alexametrics
26.5 C
Denpasar
Monday, July 4, 2022

4 Pengendara Motor Tanpa Helm Tewas, Puri Anyar Kerambitan Bagi Helm Gratis

TABANAN, Radar Bali – Tinggi kasus angka kecelakaan lalu di Tabanan rupanya menyedot perhatian banyak pihak. Kecelakaan lalu lintas bukan hanya karena faktor kondisi jalan dan kendaraan. Melainkan pula faktor kelalaian manusia. Salah satunya lalai  penggunaan helm saat berkendara di jalan.

 

Tercatat pada bulan Mei ada sekitar 4 kasus kecelakaan lalu lintas yang menyebabkan tewas pengendara karena berkendara tidak memakai helm. Itu terjadi pada jalan desa. Bahkan itu terjadi pada anak-anak dengan usai sekolah.

 

Mengingat tinggi kasus kecelakaan lalu lintas karena faktor penggunaan helm. Sebanyak 50 gratis dibagikan oleh tokoh masyarakat keluarga Puri Anyar Kerambitan kepada anak-anak PAUD, TK dan SD yang bekerjasama dengan Polres Tabanan.

 

Kasat Binmas Polres Tabanan AKP I Nengah Widia mengatakan pembagian helm gratis dilakukan Puri Anyar Kerambitan dengan menggandeng aparat kepolisian sebagai bentuk upaya partisipasif untuk meminimalkan resiko kecelakaan lalu lintas agar pengguna kendaraan bermotor tidak mengalami kondisi luka parah. Selain itu masih menemukan sejumlah orang yang menjemput anak mereka ke sekolah tidak gunakan helm.

 

“Benturan keras pada kepala ini kadang-kadang kala membuat fatal pengendara motor di jalan ketika kecelakaan,” jelasnya.

 

Pemberian helm SNI kepada anak-anak sekolah tersebut selain itu sebagai upaya untuk menekan dan meminimalisir fatalitas cidera korban.

 

Juga upaya mengedukasi para pengendara kendaraan roda dua, bahwa betapa pentingnya arti helm berstandar SNI. Termasuk para orang tua anak.

 

Menurut hasil analisa, dan evaluasi dilakukan Satlantas Polri sebagian besar korban laka lantas mengalami sifat cidera luka berat, bahkan meninggal dunia salah satunya disebabkan karena helm yang notabenya melindungi kepala tidak berstandar SNI dan atau sudah tidak layak pakai.

 

”Karena itu, dengan pemberian helm SNI ini diharapkan menyadarkan masyarakat akan pentingnya mengenakan helm standar SNI,” ungkapnya.

 

AKP Widia menambahkan untuk pengendara bermotor agar tetap mematuhi semua peraturan lalu lintas saat mengendarai kendaraan, baik roda dua, roda empat, roda enam, dan kendaraan lainnya.

 

“Selain itu untuk mengingat masyarakat saat berkendara pihak telah memasang sejumlah spanduk  di beberapa ruas jalan. Baik jalur Denpasar-Gilimanuk dan ruas jalan di Kabupaten Tabanan dengan tujuan untuk mengingatkan tentang keselamatan berlalu lintas di jalan,” pungkasnya. (uli)



TABANAN, Radar Bali – Tinggi kasus angka kecelakaan lalu di Tabanan rupanya menyedot perhatian banyak pihak. Kecelakaan lalu lintas bukan hanya karena faktor kondisi jalan dan kendaraan. Melainkan pula faktor kelalaian manusia. Salah satunya lalai  penggunaan helm saat berkendara di jalan.

 

Tercatat pada bulan Mei ada sekitar 4 kasus kecelakaan lalu lintas yang menyebabkan tewas pengendara karena berkendara tidak memakai helm. Itu terjadi pada jalan desa. Bahkan itu terjadi pada anak-anak dengan usai sekolah.

 

Mengingat tinggi kasus kecelakaan lalu lintas karena faktor penggunaan helm. Sebanyak 50 gratis dibagikan oleh tokoh masyarakat keluarga Puri Anyar Kerambitan kepada anak-anak PAUD, TK dan SD yang bekerjasama dengan Polres Tabanan.

 

Kasat Binmas Polres Tabanan AKP I Nengah Widia mengatakan pembagian helm gratis dilakukan Puri Anyar Kerambitan dengan menggandeng aparat kepolisian sebagai bentuk upaya partisipasif untuk meminimalkan resiko kecelakaan lalu lintas agar pengguna kendaraan bermotor tidak mengalami kondisi luka parah. Selain itu masih menemukan sejumlah orang yang menjemput anak mereka ke sekolah tidak gunakan helm.

 

“Benturan keras pada kepala ini kadang-kadang kala membuat fatal pengendara motor di jalan ketika kecelakaan,” jelasnya.

 

Pemberian helm SNI kepada anak-anak sekolah tersebut selain itu sebagai upaya untuk menekan dan meminimalisir fatalitas cidera korban.

 

Juga upaya mengedukasi para pengendara kendaraan roda dua, bahwa betapa pentingnya arti helm berstandar SNI. Termasuk para orang tua anak.

 

Menurut hasil analisa, dan evaluasi dilakukan Satlantas Polri sebagian besar korban laka lantas mengalami sifat cidera luka berat, bahkan meninggal dunia salah satunya disebabkan karena helm yang notabenya melindungi kepala tidak berstandar SNI dan atau sudah tidak layak pakai.

 

”Karena itu, dengan pemberian helm SNI ini diharapkan menyadarkan masyarakat akan pentingnya mengenakan helm standar SNI,” ungkapnya.

 

AKP Widia menambahkan untuk pengendara bermotor agar tetap mematuhi semua peraturan lalu lintas saat mengendarai kendaraan, baik roda dua, roda empat, roda enam, dan kendaraan lainnya.

 

“Selain itu untuk mengingat masyarakat saat berkendara pihak telah memasang sejumlah spanduk  di beberapa ruas jalan. Baik jalur Denpasar-Gilimanuk dan ruas jalan di Kabupaten Tabanan dengan tujuan untuk mengingatkan tentang keselamatan berlalu lintas di jalan,” pungkasnya. (uli)



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/