alexametrics
30.4 C
Denpasar
Tuesday, May 24, 2022

Menkes: 99,2 Persen Masyarakat Indonesia Sudah Punya Antibodi Covid-19

DENPASAR – Menteri Kesehatan (Menkes) RI, Budi Gunadi Sadikin memaparkan bahwa perkembangan vaksinasi di Indonesia sudah sangat tinggi. Yang menggembirakan adalah masyarakat Indonesia yang sudah memiliki antibodi Covid-19 mencapai 99,2 persen.

 

“Artinya 99,2 persen dari populasi masyarakat Indonesia sudah memiliki antibodi. Bisa berasal dari vaksinasi maupun berasal dari infeksi,” jelas Menkes Budi Gunadi Sadikin usai rapat terbatas dengan presiden dan para menteri yang disiarkan melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden, Senin (18/4/2022).

 

Dia menjelaskan, jumlah masyarakat Indonesia yang memiliki antibodi terhadap Covid-19 ini berdasarkan hasil sero survei yang dilakukan Kementerian Kesehatan bekerja sama dengan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Indonesia.

 

Dijelaskan, pada sero zurvei pertama yang dilakukan pada Desember tahun 2021, masyarakat Indonesia yang memiliki antibodi sebesar 88,6 persen dari jumlah populasi. Antibodi ini didapat melalui vaksinasi maupun dari infeksi Covid-19 langsung.

- Advertisement -

Kemudian, dilakukan sero survei kedua pada Maret 2022, atau sebelum Lebaran 2022. Hasilnya adalah 99,2 persen masyarakat Indonesia memiliki antibodi.

Baca Juga:  Pemerintah Pusat Siap Suplai Oksigen dan Obat-obatan untuk Bali

 

“Sebelum Lebaran mulai, kami melakukan sero survei yang kedua. Agar kebijakan yang pemerintah ambil saat lebaran ini ada basis risetnya,” beber dia.

Tidak itu saja, Budi Gunadi Sadikin juga menyebutkan, juga dilakukan survei kadar antibodi masyarakat Indonesia. Kata dia, kadar antibodi juga naik.

“Kita juga mengukur kadar antibodinya berapa. Jadi kalau bulan Desember kita lakukan sero survei ordenya masih di angka ratusan, titer antibodinya sekitar 500-600. Di bulan Maret, ordenya sudah ribuan. Sekitar 7.000-8.000,” ujarnya.

Ini, kata dia, menunjukkan bukan hanya banyak masyarakat Indonesia yang sudah memiliki antibodi, tapi kadar antibodi-nya juga tinggi.

“Sehingga kalau diserang virus daya tahan tubuh bisa cepat menghadapinya dan mengurangi sekali risiko untuk masuk rumah sakit, apalagi risiko untuk wafat,” tuturnya.

“Itu yang menyebabkan kenapa kami, pemerintah percaya bahwa insyaallah Ramadan kali ini, mudik kali ini, bisa berjalan cengan lancar tanpa membaawa dampak negatif kepada masyarakat kita,” katanya.

 

Meski demikian, Gunadi Sadikin menegaskan sesuai arahan dari Presiden Jokowi, agar masyarakat tetap hati-hati dan waspada. Karena masih banyak kita belum ketahui dari virus Covid-19.

Baca Juga:  Airlangga Minta Pengusaha Bayar THR untuk Pekerja

 

“Dan beberapa negara tetangga, negara besar, seperti China, Hong Kong, itu kasusnya masih naik tinggi. Kalau kita kasus hariannya 600, Korea Selatan itu masih ratusan ribu. Jadi tetap, arahan Bapak Presiden tetap hati hati dan waspada, jangan sombong dan jemawa,” tegas Budi Gunadi.

 

Untuk itu, Budi Gunadi Sadikin menegaskan tetap protokol kesehatan. Yakni pakai masker, mencuci tangan, dan jaga jarak.

 

“Kita jaga terus disiplin memakai masker, tidak usah terlalu terburu-buru mengikuti negara lain yang terlampau agresif, tapi kemudian malah naik lagi, karena sayang momentum perbaikan sudah kita capai,” paparnya.

 

Budi Gunadi Sadikin menambahkan, jumlah vaksin yang disuntikan kepada masyarakat Indonesia sudah mencapai 392 juta dosis. Rinciannya jumlah masyarakat yang sudah divaksin mencapai 198 juta.

