjar Tegal Denpasar serta undangan lainnya.

Para pengayah Puri Tegal Denpasar Pemecutan juga tampak tumpah ruah menunjukkan rasa baktinya dengan ikut ngayah dan penuh kebersamaan berbaur dengan keluarga besar dan pasemetonan puri.

AMD yang memang benar-benar Pejuang Hindu Nusantara kiprah nyatanya tak diragukan dalam membantu umat dan menguatkan taksu Bali ini menyampaikan, karya tersebut merupakan rangkaian puncak yang sebelumnya dilakukan Pakelem Agung lan Pemelastian yang sebelumnya telah dilakukan di Pantai Sanur.

Tak hanya itu, kata AMD yang bernama lengkap Dr. Anak Agung Ngurah Manik Danendra, SH., MH., MKn., ini, Padudusan Agung ini juga sebagai wujud harmonisasi sesuai dengan Tri Hita Karana, yakni hubungan dengan Tuhan, alam, dan manusia.

Upacara Padudusan Agung dan rangkaian upacara lainnya ini juga menjadi bukti keseriusan AMD dan Pasemetonan Ageng Puri Tegal Denpasar Pemecutan untuk menjaga, menguatkan dan terus memancarkan taksu Bali di Pulau Dewata.

“Tiang sebagai bagian dari umat Hindu merasa bangga bisa melakukan yadnya (korban suci yang dihaturkan dengan tulus ikhlas, red) seperti ini dan tiang sebagai bagian dari Pasemetonan Agung Tegal Denpasar Pemecutan, berusaha untuk menjaga taksu Bali, spirit Bali, roh Bali.

Dan taksu Bali itu salah satunya ada pada adat istiadat dan budaya kita seperti piodalan, bebantenan sesuai dengan sastra,” papar Cucunda dari I Gusti Ngurah Oka Pugur Pemecutan/Cok Ode, yang dikenal tokoh legendaris dua zaman, pendiri Desa Adat Denpasar ini.

“Tiang tegaskan bahwa taksu Bali ini akan terus terjaga dan lestari apabila semua umat Hindu bisa menjaga Bali dengan adat dan budaya seperti ini.

Semoga apa yang menjadi tujuan bisa tercapai, menjaga taksu Bali menjaga keselamatan Bali secara khusus dan Indonesia secara umum,” ungkap AMD.

“Jadi kita berusaha untuk menjaga taksu Bali, menjaga budaya Bali, serta berusaha untuk menjaga roh spirit Bali bisa terus terjaga bila perlu agar mengeluarkan taksu yang lebih lagi kuat dan hebat.

Sehingga kita mendapat kesejahteraan.dan sebagai masyarakat Bali kita bangga telah mewarisi adat dan budaya seperti ini,” imbuh AMD.

Puri Tegal Denpasar Pemecutan, tepatnya di Jalan Gunung Karang II Denpasar, Banjar Tegal Dukuh Anyar, Kelurahan Pemecutan, Denpasar ini melakukan Karya Agung Pedudusan bersamaan dengan Pujawali ke-20 semenjak dari pengambilan Sah Jiwabumi di Keraton Tegal Denpasar lama, yaitu Kodam IX Udayana sekarang.

Baca Juga:  Bupati Badung Minta Tak Ada yang Dirugikan

AMD sempat menyampaikan bahwa kakek buyut terakhir tahun 1906 berada memerintah di lokasi tersebut dan gugur saat Perang Puputan Badung melawan Belanda.

“Tiang sekeluarga melaksanakan swadarma sebagai Pretisentana Ida Ratu Paduka Betara Betari. Bebantenan yang digunakan juga telah sesuai dengan sastra yang ada dengan tingkatan utamaning utama,” kata AMD yang dikenal juga sebagai tokoh Pejuang Hindu Nusantara yang telah banyak membantu umat dan membantu pembangunan pura di luar Bali seperti di Jawa hingga Sumatera.

Tidak hanya dilaksanakan Dewa Yadnya, Pitra Yadnya, dan Butha Yadnya, dalam Karya Agung Upacara Padudusan Agung lan Piodalan Ida Ratu Bhatara-Bhatari Puri Tegal Denpasar Pemecutan jangkep antuk Pecaruan Manca Kelud Rsi Gana ini, dilaksanakan pula Rsi Yadnya di mana AMD selaku Pemucuk Puri Tegal Denpasar Pemecutan menghaturkan Rsi Punia kepada para sulinggih atau orang-orang suci.

