alexametrics
26.5 C
Denpasar
Saturday, August 13, 2022

Puluhan Warga Nusa Ceningan Relakan Tanahnya Untuk Perlebaran Jalan

Puluhan warga di Nusa Ceningan, Klungkung, merelakan tanahnya untuk pelebaran jalan. Diketahui, jalanan di Nusa Ceningan rata-rata hanya 2,5 meter. Jalan di Nusa Ceningan akan diperlebar agar layak sebagai kawasan wisata. 

DEWA AYU PITRI ARISANTI, Klungkung

Pemerintah, baik daerah, provinsi maupun pusat berupaya untuk menata Kecamatan Nusa Penida agar menjadi destinasi wisata yang layak untuk dikunjungi. Selain menyiapkan sejumlah pelabuhan agar memudahkan warga dan wisatawan untuk menyeberang, jalan-jalan di kecamatan itu juga diupayakan untuk dipelebar.

Sebab jalan-jalan di Nusa Penida tidak hanya banyak yang dalam kondisi rusak, namun juga sempit. Sehingga saat pulau yang memiliki julukan Telur Emas Bali itu sedang ramai dikunjungi wisatawan, maka kemacetan tidak bisa dihindari. Tidak jarang, jalan sempit juga membuat mobil-mobil pengangkut wisatawan saling bersenggolan.

Oleh karena itu, jalan-jalan di Nusa Ceningan pada khususnya diupayakan untuk diperlebar sebagai penunjang keberadaan Pelabuhan Bias Munjul, Nusa Ceningan yang kini masih dalam proses pembangunan. Untuk diketahui, jalan di Nusa Ceningan rata-rata memiliki lebar hanya 2,5 meter. Kondisi jalan seperti itu tentunya sulit dilintasi bila ada kendaraan roda empat yang berpapasan.

Baca Juga:  Gegara Pandemi Covid Tinggi di Bali, Peresmian GRO Indonesia Ditunda

Untuk itu, Kadis Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Kawasan Permukiman Klungkung, I Made Jati Laksana, Senin (21/2) mengungkapkan, total ada sekitar 5 km meter lebih jalan di Nusa Ceningan yang akan diperlebar guna menunjang keberadaan Pelabuhan Bias Munjul.

I Made Jati Laksana merinci, jalan sepanjang itu terdiri dari jalan lingkar bawah, yakni dari Pelabuhan Bias Munjul menuju Jembatan Kuning sepanjang 1,3 km lebih dan jalan lingkar atas sepanjang 3,9 km.

“Rata-rata jalan existing sekarang memiliki lebar 2,5 meter. Rencananya akan diperlebar menjadi 7,5 meter,” katanya.

Untuk bisa melebarkan jalan tersebut sesuai rencana, setidaknya ada 26 warga yang lahannya terkena imbas pelebaran jalan lingkar bawah dan 121 warga yang lahannya terkena dampak pelebaran jalan lingkar atas.

Dengan berbagai upaya yang telah dilakukan, sebanyak 24 warga di jalan lingkar bawah merelakan lahannya. Sementara untuk jalan lingkar atas, sudah ada sebanyak 64 warga yang telah merelakan lahannya untuk pelebaran jalan.

Baca Juga:  Disdikpora Karangasem Mulai Lakukan Seleksi Paskibraka

“Sampai saat ini pembebasan lahan masih berproses. Dua orang di jalan lingkar bawah belum bisa membebaskan lahannya karena ada bangunan yang sudah terlanjut terbangun,” jelasnya.

Sementara itu terkait anggaran pelebaran jalan yang butuhkan, menurutnya mencapai Rp13,3 miliar untuk jalan lingkar bawah dan Rp 10,2 miliar untuk ruas jalan lingkar Ceningan atas. Yang mana kegiatan itu diusulkan untuk dianggarkan melalui dana Bantuan Keuangan Khusus.

“Penanganan dimulai setelah ada kepastian dana,” tandasnya.

Sementara itu, Petugas Keselamatan dan Kesehatan Kerja selaku perwakilan pembangunan Pelabuhan Bias Munjul, Anak Agung Bagus Putra mengungkapkan realisasi pembangunan Pelabuhan Bias Munjul telah mencapai 60 persen per Minggu (20/2).

Dalam pengerjaan pelabuhan itu menurutnya ada kendala yang cukup mempengaruhi waktu kerja. Yakni proses pengerukan yang ternyata cukup berat lantaran dasar pelabuhan sangat keras seperti lempengan besi sehingga membuat sejumlah alat berat mengalami kerusakan.

