alexametrics
25.4 C
Denpasar
Thursday, October 6, 2022

Amor Ring Acintya, Bayi Berusia 3,5 Tahun Ditemukan Meninggal di Dasar Jurang

SEMARAPURA- Seorang balita berusia 3,5 tahun berinisial I Gede P, asal Desa Bakas, Kecamatan Banjarangkan ditemukan meninggal dunia di dalam jurang tak jauh dari rumah kosan orang tua korban di Desa Tusan, Kecamatan Dawan, Senin lalu (15/8) sekitar pukul 19.15.

 

Sebelum ditemukan meninggal dunia, Gede P sempat dinyatakan menghilang dari rumah mulai pukul 14.00. Ibu I Gede P, Ni Putu Apri Antiningsih, 21, menuturkan anak semata wayangnya itu awalnya dijaga tantenya di kamar kos pada Senin (15/8) pagi.

 

Namun, karena ada keperluan mendadak di kampus untuk mengurus beasiswa dan memerlukan wali, Putu Apri Antiningsih mengantar adiknya ke kampus mengurus beasiswa. “Anak saya selanjutnya dijaga suami saya (I Ketut Sumardika). Katanya mau diajak pulang ke rumah di Bakas karena ada upacara Ngaben. Ternyata tidak jadi pulang ke Bakas,” terangnya.

Baca Juga:  Selain Taruh Sisa Karya, Desa Taro Kelod Pasang Spanduk di Rumah Warka

 

Saat mengasuh di kamar kos mulai pukul 11.00, korban dan ayahnya tertidur. Sekitar pukul 14.00, ayah korban terbangun dan melihat korban tidak ada di dalam kamar. Setelah berupaya mencari, korban tidak kunjung ketemu. Sumardika kemudian meminta bantuan warga sekitar dan juga pecalang. “Awalnya saya ditelepon, tapi tidak diberi tahu kalau anak saya hilang. Saat saya sampai kos sekitar pukul 16.00, baru saya dikasi tahu kalau anak saya hilang,” terangnya.

 

Kanit Reskrim Polsek Banjarangkan, Aiptu Ridwan ditemui terpisah mengungkapkan, pencarian sempat menggunakan gong lantaran korban tidak kunjung ketemu hingga malam hari. Sekitar pukul 19.30, seorang warga bernama Ketu Mahardika menemukan korban berada di dasar jurang dengan kondisi terendam air. “Balita itu lalu dilarikan ke Puskesmas Banjarangkan I, namun petugas medis menyatakan Gede P sudah meninggal dunia,” terangnya.

Baca Juga:  Ngaku Tendang dan Telanjangi Pelajar SMP, Tiga Remaja Ditarget TSK

 

Berdasarkan hasil visum dari petugas medis Puskesmas Banjarangkan I, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Pihak keluarga korban telah mengikhlaskan kejadian tersebut dan menganggap peristiwa tersebut sebagai musibah dan tidak menuntut secara hukum. Selanjutnya jenazah korban dibawa oleh pihak keluarga ke rumah duka di Desa Bakas, Kecamatan Banjarangkan. “Anak ini memang agak hiperaktif. Jarak kosan dengan lokasi ditemukannya mayat korban sekitar 15 meter,” tandasnya.

 

Bendesa Bakas, Tjokorda Oka Adnyana menambahkan, jenazah korban telah dimakamkan Selasa (16/8) sekitar pukul 02.00. Sebelum dimakamkan, pihak keluarga telah meminta petunjuk sulinggih. Lalu diputuskan pemakaman dilakukan saat dini hari. (ayu)



SEMARAPURA- Seorang balita berusia 3,5 tahun berinisial I Gede P, asal Desa Bakas, Kecamatan Banjarangkan ditemukan meninggal dunia di dalam jurang tak jauh dari rumah kosan orang tua korban di Desa Tusan, Kecamatan Dawan, Senin lalu (15/8) sekitar pukul 19.15.

 

Sebelum ditemukan meninggal dunia, Gede P sempat dinyatakan menghilang dari rumah mulai pukul 14.00. Ibu I Gede P, Ni Putu Apri Antiningsih, 21, menuturkan anak semata wayangnya itu awalnya dijaga tantenya di kamar kos pada Senin (15/8) pagi.

 

Namun, karena ada keperluan mendadak di kampus untuk mengurus beasiswa dan memerlukan wali, Putu Apri Antiningsih mengantar adiknya ke kampus mengurus beasiswa. “Anak saya selanjutnya dijaga suami saya (I Ketut Sumardika). Katanya mau diajak pulang ke rumah di Bakas karena ada upacara Ngaben. Ternyata tidak jadi pulang ke Bakas,” terangnya.

Baca Juga:  Merasa Tertekan Tindakan Desa Adat, Warka Minta Perlindungan Polisi

 

Saat mengasuh di kamar kos mulai pukul 11.00, korban dan ayahnya tertidur. Sekitar pukul 14.00, ayah korban terbangun dan melihat korban tidak ada di dalam kamar. Setelah berupaya mencari, korban tidak kunjung ketemu. Sumardika kemudian meminta bantuan warga sekitar dan juga pecalang. “Awalnya saya ditelepon, tapi tidak diberi tahu kalau anak saya hilang. Saat saya sampai kos sekitar pukul 16.00, baru saya dikasi tahu kalau anak saya hilang,” terangnya.

 

Kanit Reskrim Polsek Banjarangkan, Aiptu Ridwan ditemui terpisah mengungkapkan, pencarian sempat menggunakan gong lantaran korban tidak kunjung ketemu hingga malam hari. Sekitar pukul 19.30, seorang warga bernama Ketu Mahardika menemukan korban berada di dasar jurang dengan kondisi terendam air. “Balita itu lalu dilarikan ke Puskesmas Banjarangkan I, namun petugas medis menyatakan Gede P sudah meninggal dunia,” terangnya.

Baca Juga:  Desa Zona Merah Rabies di Gianyar Bertambah, Sulit Eliminasi Karena Ini

 

Berdasarkan hasil visum dari petugas medis Puskesmas Banjarangkan I, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Pihak keluarga korban telah mengikhlaskan kejadian tersebut dan menganggap peristiwa tersebut sebagai musibah dan tidak menuntut secara hukum. Selanjutnya jenazah korban dibawa oleh pihak keluarga ke rumah duka di Desa Bakas, Kecamatan Banjarangkan. “Anak ini memang agak hiperaktif. Jarak kosan dengan lokasi ditemukannya mayat korban sekitar 15 meter,” tandasnya.

 

Bendesa Bakas, Tjokorda Oka Adnyana menambahkan, jenazah korban telah dimakamkan Selasa (16/8) sekitar pukul 02.00. Sebelum dimakamkan, pihak keluarga telah meminta petunjuk sulinggih. Lalu diputuskan pemakaman dilakukan saat dini hari. (ayu)


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/