alexametrics
26.8 C
Denpasar
Sunday, July 3, 2022

Puluhan Anak di Klungkung Alami Gizi Buruk

SEMARAPURA- Setiap tahun ada saja anak di Kabupaten Klungkung yang dilaporkan mengalami gizi buruk. Bahkan ada puluhan anak yang dilaporkan mengalami gizi buruk di tahun ini. Sebagian besar masalah gizi buruk yang terjadi pada anak lantaran pengaruh pola asuh.

 

Kadis Kesehatan Klungkung, Made Adi Swapadni mengungkapkan, ada sebanyak 25 anak di Klungkung yang dilaporkan mengalami gizi buruk hingga tahun 2022. Dengan perlakukan intervensi, yakni pemberian makanan tambahan (PMT) dan lainnya, sebanyak 17 anak telah mengalami perbaikan gizi menjadi gizi kurang dan normal. Sehingga tersisa 8 orang anak yang mengalami gizi buruk. “Ketika mereka sudah normal, intervensinya dihentikan namun dipantau terus setiap bulannya,” jelas Kadis Senin (15/3).

 

Menurutnya ada sejumlah faktor penyebab anak mengalami kekurangan nutrisi atau malnutrisi. Di antaranya akibat kemiskinan, pola asuh dan kelainan. Malnutrisi yang terjadi pada anak di Kabupaten Klungkung didominasi akibat pola asuh. “Contohnya karena orang tua sibuk bekerja, anaknya dititipkan kepada neneknya. Agar anak itu mau diam, diberikan makanan ringan dan lainnya yang tidak bergizi,” katanya.

 

Itu sebabnya malnutrisi justru banyak terjadi pada anak-anak Klungkung di wilayah perkotaan. Bahkan dari segi ekonomi tergolong berada. “Sehingga memang program kami turun ke lapangan sekarang melakukan edukasi gizi seimbang. Supaya masyarakat tahu bagaimana sebenarnya memilih makanan,” tandasnya.



SEMARAPURA- Setiap tahun ada saja anak di Kabupaten Klungkung yang dilaporkan mengalami gizi buruk. Bahkan ada puluhan anak yang dilaporkan mengalami gizi buruk di tahun ini. Sebagian besar masalah gizi buruk yang terjadi pada anak lantaran pengaruh pola asuh.

 

Kadis Kesehatan Klungkung, Made Adi Swapadni mengungkapkan, ada sebanyak 25 anak di Klungkung yang dilaporkan mengalami gizi buruk hingga tahun 2022. Dengan perlakukan intervensi, yakni pemberian makanan tambahan (PMT) dan lainnya, sebanyak 17 anak telah mengalami perbaikan gizi menjadi gizi kurang dan normal. Sehingga tersisa 8 orang anak yang mengalami gizi buruk. “Ketika mereka sudah normal, intervensinya dihentikan namun dipantau terus setiap bulannya,” jelas Kadis Senin (15/3).

 

Menurutnya ada sejumlah faktor penyebab anak mengalami kekurangan nutrisi atau malnutrisi. Di antaranya akibat kemiskinan, pola asuh dan kelainan. Malnutrisi yang terjadi pada anak di Kabupaten Klungkung didominasi akibat pola asuh. “Contohnya karena orang tua sibuk bekerja, anaknya dititipkan kepada neneknya. Agar anak itu mau diam, diberikan makanan ringan dan lainnya yang tidak bergizi,” katanya.

 

Itu sebabnya malnutrisi justru banyak terjadi pada anak-anak Klungkung di wilayah perkotaan. Bahkan dari segi ekonomi tergolong berada. “Sehingga memang program kami turun ke lapangan sekarang melakukan edukasi gizi seimbang. Supaya masyarakat tahu bagaimana sebenarnya memilih makanan,” tandasnya.



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/