alexametrics
26.5 C
Denpasar
Tuesday, July 5, 2022

Alasan 3.100 Hektare Sawah Tabanan akan Dihapus karena Tak Produktif

TABANAN – Dalam Rancangan Perda tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (Ranperda RTRW) Kabupaten Tabanan rencananya akan menghapus 3.100 hektare lahan sawah. DPRD Tabanan beralasan, ribuan lahan sawah itu tidak produktif.

 

Sekretaris Komisi I DPRD Tabanan I Gusti Nyoman Omardani mengakui rancangan penghapusan 3.100 hektare lahan sawah yang tercantum dalam Ranperda RTRW Tabanan.

 

Namun, Omardani menjelaskan, pihaknya telah memberikan klarifikasi tentang kondisi sebenarnya di lapangan. Areal 3.100 hektare tersebut merupakan areal sawah yang tidak produktif lagi, yang ada di beberapa titik.

 

“Dalam klasifikasi tersebut, kami diminta untuk menunjukan kondisi riil di lapangan dengan menggunakan foto drone,” jelas dia.

 

“Kondisinya memang sudah tidak produktif dan tidak mungkin lagi dijadikan areal persawahan. Bukan mengurangi, tetapi itu fakta di lapangan,” imbuh politikus PDIP asal Pupuan, ini.

 

Terungkapnya rencana penghapusan 3.100 hektare lahan sawah di Tabanan ini terungkap saat pembahasan Ranperda RTRW Tabanan. Saat proses konsultasi ke pusat dipertanyakan soal luas lahan pertanian di Tabanan masuk dalam kawasan lahan sawah yang dilindungi (LSD)

 

Sebab, ada perbedaan data, sehingga persetujuan substantif dari Kementerian ATR belum diturunkan, meski sudah disetujui.

 

Perbedaan data tersebut tercatat di Kementerian ATR bahwa luasan LSD di Tabanan mencapai 19.300 hektare, sementara saat pengajuan Ranperda RTRW di pusat dari Pemkab Tabanan luasan LSD mencapai 16.200 hektare.

 

Omardani mengaku, angka yang benar adalah yang ada di Ranperda. Sebab, ada pengurangan luasan LSD sekitar 3.100 hektare yang akan dialihkan menjadi kawasan pembangunan.

 

“Dasar penetapan LSD sebanyak 16.200 hektare juga merupakan data dari Kementerian yang kami jadikan dasar di daerah. Ternyata data kementerian di Pusat masih tetap tercantum seluas 19.300 hektare. Itu yang kami klarifikasi ke pusat serta mengingatkan kembali surat sebelumnya,” ungkap Omardani.



TABANAN – Dalam Rancangan Perda tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (Ranperda RTRW) Kabupaten Tabanan rencananya akan menghapus 3.100 hektare lahan sawah. DPRD Tabanan beralasan, ribuan lahan sawah itu tidak produktif.

 

Sekretaris Komisi I DPRD Tabanan I Gusti Nyoman Omardani mengakui rancangan penghapusan 3.100 hektare lahan sawah yang tercantum dalam Ranperda RTRW Tabanan.

 

Namun, Omardani menjelaskan, pihaknya telah memberikan klarifikasi tentang kondisi sebenarnya di lapangan. Areal 3.100 hektare tersebut merupakan areal sawah yang tidak produktif lagi, yang ada di beberapa titik.

 

“Dalam klasifikasi tersebut, kami diminta untuk menunjukan kondisi riil di lapangan dengan menggunakan foto drone,” jelas dia.

 

“Kondisinya memang sudah tidak produktif dan tidak mungkin lagi dijadikan areal persawahan. Bukan mengurangi, tetapi itu fakta di lapangan,” imbuh politikus PDIP asal Pupuan, ini.

 

Terungkapnya rencana penghapusan 3.100 hektare lahan sawah di Tabanan ini terungkap saat pembahasan Ranperda RTRW Tabanan. Saat proses konsultasi ke pusat dipertanyakan soal luas lahan pertanian di Tabanan masuk dalam kawasan lahan sawah yang dilindungi (LSD)

 

Sebab, ada perbedaan data, sehingga persetujuan substantif dari Kementerian ATR belum diturunkan, meski sudah disetujui.

 

Perbedaan data tersebut tercatat di Kementerian ATR bahwa luasan LSD di Tabanan mencapai 19.300 hektare, sementara saat pengajuan Ranperda RTRW di pusat dari Pemkab Tabanan luasan LSD mencapai 16.200 hektare.

 

Omardani mengaku, angka yang benar adalah yang ada di Ranperda. Sebab, ada pengurangan luasan LSD sekitar 3.100 hektare yang akan dialihkan menjadi kawasan pembangunan.

 

“Dasar penetapan LSD sebanyak 16.200 hektare juga merupakan data dari Kementerian yang kami jadikan dasar di daerah. Ternyata data kementerian di Pusat masih tetap tercantum seluas 19.300 hektare. Itu yang kami klarifikasi ke pusat serta mengingatkan kembali surat sebelumnya,” ungkap Omardani.



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/