 

“Hampir 200 juta. Pencapaian luar biasa,” tukas Budi Gunadi.

- Advertisement -

DENPASAR – Menteri Kesehatan (Menkes) RI, Budi Gunadi Sadikin memaparkan bahwa perkembangan vaksinasi di Indonesia sudah sangat tinggi. Yang menggembirakan adalah masyarakat Indonesia yang sudah memiliki antibodi Covid-19 mencapai 99,2 persen.

 

“Artinya 99,2 persen dari populasi masyarakat Indonesia sudah memiliki antibodi. Bisa berasal dari vaksinasi maupun berasal dari infeksi,” jelas Menkes Budi Gunadi Sadikin usai rapat terbatas dengan presiden dan para menteri yang disiarkan melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden, Senin (18/4/2022).

 

Dia menjelaskan, jumlah masyarakat Indonesia yang memiliki antibodi terhadap Covid-19 ini berdasarkan hasil sero survei yang dilakukan Kementerian Kesehatan bekerja sama dengan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Indonesia.

 

Dijelaskan, pada sero zurvei pertama yang dilakukan pada Desember tahun 2021, masyarakat Indonesia yang memiliki antibodi sebesar 88,6 persen dari jumlah populasi. Antibodi ini didapat melalui vaksinasi maupun dari infeksi Covid-19 langsung.

Kemudian, dilakukan sero survei kedua pada Maret 2022, atau sebelum Lebaran 2022. Hasilnya adalah 99,2 persen masyarakat Indonesia memiliki antibodi.

Baca Juga:  Bale Dangin Milik Wayan Sumawa Terbakar, Warga Pukul Kentongan

 

“Sebelum Lebaran mulai, kami melakukan sero survei yang kedua. Agar kebijakan yang pemerintah ambil saat lebaran ini ada basis risetnya,” beber dia.

Tidak itu saja, Budi Gunadi Sadikin juga menyebutkan, juga dilakukan survei kadar antibodi masyarakat Indonesia. Kata dia, kadar antibodi juga naik.

“Kita juga mengukur kadar antibodinya berapa. Jadi kalau bulan Desember kita lakukan sero survei ordenya masih di angka ratusan, titer antibodinya sekitar 500-600. Di bulan Maret, ordenya sudah ribuan. Sekitar 7.000-8.000,” ujarnya.

Ini, kata dia, menunjukkan bukan hanya banyak masyarakat Indonesia yang sudah memiliki antibodi, tapi kadar antibodi-nya juga tinggi.

“Sehingga kalau diserang virus daya tahan tubuh bisa cepat menghadapinya dan mengurangi sekali risiko untuk masuk rumah sakit, apalagi risiko untuk wafat,” tuturnya.

“Itu yang menyebabkan kenapa kami, pemerintah percaya bahwa insyaallah Ramadan kali ini, mudik kali ini, bisa berjalan cengan lancar tanpa membaawa dampak negatif kepada masyarakat kita,” katanya.

 

Meski demikian, Gunadi Sadikin menegaskan sesuai arahan dari Presiden Jokowi, agar masyarakat tetap hati-hati dan waspada. Karena masih banyak kita belum ketahui dari virus Covid-19.

Baca Juga:  Akhirnya, PAD Badung Mulai Membaik dan Melebihi Target

 

“Dan beberapa negara tetangga, negara besar, seperti China, Hong Kong, itu kasusnya masih naik tinggi. Kalau kita kasus hariannya 600, Korea Selatan itu masih ratusan ribu. Jadi tetap, arahan Bapak Presiden tetap hati hati dan waspada, jangan sombong dan jemawa,” tegas Budi Gunadi.

 

Untuk itu, Budi Gunadi Sadikin menegaskan tetap protokol kesehatan. Yakni pakai masker, mencuci tangan, dan jaga jarak.

 

“Kita jaga terus disiplin memakai masker, tidak usah terlalu terburu-buru mengikuti negara lain yang terlampau agresif, tapi kemudian malah naik lagi, karena sayang momentum perbaikan sudah kita capai,” paparnya.

 

Budi Gunadi Sadikin menambahkan, jumlah vaksin yang disuntikan kepada masyarakat Indonesia sudah mencapai 392 juta dosis. Rinciannya jumlah masyarakat yang sudah divaksin mencapai 198 juta.

 

“Hampir 200 juta. Pencapaian luar biasa,” tukas Budi Gunadi.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/