alexametrics
28.8 C
Denpasar
Thursday, June 30, 2022

Peternak Babi di Karangasem Pusing Akibat Harga Pakan Meroket

AMLAPURA – Peternak babi di Karangasem mengaku pusing dengan naiknya harga pakan ternak akhir-akhir ini. Pakan ternak jenis poral mengalami kenaikan harga cukup tinggi sejak beberapa minggu terakhir. 

 

Salah seorang peternak rakyat asal Desa Abang, Kecamatan Abang I Nengah Darma mengungkapkan, kondisi kenaikan pakan ternak babi terjadi sejak beberapa minggu terakhir ini. Untuk pakan jenis poral yang semula harganya Rp 175 ribu per karung naik menjadi Rp 205 ribu per karung.

 

“Perkarung isi 40 kilogram. Ada selisih kenaikan Rp 30 ribu. Tentu ini membuat peternak tertekan,” ujarnya Minggu (15/5).

 

Darma mengungkapkan, kenaikan harga pakan ternak ini sangat dirasakan peternak. Terutama yang memilihara babi dalam jumlah banyak. Mengingat pakan yang diberikan dalam jumlah besar.

 

“Otomatis pengeluaran peternak besar semakin mebengkak. Belum lagi dibebankan dengan biaya pembersihan kandang menggunakan disinfekta pasca ASF merebak,” katanya.

 

Kondisi diperparah, di tengah naiknya harga pakan ternak jenis poral, tidak dibarengi dengan kenaikan harga daging babi.

 

“Malah justru turun harganya (daging). Yang semula harga daging babi mencapai Rp 40 ribu perkilogram, sekarang  turun  menjadi Rp 35 tibu,” terang Darma. 

 

Menyiasati kenaikan harga pakan ini, peternak memilih mencampur pakan ternak jenis poral dengan pakan yang lain. Seperti daun-daunan dari ketela rambat.

 

“Saya campur setengah poral setengah dag-dag. Kalau tidak dicampur, kami tekor,” paparnya.

 

Dengan adanya kondisi ini, peternak berharap harga pakan menurun. Sehingga pakan bisa dijangkau peternak dan bisa memberi untung. (zul)



AMLAPURA – Peternak babi di Karangasem mengaku pusing dengan naiknya harga pakan ternak akhir-akhir ini. Pakan ternak jenis poral mengalami kenaikan harga cukup tinggi sejak beberapa minggu terakhir. 

 

Salah seorang peternak rakyat asal Desa Abang, Kecamatan Abang I Nengah Darma mengungkapkan, kondisi kenaikan pakan ternak babi terjadi sejak beberapa minggu terakhir ini. Untuk pakan jenis poral yang semula harganya Rp 175 ribu per karung naik menjadi Rp 205 ribu per karung.

 

“Perkarung isi 40 kilogram. Ada selisih kenaikan Rp 30 ribu. Tentu ini membuat peternak tertekan,” ujarnya Minggu (15/5).

 

Darma mengungkapkan, kenaikan harga pakan ternak ini sangat dirasakan peternak. Terutama yang memilihara babi dalam jumlah banyak. Mengingat pakan yang diberikan dalam jumlah besar.

 

“Otomatis pengeluaran peternak besar semakin mebengkak. Belum lagi dibebankan dengan biaya pembersihan kandang menggunakan disinfekta pasca ASF merebak,” katanya.

 

Kondisi diperparah, di tengah naiknya harga pakan ternak jenis poral, tidak dibarengi dengan kenaikan harga daging babi.

 

“Malah justru turun harganya (daging). Yang semula harga daging babi mencapai Rp 40 ribu perkilogram, sekarang  turun  menjadi Rp 35 tibu,” terang Darma. 

 

Menyiasati kenaikan harga pakan ini, peternak memilih mencampur pakan ternak jenis poral dengan pakan yang lain. Seperti daun-daunan dari ketela rambat.

 

“Saya campur setengah poral setengah dag-dag. Kalau tidak dicampur, kami tekor,” paparnya.

 

Dengan adanya kondisi ini, peternak berharap harga pakan menurun. Sehingga pakan bisa dijangkau peternak dan bisa memberi untung. (zul)



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/