alexametrics
26.8 C
Denpasar
Sunday, June 26, 2022

PBB Kagum Penanganan Covid-19 Melalui Kearifan Lokal di Bali

DENPASAR, radarbali.id – PBB melalui Perwakilan Khusus Sekretaris Jenderal PBB yang menangani urusan pengurangan resiko bencana, Mami Mizutori mengaku sangat terkesan dengan keberhasilan Bali yang dipimpin oleh Gubernur Bali, Wayan Koster dalam menyinergikan penanganan pandemi Covid-19 dengan menerapkan sistem kearifan lokal yang diwarisi turun-temurun oleh leluhur di Pulau Bali.

 

Keberhasilan tersebut, membuat Perwakilan Khusus Sekretaris Jenderal PBB yang menangani urusan Pengurangan Resiko Bencana, Mami Mizutori memohon kepada Gubernur Bali, Wayan Koster untuk berbagi pengalaman di hadapan dunia.

“Tolong Bapak Gubernur, pengalamannya bisa dibagi kepada dunia terkait dengan penanganan Covid-19 di Bali yang bisa memadukan sistem modern dan kearifan lokal. Ini sangat unik dan sangat menarik untuk didiskusikan,” ujar Mami Mizutori saat melakukan pertemuan bilateral bersama Gubernur Bali, Wayan Koster di Jayasabha, Denpasar, Jumat (Sukra Pon, Kulantir) 22 April 2022.

 

Gubernur Koster mengucapkan terima kasih atas kunjungan Mami Mizutori di Pulau Bali. Mengenai penanganan pandemi Covid-19, Gubernur Koster mengaku menerapkan sistem kearifan lokal yang merupakan sebuah tradisi yang dilaksanakan secara turun-temurun untuk mengharmoniskan alam Bali beserta isinya.

 

Sejak pertama kali pandemi Covid-19 muncul, Pemprov Bali melibatkan desa adat untuk melaksanakan upacara seperti yang diwariskan dalam ajaran leluhur Bali serta menerapkan sistem sesuai kebijakan di Pemerintah Pusat.

“Hasilnya pun berhasil. Di mana penanganan secara keseluruhan dikelola dengan baik, sehingga Bali masuk sebagai kategori Provinsi yang memiliki kemampuan manajemen penanganan terbaik di Indonesia. Dukungan desa adat ini juga diterapkan melalui awig-awig yang benar-benar direspons oleh masyarakat untuk bersama-sama disiplin menerapkan protokol kesehatan Covid-19,” jelas orang nomor satu di Pemprov Bali ini seraya mengungkapkan keberhasilan tersebut berkat kolaborasi solid antara Pemprov Bali dengan Pangdam IX/Udayana, Kapolda Bali, Kejaksaan Tinggi Bali, Bupati/Walikota, Camat, Perbekel, Desa Adat, dan seluruh komponen masyarakat di Bali.

 

“Kami melibatkan desa adat untuk memobilisasi warga, sehingga berjalan baik dan cepat vaksinasinya atau tercepat di Indonesia,” imbuh Gubernur Koster sembari menyebut vaksin booster di Bali tertinggi di nasional dengan angka 62,1 % berdasarkan sumber dari KPCPEN pada 17 April 2022.

 

Dalam pertemuan bilateral tersebut, selain membahas keberhasilan Bali di dalam menangani pandemi, Perwakilan Khusus Sekretaris Jenderal PBB yang menangani urusan Pengurangan Resiko Bencana, Mami Mizutori juga memuji Bali sangat baik secara keseluruhan di dalam mengorganisir event internasional seperti pertemuan IMF dan World Bank pada Tahun 2018 lalu.

Untuk itulah, keputusan yang tepat dilakukan Indonesia dengan memilih Bali sebagai tuan rumah Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) ke-7 pada 23-28 Mei 2022 mendatang di Nusa Dua, Badung, Bali.

“Event global bisa terselenggara dengan baik di Bali. Saya yakin, Kita bisa bangkit dari pandemi ini dengan bekerjasama untuk pengurangan dampak bencana serta bangkit bersama dengan banyak pemerintahan di negara lain,” ujar Mami Mizutori.

 

Mengenai terpilihnya Bali sebagai tuan rumah Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) ke-7 pada 23-28 Mei 2022 mendatang, Gubernur Bali, Wayan Koster menyampaikan bahwa Bali sudah sangat siap dalam menyambut ajang pertemuan penanganan kebencanaan dan mitigasi global yang bertajuk GPDRR ke-7 ini.

“Kami senang sekali bisa menjadi tuan rumah. Kami sudah siap secara sarana dan prasarana, terlebih juga kami punya perhatian khusus dalam resiko kebencanaan,” jelas mantan Anggota DPR – RI 3 Periode dari Fraksi PDI Perjuangan ini.