Sementara itu, ada yang unik juga dalam Upacara Padudusan Agung di Puri Tegal Denpasar Pemecutan ini di mana para penabuh gamelan semuanya merupakan perempuan. Hal ini juga sebagai bentuk nyata perhatian AMD kepada pemberdayaan perempuan dan mendukung kesetaraan gender.

“Kita harus hormati dan muliakan perempuan serta dukung mereka dalam berbagai kreativitas sehingga kesetaraan gender ini bisa terwujud,” kata AMD yang tercatat banyak memberikan bantuan kepada masyarakat hingga pemerintah.

Berbagai apresiasi dari tokoh Bali dan tokoh umat Hindu disampaikan berkaitan dengan Upacara Padudusan Agung di Puri Tegal Denpasar Pemecutan ini.

Seperti halnya yang disampaikan Ketua PHDI Kota Denpasar, I Made Arka. Ia mengatakan upacara ini merupakan salah satu implementasi bahwa sebagai umat Hindu antara manusia dengan parahyangan-nya (tempat bersembahyang umat Hindu, red) tetap saling menjaga hubungan.

“Maka dari itu ini adalah satu cara bagaimana kita bisa mengimplementasikan bakti kita kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa untuk hal yang memang sifatnya spiritual agar kita memang betul-betul menjadi umat hindu lebih baik ke depannya,” kata Arka.

Anggota DPD RI dari Bali, Arya Wedakarna (AWK) mengapresiasi Karya Padudusan Agung merupakan suatu konsistensi dari AMD dan Puri Tegal Denpasar Pemecutan menjaga taksu Bali dan melestarikan budaya Bali.

AWK bahkan mengaku perlu banyak belajar dari Puri Tegal Denpasar Pemecutan dan kiprah seorang AMD dalam ikut menjaga taksu Bali, membantu umat Hindu dan melestarikan kebudayaan Bali. (rba/ken)

 

 



DENPASAR, radarbali.id- Puri Tegal Denpasar Pemecutan mengelar Karya Agung Upacara Padudusan Agung lan Piodalan Ida Ratu Bhatara-Bhatari Puri Tegal Denpasar Pemecutan jangkep antuk Pecaruan Manca Kelud Rsi Gana bertepatan dengan Purnama Karo pada Jumat (12/8/2022) pagi.

Karya Agung Upacara Padudusan Agung Puri Tegal Denpasar Pemecutan ini mengambil tingkatan utamaning utama dan dipuput oleh dua pendeta Hindu, yakni Ida Peranda Manggis Keniten Siladan dari Geriya Siladan,Taman Bali, Bangli dan Ida Peranda Buda Sukawati dari Sukawati, Gianyar.

Aura kesucian dan kuatnya taksu Bali bangkit bersinar dan terpancar dari Puri Tegal Denpasar Pemecutan melalui Karya Agung Upacara Padudusan Agung ini di mana puri ini yang menjadi centre of excellent, pusat pelestarian kearifan lokal Bali dan upaya menjaga taksu Bali.

Hal ini tidak terlepas dari kiprah Agung Manik Danendra (AMD) selaku Pemucuk Puri Tegal Denpasar Pemecutan.

AMD dikenal tokoh Bali, Sultan Dermawan yang gemar berbagi dan gemar beryadnya.

Alunan genta yang mengiringi mantra-mantra suci terdengar jelas di Puri Tegal Denpasar Pemecutan yang beralamat di Jalan Gunung Karang II Denpasar ini.

Tak hanya itu, suara gamelan yang mengiringi Tarian Rejang Dewa, Tari Jauk, Tari Topeng Sidakarya, Wayang Lemah juga dipentaskan di puri atau keraton megah dari Agung Manik Danendra (AMD), Pemucuk Puri Tegal Denpasar Pemecutan.

Puri Tegal Denpasar Pemecutan dan Agung Manik Danendra (AMD) selaku Pemucuk Puri Tegal Denpasar Pemecutan terus berada di garda terdepan untuk menjaga, menguatkan, dan terus memancarkan sinar taksu Bali untuk membentengi Bali.

