alexametrics
23.7 C
Denpasar
Sunday, May 22, 2022

Tiga Desa Wisata di Buleleng Diusulkan Jadi Lokasi Kunjungan G-20

SINGARAJA– Sebanyak tiga desa wisata di Kabupaten Buleleng, diusulkan menjadi lokasi kunjungan bagi delegasi Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G-20. Desa wisata yang diusulkan, dianggap memiliki potensi dan keunikan tersendiri. Sehingga layak menjadi lokasi kunjungan para delegasi.

 

Adapun tiga desa wisata itu adalah Desa Sudaji, Desa Sambangan, dan Desa Munduk. Desa Sudaji dikenal sebagai pionir desa wisata di Bali Utara. Desa ini memiliki ragam tradisi yang sangat unik, ditambah pemandangan alam yang indah.

 

Sementara Desa Munduk, merupakan lokasi rujukan kunjungan wisatawan asal Benua Eropa. Wisatawan akan berbondong-bondong mendatangi Desa Munduk pada musim dingin di Eropa, atau jelang pergantian tahun. Salah satu daya tariknya adalah suasana yang begitu tenang, tradisi agraris, serta keberadaan air terjun.

Baca Juga:  Ribuan Peserta BPJS Kesehatan di Klungkung Menunggak Iuran Capai Rp7,6 M

 

Sedangkan Desa Sambangan, memiliki keunggulan di bidang alam. Salah satu yang terkenal adalah Air Terjun Aling-Aling. Lokasi ini jadi lokasi atraksi jumping dan sliding bagi penikmat wisata air. Selain itu terdapat jalur ATV yang cukup menantang.

- Advertisement -

 

Kepala Dinas Pariwisata Buleleng Gede Dody Sukma Oktiva Askara mengungkapkan, desa-desa itu telah diusulkan melalui Forum Komunikasi Desa Wisata (Forkom Dewi). Usulan disampaikan pada Bank Indonesia Perwakilan Bali. Mengingat Bank Indonesia merupakan salah satu komite penyelenggara dalam KTT Presidensi G-20.

 

Menurutnya para pengelola desa wisata sudah sangat siap menyambut kedatangan wisatawan. Tak terkecuali dengan rombongan delegasi KTT G-20.

 

“Semua desa wisata ini merupakan tujuan wisata minat khusus. Sehingga ada daya tarik yang kuat dan kenangan yang melekat bagi pengunjungnya,” kata Dody saat ditemui di ruang kerjanya siang kemarin.

Baca Juga:  Terciduk, Kejari Amlapura Bidik Retribusi Ilegal Dinas Pariwisata

 

Menurutnya desa-desa tersebut baru sebatas diusulkan pada komite penyelenggara. Apabila disetujui, para pemangku kepentingan akan melakukan persiapan yang lebih matang lagi.

 

“Informasinya masih ada proses kurasi lagi. Kami akan berupaya semaksimal mungkin, sehingga desa-desa yang diusulkan ini bisa ditetapkan sebagai lokasi kunjungan delegasi,” demikian Dody.

 

- Advertisement -

SINGARAJA– Sebanyak tiga desa wisata di Kabupaten Buleleng, diusulkan menjadi lokasi kunjungan bagi delegasi Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G-20. Desa wisata yang diusulkan, dianggap memiliki potensi dan keunikan tersendiri. Sehingga layak menjadi lokasi kunjungan para delegasi.

 

Adapun tiga desa wisata itu adalah Desa Sudaji, Desa Sambangan, dan Desa Munduk. Desa Sudaji dikenal sebagai pionir desa wisata di Bali Utara. Desa ini memiliki ragam tradisi yang sangat unik, ditambah pemandangan alam yang indah.

 

Sementara Desa Munduk, merupakan lokasi rujukan kunjungan wisatawan asal Benua Eropa. Wisatawan akan berbondong-bondong mendatangi Desa Munduk pada musim dingin di Eropa, atau jelang pergantian tahun. Salah satu daya tariknya adalah suasana yang begitu tenang, tradisi agraris, serta keberadaan air terjun.

Baca Juga:  Pejabat Ini Ungkap Biang Kerok Kelangkaan Minyak Goreng Curah di Bali

 

Sedangkan Desa Sambangan, memiliki keunggulan di bidang alam. Salah satu yang terkenal adalah Air Terjun Aling-Aling. Lokasi ini jadi lokasi atraksi jumping dan sliding bagi penikmat wisata air. Selain itu terdapat jalur ATV yang cukup menantang.

 

Kepala Dinas Pariwisata Buleleng Gede Dody Sukma Oktiva Askara mengungkapkan, desa-desa itu telah diusulkan melalui Forum Komunikasi Desa Wisata (Forkom Dewi). Usulan disampaikan pada Bank Indonesia Perwakilan Bali. Mengingat Bank Indonesia merupakan salah satu komite penyelenggara dalam KTT Presidensi G-20.

 

Menurutnya para pengelola desa wisata sudah sangat siap menyambut kedatangan wisatawan. Tak terkecuali dengan rombongan delegasi KTT G-20.

 

“Semua desa wisata ini merupakan tujuan wisata minat khusus. Sehingga ada daya tarik yang kuat dan kenangan yang melekat bagi pengunjungnya,” kata Dody saat ditemui di ruang kerjanya siang kemarin.

Baca Juga:  Jual Objek Wisata Pertanian, Medewi Incar Wisatawan Mancanegara

 

Menurutnya desa-desa tersebut baru sebatas diusulkan pada komite penyelenggara. Apabila disetujui, para pemangku kepentingan akan melakukan persiapan yang lebih matang lagi.

 

“Informasinya masih ada proses kurasi lagi. Kami akan berupaya semaksimal mungkin, sehingga desa-desa yang diusulkan ini bisa ditetapkan sebagai lokasi kunjungan delegasi,” demikian Dody.

 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru