alexametrics
28.7 C
Denpasar
Sunday, August 14, 2022

Mimih, Ada 13 Titik Pembuangan Sampah Ilegal di Tenganan, Karangasem

KARANGASEM – Hari ini Indonesia sedang memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN ). HPSN diperingati setiap tahun setelah terjadi tragedi pada 21 Februari 2005 silam. Sebanyak 147 orang meninggal di TPA Leuwigajah Cimahi, Jawa Barat karena meledaknya gas metana dari tumpukan sampah yang menggunung.

 

Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup (PPLH) Bali bersama Komunitas Ombo Tenganan, Sekaa Teruna Teruni Yohana Purba Jaya Sakti Tenganan turut memperingati HPSN dengan melakukan clean up keliling kawasan Tenganan.

 

Luas Desa Tenganan Pegringsingan 1034 Ha dan di kelilingi hutan perbukitan. Hasil pemetaan PPLH Bali pada bulan September 2021 menemukan ada 13 titik pembuangan sampah illegal di desa Tenganan.

Baca Juga:  Lagi-lagi Karena Korsleting Listrik, Rumah Warga Desa Selat Kebakaran

 

Catur Yudha Harian selaku Direktur PPLH Bali menginisiasi kegiatan clean up bertujuan untuk membangunkan semangat anak muda agar peduli sampah mulai dari lingkungan masing-masing.

 

“Kalau bukan anak muda siapa lagi yang kita ajak bergerak. Perubahan perilaku harus dibentuk sejak dini melalui pendidikan lingkungan dengan bergerak nyata tidak hanya wacana. Oleh karena itu, kini waktunya anak muda menunjukan bahwa mereka bisa mengurangi sampah dan mengelolanya,” ujar Catur.

 

Ketua Komunitas Ombo, Rio Wedayana menambahkan, ada sejumlah sampah plastik dari brand terkenal yang sudah bertahun-tahun menumpuk di sana.

 

“Jadi setelah dipunguti kami Komunitas Ombo akan bekerjasama dengan desa untuk memasang spanduk pelarangan pembuangan sampah di sana lagi. Pasalnya Tenganan sudah ada TPST sederhana yang menampung sampah bernilai (bank sampah) dan residu,” ujarnya. 

Baca Juga:  Koster Sebut Arak Gula Dipasarkan hingga Luar Bali

 

Hal yang sama juga disampaikan Ketua Pengelola Desa Wisata Tenganan, I Putu Wiadnyana yang sangat aktif mendukung gerakan pengelolaan sampah di desa Tenganan. 

 

“Pariwisata tidak hanya melihat budaya tenun, tari dan hutan di Tenganan, tetapi kondisi lingkungan yang bersih bebas dari sampah plastik akan membuat wisatawan betah di Tenganan. Untuk itu saya tidak akan lelah mendukung muda-mudi memerangi sampah plastik. Karena muda-mudi juga yang menjadi pewaris lingkungan di Tenganan ini,” tutupnya.

 



KARANGASEM – Hari ini Indonesia sedang memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN ). HPSN diperingati setiap tahun setelah terjadi tragedi pada 21 Februari 2005 silam. Sebanyak 147 orang meninggal di TPA Leuwigajah Cimahi, Jawa Barat karena meledaknya gas metana dari tumpukan sampah yang menggunung.

 

Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup (PPLH) Bali bersama Komunitas Ombo Tenganan, Sekaa Teruna Teruni Yohana Purba Jaya Sakti Tenganan turut memperingati HPSN dengan melakukan clean up keliling kawasan Tenganan.

 

Luas Desa Tenganan Pegringsingan 1034 Ha dan di kelilingi hutan perbukitan. Hasil pemetaan PPLH Bali pada bulan September 2021 menemukan ada 13 titik pembuangan sampah illegal di desa Tenganan.

Baca Juga:  Puluhan Kasus Penyakit Cikungunya Ditemukan di Tabanan

 

Catur Yudha Harian selaku Direktur PPLH Bali menginisiasi kegiatan clean up bertujuan untuk membangunkan semangat anak muda agar peduli sampah mulai dari lingkungan masing-masing.

 

“Kalau bukan anak muda siapa lagi yang kita ajak bergerak. Perubahan perilaku harus dibentuk sejak dini melalui pendidikan lingkungan dengan bergerak nyata tidak hanya wacana. Oleh karena itu, kini waktunya anak muda menunjukan bahwa mereka bisa mengurangi sampah dan mengelolanya,” ujar Catur.

 

Ketua Komunitas Ombo, Rio Wedayana menambahkan, ada sejumlah sampah plastik dari brand terkenal yang sudah bertahun-tahun menumpuk di sana.

 

“Jadi setelah dipunguti kami Komunitas Ombo akan bekerjasama dengan desa untuk memasang spanduk pelarangan pembuangan sampah di sana lagi. Pasalnya Tenganan sudah ada TPST sederhana yang menampung sampah bernilai (bank sampah) dan residu,” ujarnya. 

Baca Juga:  Usul Wisman ke Bali Tanpa Karantina Disetujui, Tunggu Keputusan Luhut

 

Hal yang sama juga disampaikan Ketua Pengelola Desa Wisata Tenganan, I Putu Wiadnyana yang sangat aktif mendukung gerakan pengelolaan sampah di desa Tenganan. 

 

“Pariwisata tidak hanya melihat budaya tenun, tari dan hutan di Tenganan, tetapi kondisi lingkungan yang bersih bebas dari sampah plastik akan membuat wisatawan betah di Tenganan. Untuk itu saya tidak akan lelah mendukung muda-mudi memerangi sampah plastik. Karena muda-mudi juga yang menjadi pewaris lingkungan di Tenganan ini,” tutupnya.

 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/