Di mana Bali dikenal dengan kekuatan magis dan taksunya yang tidak bisa ditemukan di tempat lain. Taksu adalah aura dan kekuatan spiritual, kesucian yang memberikan kekuatan dan daya tarik untuk Bali dan mendatangkan kebaikan serta kedamaian bagi Pulau Dewata.

Dengan berbagai ritual keagamaan dan kegiatan seni budaya, serta sosial ke masyarakat hingga aksi kebangasaan menjadikan Puri Tegal Denpasar Pemecutan dan AMD sebagai tokoh sentralnya patut menjadi contoh bagaimana menguatkan taksu Bali.

AMD yang dikenal sebagai tokoh Bali dengan intelektualitas dan spiritualitas tinggi ini menyampaikan upacara Padudusan Agung ini juga merupakan wujud bakti dirinya bersama Pasemeton Ageng Puri Tegal Denpasar Pemecutan dalam menjaga taksu Bali agar semakin bersinar lagi.

Upacara ini merupakan kelanjutan Upacara Karya Agung Upacara Pakelem Agung Pamahayu Jagat Lan Pamelastian Ida Ratu Bhatara-Bhatari Puri Tegal Denpasar Pemecutan yang digelar di Pantai Matahari Terbit, Sanur, Denpasar, Kamis 4 November 2021.

Yang saat itu dihadiri Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, Ketua PHDI Bali, para Penglingsir Puri-Puri se-Denpasar dan undangan lainnya yang tujuannya mendoakan keselamatan jagat, dan dunia bisa bebas dari gering agung (wabah, red) pandemi Covid-19.

Baca Juga:  Telan Anggaran Rp 37 M, Pembangunan Dermaga Danau Beratan Belum Rampung

Dalam puncak Karya Pedudusan Agung yang berlangsung sakral ini dan penuh taksu ini, tampak hadir pula sejumlah tokoh puri dari seluruh Bali, Pasemetonan Ageng Puri Denpasar, dan Pasemetonan Ageng Puri Tegal Denpasar Pemecutan, Ketua PHDI Denpasar Made Arka, Senator dari Bali Arya Wedakarna (AWK), Kelian Dinas, dan Manggala Adat Banjar Tegal Denpasar serta undangan lainnya.

Para pengayah Puri Tegal Denpasar Pemecutan juga tampak tumpah ruah menunjukkan rasa baktinya dengan ikut ngayah dan penuh kebersamaan berbaur dengan keluarga besar dan pasemetonan puri.

AMD yang memang benar-benar Pejuang Hindu Nusantara kiprah nyatanya tak diragukan dalam membantu umat dan menguatkan taksu Bali ini menyampaikan, karya tersebut merupakan rangkaian puncak yang sebelumnya dilakukan Pakelem Agung lan Pemelastian yang sebelumnya telah dilakukan di Pantai Sanur.

Tak hanya itu, kata AMD yang bernama lengkap Dr. Anak Agung Ngurah Manik Danendra, SH., MH., MKn., ini, Padudusan Agung ini juga sebagai wujud harmonisasi sesuai dengan Tri Hita Karana, yakni hubungan dengan Tuhan, alam, dan manusia.

Upacara Padudusan Agung dan rangkaian upacara lainnya ini juga menjadi bukti keseriusan AMD dan Pasemetonan Ageng Puri Tegal Denpasar Pemecutan untuk menjaga, menguatkan dan terus memancarkan taksu Bali di Pulau Dewata.

“Tiang sebagai bagian dari umat Hindu merasa bangga bisa melakukan yadnya (korban suci yang dihaturkan dengan tulus ikhlas, red) seperti ini dan tiang sebagai bagian dari Pasemetonan Agung Tegal Denpasar Pemecutan, berusaha untuk menjaga taksu Bali, spirit Bali, roh Bali.

Dan taksu Bali itu salah satunya ada pada adat istiadat dan budaya kita seperti piodalan, bebantenan sesuai dengan sastra,” papar Cucunda dari I Gusti Ngurah Oka Pugur Pemecutan/Cok Ode, yang dikenal tokoh legendaris dua zaman, pendiri Desa Adat Denpasar ini.

“Tiang tegaskan bahwa taksu Bali ini akan terus terjaga dan lestari apabila semua umat Hindu bisa menjaga Bali dengan adat dan budaya seperti ini.

