alexametrics
27.6 C
Denpasar
Thursday, July 7, 2022

Ni Ketut Sami, Nenek Usia 80 Tahun di Buahan Kaja Gianyar Hilang

GIANYAR – Seorang nenek berusia 80 tahun bernama Ni Ketut Sami hilang. Sudah dua hari belum pulang ke rumahnya di warga Banjar Majangan, Desa Buahan Kaja, Kecamatan Payangan. Keluarga dan warga mencari ke pelosok desa.

 

Putra keempat, I Ketut Pasti, menyatakan pada Selasa pagi (22/2) ada yang melihat ibunya keluar dari rumah. Namun, karena sampai sore tak kembali, dia menelpon kakak pertama yang nikah di Banjar Saren, Desa Kerta. Karena biasanya, nenek melancong ke rumah kakak.

 

“Ternyata di sana tidak ada. Kami sorenya mencari ibu,” jelasnya.

 

Pihaknya juga telah mencari ke sejumlah tempat di wilayah Banjar Majangan. Namun hasilnya masih nihil.

 

“Kami telah mencari ke setiap sudut banjar, tegalan, pangkung dan sungai. Tapi sampai sekarang belum ditemukan,” ungkapnya.

 

Dikatakan, ibunya memang biasa pergi ke tegalan sendirian mencari dedaunan untuk bahan membuat porosan atau bahan untuk sarana upacara agama.

 

“Tapi begitu mendapat dedaunan yang dicari, biasanya langsung pulang,” jelasnya.

 

Pasti menuturkan, ibunya dalam keadaan sehat. Tidak ada keluhan sakit yang diderita beberapa hari terakhir ini.

 

“Hanya kadang-kadang pikun dan bingung karena usianya sudah tua,” jelasnya.

 

Terkait kehilangan ibunya ini, Ketut Pasti belum melaporkan kepada pihak kepolisian. Hal ini karena di Desa Adat Majangan sedang dilaksanakan upacara nebasin. Sekadar diketahui, upacara nebasin merupakan upacara rutin yang dilaksanakan oleh desa yang nyungsung barong.

 

“Nanti kalau sudah nyineb, kami akan berkonsultasi dengan prajuru. Untuk mengambil langkah terbaik pencarian sehingga cepat ditemukan,” jelasnya.



GIANYAR – Seorang nenek berusia 80 tahun bernama Ni Ketut Sami hilang. Sudah dua hari belum pulang ke rumahnya di warga Banjar Majangan, Desa Buahan Kaja, Kecamatan Payangan. Keluarga dan warga mencari ke pelosok desa.

 

Putra keempat, I Ketut Pasti, menyatakan pada Selasa pagi (22/2) ada yang melihat ibunya keluar dari rumah. Namun, karena sampai sore tak kembali, dia menelpon kakak pertama yang nikah di Banjar Saren, Desa Kerta. Karena biasanya, nenek melancong ke rumah kakak.

 

“Ternyata di sana tidak ada. Kami sorenya mencari ibu,” jelasnya.

 

Pihaknya juga telah mencari ke sejumlah tempat di wilayah Banjar Majangan. Namun hasilnya masih nihil.

 

“Kami telah mencari ke setiap sudut banjar, tegalan, pangkung dan sungai. Tapi sampai sekarang belum ditemukan,” ungkapnya.

 

Dikatakan, ibunya memang biasa pergi ke tegalan sendirian mencari dedaunan untuk bahan membuat porosan atau bahan untuk sarana upacara agama.

 

“Tapi begitu mendapat dedaunan yang dicari, biasanya langsung pulang,” jelasnya.

 

Pasti menuturkan, ibunya dalam keadaan sehat. Tidak ada keluhan sakit yang diderita beberapa hari terakhir ini.

 

“Hanya kadang-kadang pikun dan bingung karena usianya sudah tua,” jelasnya.

 

Terkait kehilangan ibunya ini, Ketut Pasti belum melaporkan kepada pihak kepolisian. Hal ini karena di Desa Adat Majangan sedang dilaksanakan upacara nebasin. Sekadar diketahui, upacara nebasin merupakan upacara rutin yang dilaksanakan oleh desa yang nyungsung barong.

 

“Nanti kalau sudah nyineb, kami akan berkonsultasi dengan prajuru. Untuk mengambil langkah terbaik pencarian sehingga cepat ditemukan,” jelasnya.



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/