alexametrics
26.5 C
Denpasar
Monday, July 4, 2022

Pekerjaan di Bali Sepi, Warga Karangasem Berbondong ke Luar Negeri

AMLAPURA – Pandemi Covid-19 selama dua tahun lebih ini membuat banyak usaha yang tutup. Terutama di bidang pariwisata. Akibatnya, jumlah pekerjaan di Bali pun masih sepi. Karena itu, minat warga, seperti di Karangasem, untuk bekerja di luar negeri pun tinggi. Mereka berbondong-bondong ingin bekerja ke luar negeri. 

Hal itu bisa dilihat dari jumlah permohonan untuk bekerja di luar negeri yang cukup tinggi di Karangasem. Sejak memasuki tahun 2022, warga Karangasem yang mengajukan permohonan ke luar negeri pada triwulan pertama tercatat sudah 90 orang. 

 

Sekdis Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Karangasem, Ida Bagus Eka Ananta mengungkapkan, sebelum berangkat, calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) ini terlebih dahulu mencari Permohonan AK 1 (Kartu Kuning), selanjutnya mencari rekomendasi paspor dan permohonan penerbitan ID CPMI.

Saat itulah, pihaknya juga langsung melakukan pendataan terhadap PMI yang bakal berangkat.

“Ada yang berangkat ke kapal pesiar, ada juga yang bekerja di darat,” ujarnya Kamis (14/4).

 

Di bulan Januari 2022 misalnya, jumlah warga Karangasem yang mengurus keberangkatanya melalui Dinas Ketenagakerjaan mencapai 45 orang dengan rincian 26 laki  19 perempuan.

“Paling banyak ke Eropa,” kata Eka Ananta.

 

Sedangkan pada bulan Februari, jumlah yang mencari permohonan mencapai 45 orang. Negara paling banyak yang dituju seperti Itali, Maladiva Rusoa Polandia da Uni Emirat Arab.

“Italia masih menjadi negara tujuan paling banyak yakni 12 orang,” sebutnya.

 

Mantan Camat Abang ini menambahkan, hingga bulan April ini, sudah terdata 143 orang yang masih menunggu keberangkatan ke luar negeri. Mereka, sudah terdaftar. Hanya saja masih menunggu waktu keberangkatan dari masing-masinf agen.

“Kami hanya bisa melakukan pendataan warga berangkat. Negara tujuan, nama agen juga didata. Karena ketika terjadi hal yang tidak diinginkan, setidaknya mereka sudah terdata di Disnakertrans,” tandasnya.



AMLAPURA – Pandemi Covid-19 selama dua tahun lebih ini membuat banyak usaha yang tutup. Terutama di bidang pariwisata. Akibatnya, jumlah pekerjaan di Bali pun masih sepi. Karena itu, minat warga, seperti di Karangasem, untuk bekerja di luar negeri pun tinggi. Mereka berbondong-bondong ingin bekerja ke luar negeri. 

Hal itu bisa dilihat dari jumlah permohonan untuk bekerja di luar negeri yang cukup tinggi di Karangasem. Sejak memasuki tahun 2022, warga Karangasem yang mengajukan permohonan ke luar negeri pada triwulan pertama tercatat sudah 90 orang. 

 

Sekdis Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Karangasem, Ida Bagus Eka Ananta mengungkapkan, sebelum berangkat, calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) ini terlebih dahulu mencari Permohonan AK 1 (Kartu Kuning), selanjutnya mencari rekomendasi paspor dan permohonan penerbitan ID CPMI.

Saat itulah, pihaknya juga langsung melakukan pendataan terhadap PMI yang bakal berangkat.

“Ada yang berangkat ke kapal pesiar, ada juga yang bekerja di darat,” ujarnya Kamis (14/4).

 

Di bulan Januari 2022 misalnya, jumlah warga Karangasem yang mengurus keberangkatanya melalui Dinas Ketenagakerjaan mencapai 45 orang dengan rincian 26 laki  19 perempuan.

“Paling banyak ke Eropa,” kata Eka Ananta.

 

Sedangkan pada bulan Februari, jumlah yang mencari permohonan mencapai 45 orang. Negara paling banyak yang dituju seperti Itali, Maladiva Rusoa Polandia da Uni Emirat Arab.

“Italia masih menjadi negara tujuan paling banyak yakni 12 orang,” sebutnya.

 

Mantan Camat Abang ini menambahkan, hingga bulan April ini, sudah terdata 143 orang yang masih menunggu keberangkatan ke luar negeri. Mereka, sudah terdaftar. Hanya saja masih menunggu waktu keberangkatan dari masing-masinf agen.

“Kami hanya bisa melakukan pendataan warga berangkat. Negara tujuan, nama agen juga didata. Karena ketika terjadi hal yang tidak diinginkan, setidaknya mereka sudah terdata di Disnakertrans,” tandasnya.



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/