alexametrics
25.4 C
Denpasar
Thursday, August 18, 2022

Pak Tani Bakar Sampah, Dua Warung Ikut Ludes Terbakar

SEMARAPURA- Dua bangunan Warung Laklak Pengangon di Desa Bakas, Kecamatan Banjarangkan Klungkung ludes terbakar. Kejadiannya Minggu (20/2) sekitar pukul 16.00.

 

Kebakaran itu diduga dipicu dari bara api sisa pembakaran sampah pembersihan lahan persawahan. Bara api diduga terbang mengenai atap bangunan warung terbuat dari alang-alang.

 

Perbekel Desa Bakas Wayan Murdana saat dikonfirmasi menuturkan, peristiwa itu bermula ketika  seorang petani membakar sampah di lahan pertanian tidak jauh dari warung Laklak Pengangon.

 

Nahas, angin kencang berhembus saat petani tersebut membakar sampah. Yang mana bara api pembakaran sampah terbang ke atap dua bangunan Warung Laklak Pengangon yang terbuat dari alang-alang. “Atapnya alang-alang dengan meja yang terbuat dari tripleks,” ujar perbekel.

Baca Juga:  MDA Gianyar Menolak Bagi Pekarangan, Tak Hadir saat Pasang Patok

 

Saat peristiwa kebakaran terjadi, pemilik dan pembeli yang melihat tidak bisa berbuat apa. Sebab di sekitar lokasi tidak ada sumber air yang dapat digunakan untuk memadamkan api. Selain itu, bangunan yang terbuat dari material mudah terbakar mempercepat api melalap bangunan tersebut.

 

“Pemilik warung masih dalam kondisi syok. Kerugian diperkirakan mencapai Rp 60 juta,” jelasnya.

Atas peristiwa itu, pihaknya mengimbau kepada warga untuk berhati-hati saat membakar sampah. Sebab tidak sedikit bangunan yang terbuat dari atap mudah terbakar seperti ijuk pada bangunan pura. “Sudah saya seriang sampaikan saat pertamuan di desa,” tandasnya.



SEMARAPURA- Dua bangunan Warung Laklak Pengangon di Desa Bakas, Kecamatan Banjarangkan Klungkung ludes terbakar. Kejadiannya Minggu (20/2) sekitar pukul 16.00.

 

Kebakaran itu diduga dipicu dari bara api sisa pembakaran sampah pembersihan lahan persawahan. Bara api diduga terbang mengenai atap bangunan warung terbuat dari alang-alang.

 

Perbekel Desa Bakas Wayan Murdana saat dikonfirmasi menuturkan, peristiwa itu bermula ketika  seorang petani membakar sampah di lahan pertanian tidak jauh dari warung Laklak Pengangon.

 

Nahas, angin kencang berhembus saat petani tersebut membakar sampah. Yang mana bara api pembakaran sampah terbang ke atap dua bangunan Warung Laklak Pengangon yang terbuat dari alang-alang. “Atapnya alang-alang dengan meja yang terbuat dari tripleks,” ujar perbekel.

Baca Juga:  Nenek Sami Diyakini Disembunyikan Wong Samar, Warga Bunyikan Gamelan

 

Saat peristiwa kebakaran terjadi, pemilik dan pembeli yang melihat tidak bisa berbuat apa. Sebab di sekitar lokasi tidak ada sumber air yang dapat digunakan untuk memadamkan api. Selain itu, bangunan yang terbuat dari material mudah terbakar mempercepat api melalap bangunan tersebut.

 

“Pemilik warung masih dalam kondisi syok. Kerugian diperkirakan mencapai Rp 60 juta,” jelasnya.

Atas peristiwa itu, pihaknya mengimbau kepada warga untuk berhati-hati saat membakar sampah. Sebab tidak sedikit bangunan yang terbuat dari atap mudah terbakar seperti ijuk pada bangunan pura. “Sudah saya seriang sampaikan saat pertamuan di desa,” tandasnya.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/