alexametrics
26.8 C
Denpasar
Monday, June 27, 2022

Gara-Gara Menunggak SPP, Ratusan Siswa SMK PGRI 1 Gianyar Dilarang Ulangan

GIANYAR – Ratusan siswa SMK PGRI 1 Gianyar dilarang ikut ulangan atau tes penilaian akhir untuk kenaikan kelas. Bahkan, mereka disuruh pulang. Pasalnya, sejumlah siswa belum membayar atau menunggak bayar SPP.

Kepala SMK PGRI 1 Gianyar, I Made Dwi Ariyudha, menyatakan banyak siswa yang belum membayar SPP. Dia menjelaskan, dari 620-an siswa, ada 20 persen siswa yang belum membayar SPP. Dengan demikian, jumlahnya sekitar 100-an siswa.

Bahkan, tunggakan SPP para siswa bukan sekali dua kali saja.

“Ada yang setahun tidak bayar. Bahkan siswa kelas tiga ada tiga tahun tidak bayar,” ujar I Made Dwi Ariyudha, Senin (23/5).

Dengan situasi tersebut, sekolah terpaksa belum memberikan ulangan penuh bagi siswa yang belum melunasi SPP.

“Ulangan kami gelar bertahap (tidak sesuai jadwal normal, red) bagi siswa yang belum bayar,” ujarnya.

Artinya, saat ulangan, mereka terpaksa dipulangkan atau tidak bisa mengikuti ulangan secara penuh.

“Yang menunggak ini hanya bisa mengikuti dua atau tiga hari saja. Nanti jika sudah bayar, kita berikan ulangan susulan,” ujarnya.

Selama tiga tahun terakhir, SPP yang dibayarkan siswa sebesar Rp200 ribu per bulan untuk siswa kelas 1 hingga 3.

“Jadi, setahun Rp2,4 juta. Itu sudah ringan untuk ukuran SMK,” jelasnya. (dra)



GIANYAR – Ratusan siswa SMK PGRI 1 Gianyar dilarang ikut ulangan atau tes penilaian akhir untuk kenaikan kelas. Bahkan, mereka disuruh pulang. Pasalnya, sejumlah siswa belum membayar atau menunggak bayar SPP.

Kepala SMK PGRI 1 Gianyar, I Made Dwi Ariyudha, menyatakan banyak siswa yang belum membayar SPP. Dia menjelaskan, dari 620-an siswa, ada 20 persen siswa yang belum membayar SPP. Dengan demikian, jumlahnya sekitar 100-an siswa.

Bahkan, tunggakan SPP para siswa bukan sekali dua kali saja.

“Ada yang setahun tidak bayar. Bahkan siswa kelas tiga ada tiga tahun tidak bayar,” ujar I Made Dwi Ariyudha, Senin (23/5).

Dengan situasi tersebut, sekolah terpaksa belum memberikan ulangan penuh bagi siswa yang belum melunasi SPP.

“Ulangan kami gelar bertahap (tidak sesuai jadwal normal, red) bagi siswa yang belum bayar,” ujarnya.

Artinya, saat ulangan, mereka terpaksa dipulangkan atau tidak bisa mengikuti ulangan secara penuh.

“Yang menunggak ini hanya bisa mengikuti dua atau tiga hari saja. Nanti jika sudah bayar, kita berikan ulangan susulan,” ujarnya.

Selama tiga tahun terakhir, SPP yang dibayarkan siswa sebesar Rp200 ribu per bulan untuk siswa kelas 1 hingga 3.

“Jadi, setahun Rp2,4 juta. Itu sudah ringan untuk ukuran SMK,” jelasnya. (dra)



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/