Semoga apa yang menjadi tujuan bisa tercapai, menjaga taksu Bali menjaga keselamatan Bali secara khusus dan Indonesia secara umum,” ungkap AMD.

“Jadi kita berusaha untuk menjaga taksu Bali, menjaga budaya Bali, serta berusaha untuk menjaga roh spirit Bali bisa terus terjaga bila perlu agar mengeluarkan taksu yang lebih lagi kuat dan hebat.

Sehingga kita mendapat kesejahteraan.dan sebagai masyarakat Bali kita bangga telah mewarisi adat dan budaya seperti ini,” imbuh AMD.

Puri Tegal Denpasar Pemecutan, tepatnya di Jalan Gunung Karang II Denpasar, Banjar Tegal Dukuh Anyar, Kelurahan Pemecutan, Denpasar ini melakukan Karya Agung Pedudusan bersamaan dengan Pujawali ke-20 semenjak dari pengambilan Sah Jiwabumi di Keraton Tegal Denpasar lama, yaitu Kodam IX Udayana sekarang.

Baca Juga:  Sopir Truk Tewas Tertimbun Material di Galian C Sebudi

AMD sempat menyampaikan bahwa kakek buyut terakhir tahun 1906 berada memerintah di lokasi tersebut dan gugur saat Perang Puputan Badung melawan Belanda.

“Tiang sekeluarga melaksanakan swadarma sebagai Pretisentana Ida Ratu Paduka Betara Betari. Bebantenan yang digunakan juga telah sesuai dengan sastra yang ada dengan tingkatan utamaning utama,” kata AMD yang dikenal juga sebagai tokoh Pejuang Hindu Nusantara yang telah banyak membantu umat dan membantu pembangunan pura di luar Bali seperti di Jawa hingga Sumatera.

Tidak hanya dilaksanakan Dewa Yadnya, Pitra Yadnya, dan Butha Yadnya, dalam Karya Agung Upacara Padudusan Agung lan Piodalan Ida Ratu Bhatara-Bhatari Puri Tegal Denpasar Pemecutan jangkep antuk Pecaruan Manca Kelud Rsi Gana ini, dilaksanakan pula Rsi Yadnya di mana AMD selaku Pemucuk Puri Tegal Denpasar Pemecutan menghaturkan Rsi Punia kepada para sulinggih atau orang-orang suci.

Sementara itu, ada yang unik juga dalam Upacara Padudusan Agung di Puri Tegal Denpasar Pemecutan ini di mana para penabuh gamelan semuanya merupakan perempuan. Hal ini juga sebagai bentuk nyata perhatian AMD kepada pemberdayaan perempuan dan mendukung kesetaraan gender.

“Kita harus hormati dan muliakan perempuan serta dukung mereka dalam berbagai kreativitas sehingga kesetaraan gender ini bisa terwujud,” kata AMD yang tercatat banyak memberikan bantuan kepada masyarakat hingga pemerintah.

Berbagai apresiasi dari tokoh Bali dan tokoh umat Hindu disampaikan berkaitan dengan Upacara Padudusan Agung di Puri Tegal Denpasar Pemecutan ini.

Seperti halnya yang disampaikan Ketua PHDI Kota Denpasar, I Made Arka. Ia mengatakan upacara ini merupakan salah satu implementasi bahwa sebagai umat Hindu antara manusia dengan parahyangan-nya (tempat bersembahyang umat Hindu, red) tetap saling menjaga hubungan.

“Maka dari itu ini adalah satu cara bagaimana kita bisa mengimplementasikan bakti kita kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa untuk hal yang memang sifatnya spiritual agar kita memang betul-betul menjadi umat hindu lebih baik ke depannya,” kata Arka.

Anggota DPD RI dari Bali, Arya Wedakarna (AWK) mengapresiasi Karya Padudusan Agung merupakan suatu konsistensi dari AMD dan Puri Tegal Denpasar Pemecutan menjaga taksu Bali dan melestarikan budaya Bali.

AWK bahkan mengaku perlu banyak belajar dari Puri Tegal Denpasar Pemecutan dan kiprah seorang AMD dalam ikut menjaga taksu Bali, membantu umat Hindu dan melestarikan kebudayaan Bali. (rba/ken)

 

 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/