“Tetapi kami optimis pengerjaan pelabuhan ini dapat selesai tepat waktu, yakni pada September 2022,” tandasnya. 



Puluhan warga di Nusa Ceningan, Klungkung, merelakan tanahnya untuk pelebaran jalan. Diketahui, jalanan di Nusa Ceningan rata-rata hanya 2,5 meter. Jalan di Nusa Ceningan akan diperlebar agar layak sebagai kawasan wisata. 

DEWA AYU PITRI ARISANTI, Klungkung

Pemerintah, baik daerah, provinsi maupun pusat berupaya untuk menata Kecamatan Nusa Penida agar menjadi destinasi wisata yang layak untuk dikunjungi. Selain menyiapkan sejumlah pelabuhan agar memudahkan warga dan wisatawan untuk menyeberang, jalan-jalan di kecamatan itu juga diupayakan untuk dipelebar.

Sebab jalan-jalan di Nusa Penida tidak hanya banyak yang dalam kondisi rusak, namun juga sempit. Sehingga saat pulau yang memiliki julukan Telur Emas Bali itu sedang ramai dikunjungi wisatawan, maka kemacetan tidak bisa dihindari. Tidak jarang, jalan sempit juga membuat mobil-mobil pengangkut wisatawan saling bersenggolan.

Oleh karena itu, jalan-jalan di Nusa Ceningan pada khususnya diupayakan untuk diperlebar sebagai penunjang keberadaan Pelabuhan Bias Munjul, Nusa Ceningan yang kini masih dalam proses pembangunan. Untuk diketahui, jalan di Nusa Ceningan rata-rata memiliki lebar hanya 2,5 meter. Kondisi jalan seperti itu tentunya sulit dilintasi bila ada kendaraan roda empat yang berpapasan.

Baca Juga:  Belasan Petugas Pendataan Terancam Dipecat karena Gagal Capai Target

Untuk itu, Kadis Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Kawasan Permukiman Klungkung, I Made Jati Laksana, Senin (21/2) mengungkapkan, total ada sekitar 5 km meter lebih jalan di Nusa Ceningan yang akan diperlebar guna menunjang keberadaan Pelabuhan Bias Munjul.

I Made Jati Laksana merinci, jalan sepanjang itu terdiri dari jalan lingkar bawah, yakni dari Pelabuhan Bias Munjul menuju Jembatan Kuning sepanjang 1,3 km lebih dan jalan lingkar atas sepanjang 3,9 km.

“Rata-rata jalan existing sekarang memiliki lebar 2,5 meter. Rencananya akan diperlebar menjadi 7,5 meter,” katanya.

Untuk bisa melebarkan jalan tersebut sesuai rencana, setidaknya ada 26 warga yang lahannya terkena imbas pelebaran jalan lingkar bawah dan 121 warga yang lahannya terkena dampak pelebaran jalan lingkar atas.

Dengan berbagai upaya yang telah dilakukan, sebanyak 24 warga di jalan lingkar bawah merelakan lahannya. Sementara untuk jalan lingkar atas, sudah ada sebanyak 64 warga yang telah merelakan lahannya untuk pelebaran jalan.

Baca Juga:  Disdikpora Karangasem Mulai Lakukan Seleksi Paskibraka

“Sampai saat ini pembebasan lahan masih berproses. Dua orang di jalan lingkar bawah belum bisa membebaskan lahannya karena ada bangunan yang sudah terlanjut terbangun,” jelasnya.

Sementara itu terkait anggaran pelebaran jalan yang butuhkan, menurutnya mencapai Rp13,3 miliar untuk jalan lingkar bawah dan Rp 10,2 miliar untuk ruas jalan lingkar Ceningan atas. Yang mana kegiatan itu diusulkan untuk dianggarkan melalui dana Bantuan Keuangan Khusus.

“Penanganan dimulai setelah ada kepastian dana,” tandasnya.

Sementara itu, Petugas Keselamatan dan Kesehatan Kerja selaku perwakilan pembangunan Pelabuhan Bias Munjul, Anak Agung Bagus Putra mengungkapkan realisasi pembangunan Pelabuhan Bias Munjul telah mencapai 60 persen per Minggu (20/2).

Dalam pengerjaan pelabuhan itu menurutnya ada kendala yang cukup mempengaruhi waktu kerja. Yakni proses pengerukan yang ternyata cukup berat lantaran dasar pelabuhan sangat keras seperti lempengan besi sehingga membuat sejumlah alat berat mengalami kerusakan.

“Tetapi kami optimis pengerjaan pelabuhan ini dapat selesai tepat waktu, yakni pada September 2022,” tandasnya. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/