30.4 C
Denpasar
Thursday, December 8, 2022

Sebelum Bunuh Diri, Pemuda 17 Tahun Tulis Story WA: Ternyata Gegara Ini!

GIANYAR– I Wayan Parsana, 17, mengambil jalan pintas mengakhiri hidupnya. Pria bertato Celepuk di bagian dadanya itu sempat menuliskan pesan Story WhatsApp sebelum gantung diri di pohon durian. Jasadnya ditemukan tergantung Kamis (17/11) pukul 07.30.

Pemuda asal Banjar Darmaji, Desa Ban, Kecamatan Kubu, Karangasem, itu membuat dua pesan Story WA pada Rabu (16/11) pukul 14.20. Dia menuliskan pertama pada Story WA: “Nama Saya Wayan Parte, sering di panggil Alot saya terpaksa bunuh diri karena saya ingin mengakhiri hidup di hujan yang sore ini cari lah saya di pohon durian Taro Gianyar Bali, tegal dukuh,” tulis story itu.

Selanjutnya pesan story kedua dibuat pukul 14.21 dengan memposting tangan menggenggam tali plastik warna biru.

Baca Juga:  WALHI Bali Ingatkan Risiko Proyek Tol dan LNG Berdampak Rawan Bencana di Bali

Temuan jasad korban awalnya diketahui oleh Ni Wayan Seruni yang hendak mencari daun pisang. Seruni melihat korban sudah tergantung di pohon durian. Melihat peristiwa tersebut Seruni langsung memberitahukan peristiwa tersebut kepada anaknya.

Kabar penemuan jasad itu diteruskan ke Perbekel Taro. Lalu berlanjut diteruskan ke Polsek Tegallalang. Terkait kejadian itu, Kapolsek Tegallalang AKP Ketut Sudita membenarkan. Sudita langsung turun ke lokasi kejadian bersama Kanit Reskrim Ipda Kadek Patra bersama piket fungsi. Polisi langsung melakukan olah TKP. Diduga korban mengakhiri hidupnya karena masalah asmara. “Personel Polsek Tegallalang bersama warga, selanjutnya menurunkan jenazah korban,” ujarnya.

Jasad korban langsung dicek petugas Puskesmas Tegallalang. “Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban,” jelasnya.

Baca Juga:  Café Titit Pekerjakan Anak Dibawah Umur, Perbekel Ngaku Kecolongan

Polisi sudah mengkonfirmasi keluarga korban. “Keluarga yang diwakili oleh orang tua korban menolak untuk dilakukan otopsi terhadap jasad korban. Pihak keluarga telah menerima kematian  korban sebagai  musibah dan tidak akan menuntut pihak manapun terkait kematian korban. “Dugaan sementara karena motif asmara,” pungkasnya. (dra)



GIANYAR– I Wayan Parsana, 17, mengambil jalan pintas mengakhiri hidupnya. Pria bertato Celepuk di bagian dadanya itu sempat menuliskan pesan Story WhatsApp sebelum gantung diri di pohon durian. Jasadnya ditemukan tergantung Kamis (17/11) pukul 07.30.

Pemuda asal Banjar Darmaji, Desa Ban, Kecamatan Kubu, Karangasem, itu membuat dua pesan Story WA pada Rabu (16/11) pukul 14.20. Dia menuliskan pertama pada Story WA: “Nama Saya Wayan Parte, sering di panggil Alot saya terpaksa bunuh diri karena saya ingin mengakhiri hidup di hujan yang sore ini cari lah saya di pohon durian Taro Gianyar Bali, tegal dukuh,” tulis story itu.

Selanjutnya pesan story kedua dibuat pukul 14.21 dengan memposting tangan menggenggam tali plastik warna biru.

Baca Juga:  Heboh! Sekretaris Desa Belega Gianyar Gantung Diri di Kantor Desa

Temuan jasad korban awalnya diketahui oleh Ni Wayan Seruni yang hendak mencari daun pisang. Seruni melihat korban sudah tergantung di pohon durian. Melihat peristiwa tersebut Seruni langsung memberitahukan peristiwa tersebut kepada anaknya.

Kabar penemuan jasad itu diteruskan ke Perbekel Taro. Lalu berlanjut diteruskan ke Polsek Tegallalang. Terkait kejadian itu, Kapolsek Tegallalang AKP Ketut Sudita membenarkan. Sudita langsung turun ke lokasi kejadian bersama Kanit Reskrim Ipda Kadek Patra bersama piket fungsi. Polisi langsung melakukan olah TKP. Diduga korban mengakhiri hidupnya karena masalah asmara. “Personel Polsek Tegallalang bersama warga, selanjutnya menurunkan jenazah korban,” ujarnya.

Jasad korban langsung dicek petugas Puskesmas Tegallalang. “Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban,” jelasnya.

Baca Juga:  JKN Hilangkan Kekhawatiran Suarmini

Polisi sudah mengkonfirmasi keluarga korban. “Keluarga yang diwakili oleh orang tua korban menolak untuk dilakukan otopsi terhadap jasad korban. Pihak keluarga telah menerima kematian  korban sebagai  musibah dan tidak akan menuntut pihak manapun terkait kematian korban. “Dugaan sementara karena motif asmara,” pungkasnya. (dra)


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/