alexametrics
26.5 C
Denpasar
Tuesday, July 5, 2022

BPS: Selama Pandemi, Jumlah Warga Miskin di Karangasem Meningkat Tajam

AMLAPURA, radarbali.id – Badan Pusat Statistik (BPS) Karangasem menyebut bahwa pandemi covid-19 yang hingga saat ini berlangsung memukul perekonomian masyarakat. Kondisi ini membuat jumlah warga miskin di Kabupaten Karangasem meningkat tajam.

 

Hingga akhir tahun 2021, BPS Kabupaten Karangasem mencatat, terdapat 28 ribu lebih penduduk Karangasem masuk dalam kategori hidup di bawah garis kemiskinan.

 

Jumlah tersebut naik sekitar 0,87 persen dibandingkan tahun 2020 yang saat itu tercatat 24.690 orang.

 

Kepala Badan Pusat Statistik Kabupaten Karangasem, Komang Bagus Pawastra mengungkapkan, meningkatnya jumlah warga miskin di Karangasem diakibatkan pandemi covid-19 yang berkepanjangan.

Kondisi ini membuat penghasilan masyarakat terpukul. Khususnya di Sektor pariwisata, yang membuat sebagian besar orang kehilangan pekerjaan.

“Pemasukan mereka berkurang drastis, bahkan sampai nganggur karena kehilangan pekerjaan. Biangnya, ya, pandemi ini yang sampai hari ini masih berlangsung,” ujarnya.

 

Untuk mengukur kemiskinan, BPS Karangasem menggunakan konsep kemampuan memenuhi kebutuhan dasar (basic needs approach). Konsep ini mengacu pada Handbook on Poverty and Inequality yang diterbitkan oleh Worldbank.

 

Dengan pendekatan ini, kemiskinan dipandang sebagai ketidakmampuan dari sisi ekonomi untuk memenuhi kebutuhan dasar makanan dan bukan makanan yang diukur dari sisi pengeluaran.

Penduduk dikategorikan sebagai penduduk miskin jika memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di bawah garis kemiskinan.

“Garis kemiskinan mencerminkan nilai rupiah pengeluaran minimum yang diperlukan seseorang untuk memenuhi kebutuhan pokok hidupnya selama sebulan. Baik kebutuhan makanan maupun non-makanan,” jelasnya. 

 

Lebih lanjut Pawastra menerangkan, Garis Kemiskinan Makanan (GKM) merupakan nilai pengeluaran minimum untuk kebutuhan makanan yang disetarakan dengan 2100 kilokalori per kapita per hari.

Paket komoditi kebutuhan dasar makanan diwakili oleh 52 jenis komoditi (padi-padian, umbi-umbian, ikan, daging, telur dan susu, sayuran, kacang-kacangan, buah-buahan, minyak dan lemak dan masih banyak yang lainnya.



AMLAPURA, radarbali.id – Badan Pusat Statistik (BPS) Karangasem menyebut bahwa pandemi covid-19 yang hingga saat ini berlangsung memukul perekonomian masyarakat. Kondisi ini membuat jumlah warga miskin di Kabupaten Karangasem meningkat tajam.

 

Hingga akhir tahun 2021, BPS Kabupaten Karangasem mencatat, terdapat 28 ribu lebih penduduk Karangasem masuk dalam kategori hidup di bawah garis kemiskinan.

 

Jumlah tersebut naik sekitar 0,87 persen dibandingkan tahun 2020 yang saat itu tercatat 24.690 orang.

 

Kepala Badan Pusat Statistik Kabupaten Karangasem, Komang Bagus Pawastra mengungkapkan, meningkatnya jumlah warga miskin di Karangasem diakibatkan pandemi covid-19 yang berkepanjangan.

Kondisi ini membuat penghasilan masyarakat terpukul. Khususnya di Sektor pariwisata, yang membuat sebagian besar orang kehilangan pekerjaan.

“Pemasukan mereka berkurang drastis, bahkan sampai nganggur karena kehilangan pekerjaan. Biangnya, ya, pandemi ini yang sampai hari ini masih berlangsung,” ujarnya.

 

Untuk mengukur kemiskinan, BPS Karangasem menggunakan konsep kemampuan memenuhi kebutuhan dasar (basic needs approach). Konsep ini mengacu pada Handbook on Poverty and Inequality yang diterbitkan oleh Worldbank.

 

Dengan pendekatan ini, kemiskinan dipandang sebagai ketidakmampuan dari sisi ekonomi untuk memenuhi kebutuhan dasar makanan dan bukan makanan yang diukur dari sisi pengeluaran.

Penduduk dikategorikan sebagai penduduk miskin jika memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di bawah garis kemiskinan.

“Garis kemiskinan mencerminkan nilai rupiah pengeluaran minimum yang diperlukan seseorang untuk memenuhi kebutuhan pokok hidupnya selama sebulan. Baik kebutuhan makanan maupun non-makanan,” jelasnya. 

 

Lebih lanjut Pawastra menerangkan, Garis Kemiskinan Makanan (GKM) merupakan nilai pengeluaran minimum untuk kebutuhan makanan yang disetarakan dengan 2100 kilokalori per kapita per hari.

Paket komoditi kebutuhan dasar makanan diwakili oleh 52 jenis komoditi (padi-padian, umbi-umbian, ikan, daging, telur dan susu, sayuran, kacang-kacangan, buah-buahan, minyak dan lemak dan masih banyak yang lainnya.



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/