alexametrics
26.5 C
Denpasar
Wednesday, August 10, 2022

Tiga Bersaudara, Korban Tewas Merupakan Anak Laki Satu-satunya

I Dewa Gde Fajar, pemuda berusia 18 tahun asal Banjar Satra Kawan, Desa Satra, Klungkung yang ditemukan tewas merupakan anak lelaki satu-satunya dari tiga bersaudara.

 

DEWA AYU PITRI ARISANTI, Semarapura

 

DEWA Fajar ditemukan dalam kondisi tak bernyawa di selokan Jalan Raya Tojan–Takmung, Klungkung, Rabu (23/2) sekitar pukul 06.30. Dia diduga mengalami kecelakaan tunggal saat hujan deras mengguyur wilayah itu.

 

Adalah I Komang Talen, 50, warga Desa Tojan, Klungkung yang pertama kali melihat tubuh Fajar dengan posisi telentang dan terendam air di selokan Jalan Raya Tojan – Takmung. Melihat hal itu, dia memanggil warga lain.

 

Petugas kepolisian akhirnya datang, dan tubuh Dewa Fajar dievakuasi menggunakan ambulans Kris ke RSUD Klungkung.

Baca Juga:  GTPP Laporkan Dua Pasien Positif Meninggal di Klungkung dan Badung

 

Kasi Humas Polres Klungkung Iptu Agus Widiono menduga, korban meninggal dunia karena mengalami kecelakaan tunggal. Sebab, malam itu hujan deras mengguyur wilayah tersebut.

 

Apalagi, ditemukan sepeda motor Yamaha berwarna hitam dengan plat palsu DK 3950 BA tak jauh dari lokasi ditemukannya Dewa Fajar di selokan.

 

Pada jenazah korban juga ditemukan luka bengkak pada mata sebelah kanan, lecet pada bibir kanan dan lecet pada tangan kiri.

 

Perbekel Desa Satra, Dewa Putu Oka Arsana membenarkan bila Fajar merupakan warganya. Bahkan orang tua Fajar merupakan stafnya.

 

Yang lebih miris, Dewa Fajar adalah anak laki-laki satu-satunya dari tiga bersaudara. Di Bali, anak lelaki, apalagi satu-satunya, adalah penerus keluarga. Bila tak ada anak laki-laki keluarga itu bisa putung atau putus keturunan.

Baca Juga:  Astungkara, Ratusan CPNS dan PPPK Klungkung Terima SK Pengangkatan

 

Sebab, umumnya, di Bali menganut hubungan patriarkal, yakni garis keturuan ayah/ laki-laki. Kecuali bila anak perempuan menikah dengan lelaki lain sebagai sentana. Artinya, lelaki sentana masuk dalam keluarga perempuan, dan lepas dari orang tuanya.

 

“Ini (Fajar) anak pertama dan laki-laki satu-satunya dari tiga bersaudara,” kata Dewa Putu Oka Arsana.



I Dewa Gde Fajar, pemuda berusia 18 tahun asal Banjar Satra Kawan, Desa Satra, Klungkung yang ditemukan tewas merupakan anak lelaki satu-satunya dari tiga bersaudara.

 

DEWA AYU PITRI ARISANTI, Semarapura

 

DEWA Fajar ditemukan dalam kondisi tak bernyawa di selokan Jalan Raya Tojan–Takmung, Klungkung, Rabu (23/2) sekitar pukul 06.30. Dia diduga mengalami kecelakaan tunggal saat hujan deras mengguyur wilayah itu.

 

Adalah I Komang Talen, 50, warga Desa Tojan, Klungkung yang pertama kali melihat tubuh Fajar dengan posisi telentang dan terendam air di selokan Jalan Raya Tojan – Takmung. Melihat hal itu, dia memanggil warga lain.

 

Petugas kepolisian akhirnya datang, dan tubuh Dewa Fajar dievakuasi menggunakan ambulans Kris ke RSUD Klungkung.

Baca Juga:  SS Berserakan di TKP Laka, Ini Respons Penyidik...

 

Kasi Humas Polres Klungkung Iptu Agus Widiono menduga, korban meninggal dunia karena mengalami kecelakaan tunggal. Sebab, malam itu hujan deras mengguyur wilayah tersebut.

 

Apalagi, ditemukan sepeda motor Yamaha berwarna hitam dengan plat palsu DK 3950 BA tak jauh dari lokasi ditemukannya Dewa Fajar di selokan.

 

Pada jenazah korban juga ditemukan luka bengkak pada mata sebelah kanan, lecet pada bibir kanan dan lecet pada tangan kiri.

 

Perbekel Desa Satra, Dewa Putu Oka Arsana membenarkan bila Fajar merupakan warganya. Bahkan orang tua Fajar merupakan stafnya.

 

Yang lebih miris, Dewa Fajar adalah anak laki-laki satu-satunya dari tiga bersaudara. Di Bali, anak lelaki, apalagi satu-satunya, adalah penerus keluarga. Bila tak ada anak laki-laki keluarga itu bisa putung atau putus keturunan.

Baca Juga:  Bupati Giri Prasta Harapkan Cerdas Melayani

 

Sebab, umumnya, di Bali menganut hubungan patriarkal, yakni garis keturuan ayah/ laki-laki. Kecuali bila anak perempuan menikah dengan lelaki lain sebagai sentana. Artinya, lelaki sentana masuk dalam keluarga perempuan, dan lepas dari orang tuanya.

 

“Ini (Fajar) anak pertama dan laki-laki satu-satunya dari tiga bersaudara,” kata Dewa Putu Oka Arsana.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/