alexametrics
26.5 C
Denpasar
Tuesday, July 5, 2022

Delapan SPBU di Tabanan Ditera Ulang untuk Antisipasi Kecurangan

TABANAN – Sebanyak delapan SPBU di Kabupaten Tabanan ditera ulang sebagai antisipasi adanya kecurangan. Tera ulang dilakukan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Tabanan.

Pengecekan tersebut berupa tera ulang untuk memastikan takaran BBM yang keluar dari nozel apakah masih sesuai atau tidak. Seperti terlihat pada SPBU Abiantuwung Jalan Raya Ahmad Yani, Tabanan.

Petugas dari Bidang Metrologi Disperindag Tabanan melakukan tera ulang terhadap pompa ukur BBM.

Kepala Seksi Pengawasan, Bidang Metrologi, Disperindag Tabanan Agus Eka Wisada mengatakan tera ulang terhadap SPBU-SPBU di Tabanan memang secara periodik pihak lakukan. Pemeriksaan ini dilakukan demi melindungi konsumen, bahwasannya BBM yang dibeli sesuai takaran. Artinya tidak lebih ataupun kurang. Apalagi dalam waktu dekat dikabarkan adanya kenaikan harga BBM.  

“Kami turun juga melakukan pengawasan dari sisi ketersediaan bahan bakar minyak (BBM. Selain itu pengawasan ini juga dilakukan untuk menindaklanjuti instruksi dari pusat atau kementerian,” jelasnya, Kamis (21/4).

Agus Wisada melanjutkan dari pemeriksaan terhadap 8 SPBU yang berada di sepanjang jalur mudik belum ada temuan takaran BBM tidak sesuai dengan nozel. Mayoritas sudah sesuai dengan pembelian.

Di samping itu setiap SPBU yang ada juga sudah memiliki bejana ukur, Ketika tidak ada kesesuaian takaran, mereka akan menghubungi petugas Disperindag meminta untuk melakukan pengecekan.  

“Kami lakukan pengecekan tera ulang sudah dimulai sejak Senin (18/4) dan kemungkinan sampai dengan Kamis ini (21/4),” ungkapnya

Agus Wisada menambahkan bagi SPBU yang sudah ditera ulang akan dipasangi stiker yang bertuliskan cap tanda sah yang tertempel pada SPBU.

Penempelan stiker agar konsumen atau masyarakat pembeli BBM tahu bahwa SPBU tersebut sudah menjalani tera ulang dan takaran BBM sudah sesuai dengan keluar nozelnya.

“Selain SPBU kami juga sudah melakukan tera ulang terhadap para pedagang di pasar-pasar yang ada di Tabanan. Dengan tera ulang pada alat ukur, timbangan dan alat ukur lainnya,” tandasnya.



TABANAN – Sebanyak delapan SPBU di Kabupaten Tabanan ditera ulang sebagai antisipasi adanya kecurangan. Tera ulang dilakukan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Tabanan.

Pengecekan tersebut berupa tera ulang untuk memastikan takaran BBM yang keluar dari nozel apakah masih sesuai atau tidak. Seperti terlihat pada SPBU Abiantuwung Jalan Raya Ahmad Yani, Tabanan.

Petugas dari Bidang Metrologi Disperindag Tabanan melakukan tera ulang terhadap pompa ukur BBM.

Kepala Seksi Pengawasan, Bidang Metrologi, Disperindag Tabanan Agus Eka Wisada mengatakan tera ulang terhadap SPBU-SPBU di Tabanan memang secara periodik pihak lakukan. Pemeriksaan ini dilakukan demi melindungi konsumen, bahwasannya BBM yang dibeli sesuai takaran. Artinya tidak lebih ataupun kurang. Apalagi dalam waktu dekat dikabarkan adanya kenaikan harga BBM.  

“Kami turun juga melakukan pengawasan dari sisi ketersediaan bahan bakar minyak (BBM. Selain itu pengawasan ini juga dilakukan untuk menindaklanjuti instruksi dari pusat atau kementerian,” jelasnya, Kamis (21/4).

Agus Wisada melanjutkan dari pemeriksaan terhadap 8 SPBU yang berada di sepanjang jalur mudik belum ada temuan takaran BBM tidak sesuai dengan nozel. Mayoritas sudah sesuai dengan pembelian.

Di samping itu setiap SPBU yang ada juga sudah memiliki bejana ukur, Ketika tidak ada kesesuaian takaran, mereka akan menghubungi petugas Disperindag meminta untuk melakukan pengecekan.  

“Kami lakukan pengecekan tera ulang sudah dimulai sejak Senin (18/4) dan kemungkinan sampai dengan Kamis ini (21/4),” ungkapnya

Agus Wisada menambahkan bagi SPBU yang sudah ditera ulang akan dipasangi stiker yang bertuliskan cap tanda sah yang tertempel pada SPBU.

Penempelan stiker agar konsumen atau masyarakat pembeli BBM tahu bahwa SPBU tersebut sudah menjalani tera ulang dan takaran BBM sudah sesuai dengan keluar nozelnya.

“Selain SPBU kami juga sudah melakukan tera ulang terhadap para pedagang di pasar-pasar yang ada di Tabanan. Dengan tera ulang pada alat ukur, timbangan dan alat ukur lainnya,” tandasnya.



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/