Dia menyebutkan Bali telah mempunyai sistem dan manajemen di dalam mitigasi kebencanaan bahkan dalam hal resiko dan deteksi awal. Contohnya di Bali, sudah melaksanakan simulasi kesiapsiagaan setiap tanggal 26 di setiap bulan-nya dengan melatih anak-anak muda, siswa sekolah untuk mendeteksi bencana dan mengedukasi tentang resiko bencana. Sehingga Pemerintah Pusat menilai Bali adalah Provinsi terbaik secara nasional di dalam hal deteksi kebencanaan, peringatan dini kebencanaan dan penanganan pascabencana. (rba)



DENPASAR, radarbali.id – PBB melalui Perwakilan Khusus Sekretaris Jenderal PBB yang menangani urusan pengurangan resiko bencana, Mami Mizutori mengaku sangat terkesan dengan keberhasilan Bali yang dipimpin oleh Gubernur Bali, Wayan Koster dalam menyinergikan penanganan pandemi Covid-19 dengan menerapkan sistem kearifan lokal yang diwarisi turun-temurun oleh leluhur di Pulau Bali.

 

Keberhasilan tersebut, membuat Perwakilan Khusus Sekretaris Jenderal PBB yang menangani urusan Pengurangan Resiko Bencana, Mami Mizutori memohon kepada Gubernur Bali, Wayan Koster untuk berbagi pengalaman di hadapan dunia.

“Tolong Bapak Gubernur, pengalamannya bisa dibagi kepada dunia terkait dengan penanganan Covid-19 di Bali yang bisa memadukan sistem modern dan kearifan lokal. Ini sangat unik dan sangat menarik untuk didiskusikan,” ujar Mami Mizutori saat melakukan pertemuan bilateral bersama Gubernur Bali, Wayan Koster di Jayasabha, Denpasar, Jumat (Sukra Pon, Kulantir) 22 April 2022.

 

Gubernur Koster mengucapkan terima kasih atas kunjungan Mami Mizutori di Pulau Bali. Mengenai penanganan pandemi Covid-19, Gubernur Koster mengaku menerapkan sistem kearifan lokal yang merupakan sebuah tradisi yang dilaksanakan secara turun-temurun untuk mengharmoniskan alam Bali beserta isinya.

 

Sejak pertama kali pandemi Covid-19 muncul, Pemprov Bali melibatkan desa adat untuk melaksanakan upacara seperti yang diwariskan dalam ajaran leluhur Bali serta menerapkan sistem sesuai kebijakan di Pemerintah Pusat.

“Hasilnya pun berhasil. Di mana penanganan secara keseluruhan dikelola dengan baik, sehingga Bali masuk sebagai kategori Provinsi yang memiliki kemampuan manajemen penanganan terbaik di Indonesia. Dukungan desa adat ini juga diterapkan melalui awig-awig yang benar-benar direspons oleh masyarakat untuk bersama-sama disiplin menerapkan protokol kesehatan Covid-19,” jelas orang nomor satu di Pemprov Bali ini seraya mengungkapkan keberhasilan tersebut berkat kolaborasi solid antara Pemprov Bali dengan Pangdam IX/Udayana, Kapolda Bali, Kejaksaan Tinggi Bali, Bupati/Walikota, Camat, Perbekel, Desa Adat, dan seluruh komponen masyarakat di Bali.

 

“Kami melibatkan desa adat untuk memobilisasi warga, sehingga berjalan baik dan cepat vaksinasinya atau tercepat di Indonesia,” imbuh Gubernur Koster sembari menyebut vaksin booster di Bali tertinggi di nasional dengan angka 62,1 % berdasarkan sumber dari KPCPEN pada 17 April 2022.

 

Dalam pertemuan bilateral tersebut, selain membahas keberhasilan Bali di dalam menangani pandemi, Perwakilan Khusus Sekretaris Jenderal PBB yang menangani urusan Pengurangan Resiko Bencana, Mami Mizutori juga memuji Bali sangat baik secara keseluruhan di dalam mengorganisir event internasional seperti pertemuan IMF dan World Bank pada Tahun 2018 lalu.

Untuk itulah, keputusan yang tepat dilakukan Indonesia dengan memilih Bali sebagai tuan rumah Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) ke-7 pada 23-28 Mei 2022 mendatang di Nusa Dua, Badung, Bali.

“Event global bisa terselenggara dengan baik di Bali. Saya yakin, Kita bisa bangkit dari pandemi ini dengan bekerjasama untuk pengurangan dampak bencana serta bangkit bersama dengan banyak pemerintahan di negara lain,” ujar Mami Mizutori.

 

Mengenai terpilihnya Bali sebagai tuan rumah Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) ke-7 pada 23-28 Mei 2022 mendatang, Gubernur Bali, Wayan Koster menyampaikan bahwa Bali sudah sangat siap dalam menyambut ajang pertemuan penanganan kebencanaan dan mitigasi global yang bertajuk GPDRR ke-7 ini.

“Kami senang sekali bisa menjadi tuan rumah. Kami sudah siap secara sarana dan prasarana, terlebih juga kami punya perhatian khusus dalam resiko kebencanaan,” jelas mantan Anggota DPR – RI 3 Periode dari Fraksi PDI Perjuangan ini.

Dia menyebutkan Bali telah mempunyai sistem dan manajemen di dalam mitigasi kebencanaan bahkan dalam hal resiko dan deteksi awal. Contohnya di Bali, sudah melaksanakan simulasi kesiapsiagaan setiap tanggal 26 di setiap bulan-nya dengan melatih anak-anak muda, siswa sekolah untuk mendeteksi bencana dan mengedukasi tentang resiko bencana. Sehingga Pemerintah Pusat menilai Bali adalah Provinsi terbaik secara nasional di dalam hal deteksi kebencanaan, peringatan dini kebencanaan dan penanganan pascabencana. (rba)



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/