alexametrics
27.8 C
Denpasar
Friday, July 1, 2022

Gencar Promosi, Penjualan Garam Kusamba Masih Belum Maksimal

SEMARAPURA – Pemkab Klungkung terus berupaya agar garam tradisional Kusamba atau yang lebih dikenal dengan Uyah Kusamba dapat bersaing di toko modern. Hanya saja pada kenyataannya pemasaran Uyah Kusamba belum maksimal di toko modern.

Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta mengungkapkan, hanya beberapa koperasi dan supermarket yang selama ini secara rutin memesan Uyah Kusamba. Sementara swalayan dan holding yang dipilih sebagai distributor sudah satu tahun belakangan ini tidak ada pengambilan Uyah Kusamba.

“Saya berharap sekali Uyah Kusamba ini menjadi tuan di rumahnya sendiri. Walau pun ada ekspor itu sebagai ekspansi pelayanan ditengah-tengah kebutuhan lokal,” ujarnya.

Untuk itu pihaknya menugaskan Koperasi LEPP. Mina Segara Dana sebagai koperasi yang ditunjuk untuk mengelola garam tradisional Kusamba produksi para petani garam di Kusamba untuk mengambil alih secara total pemasaran garam tersebut. Apalagi belakangan ini terjadi perbedaan harga Uyah Kusamba di pasaran lantaran terjadinya proses distribusi yang lebih panjang di sejumlah toko.

“Sehingga Uyah Kusamba yang semestinya maksimal Rp 6 ribu per kemasan, bisa lebih hingga Rp 6.500 per kemasan. Yang mana hal itu akan mempengaruhi persaingan Uyah Kusamba di pasaran,” terangnya.

Lebih lanjut pihaknya mengajak para pengusaha di bidang ritel untuk komitmen membantu berkembangnya UMKM lokal Klungkung. Sebab berdasarkan pantauannya, dia melihat Uyah Kusamba ditempatkan di tempat yang kurang strategis dan tidak ditempatkan dengan produk serupa.

“Saya akan pertegas dinas terkait untuk memantau produk lokal Klungkung yang dijual di minimarket agar semua minimarket lebih serius,” tandasnya. (ayu)



SEMARAPURA – Pemkab Klungkung terus berupaya agar garam tradisional Kusamba atau yang lebih dikenal dengan Uyah Kusamba dapat bersaing di toko modern. Hanya saja pada kenyataannya pemasaran Uyah Kusamba belum maksimal di toko modern.

Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta mengungkapkan, hanya beberapa koperasi dan supermarket yang selama ini secara rutin memesan Uyah Kusamba. Sementara swalayan dan holding yang dipilih sebagai distributor sudah satu tahun belakangan ini tidak ada pengambilan Uyah Kusamba.

“Saya berharap sekali Uyah Kusamba ini menjadi tuan di rumahnya sendiri. Walau pun ada ekspor itu sebagai ekspansi pelayanan ditengah-tengah kebutuhan lokal,” ujarnya.

Untuk itu pihaknya menugaskan Koperasi LEPP. Mina Segara Dana sebagai koperasi yang ditunjuk untuk mengelola garam tradisional Kusamba produksi para petani garam di Kusamba untuk mengambil alih secara total pemasaran garam tersebut. Apalagi belakangan ini terjadi perbedaan harga Uyah Kusamba di pasaran lantaran terjadinya proses distribusi yang lebih panjang di sejumlah toko.

“Sehingga Uyah Kusamba yang semestinya maksimal Rp 6 ribu per kemasan, bisa lebih hingga Rp 6.500 per kemasan. Yang mana hal itu akan mempengaruhi persaingan Uyah Kusamba di pasaran,” terangnya.

Lebih lanjut pihaknya mengajak para pengusaha di bidang ritel untuk komitmen membantu berkembangnya UMKM lokal Klungkung. Sebab berdasarkan pantauannya, dia melihat Uyah Kusamba ditempatkan di tempat yang kurang strategis dan tidak ditempatkan dengan produk serupa.

“Saya akan pertegas dinas terkait untuk memantau produk lokal Klungkung yang dijual di minimarket agar semua minimarket lebih serius,” tandasnya. (ayu)



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/