alexametrics
27.6 C
Denpasar
Friday, August 19, 2022

Petugas DLH Karangasem Ngaku Kewalahan Tangani Pohon Perindang

AMLAPURA- Cuaca ekstrim yang terjadi sejak sepekan terakhir membuat petugas dinas lingkungan hidup (DLH) Karangasem sibuk. Pasalnya, berkaca dari kejadian beberapa bulan yang lalu, akibat cuaca ekstrim terjadi pohon tumbang dibeberapa titik. Bahkan pohon bertumbangan menimpa badan jalan dan menyebabkan korban luka hingga korban jiwa.

 

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Karangasem I Nyoman Tari mengatakan, pihaknya sudah secara rutin melakukan pengawasan terhadap pohon perindang untuk dilakukan pemangkasan sebagai antisipasi pohon tumbang yang membahayakan warga. 

 

Hanya saja, sejauh ini DLH Karangasem belum maksimal dalam melakukan penanganan terhadap pohon perindang tersebut, lantaran keterbatasan sarana dan prasarana yang dimiliki. Dengan luas wilayah yang harus ditangani, DLH Kabupaten Karangasem hanya memiliki satu unit kendaraan crane (truk tangga) yang biasanya dipergunakan untuk menjangkau dahan pohon yang akan dipangkas.

Baca Juga:  Pohon Tumbang, Picu Longsor, Akses Jalan Raya Petang Putus Dua Jam

 

“Kendala yang kami hadapi sarana prasarana yang masih kurang terutama mobil crane. Saat ini kami hanya punya satu unit dan itupun sudah cukup tua sehingga sering macet. Sementara wilayah yang ditangani sangat luas,” ujar Nyoman Tari, Rabu (23/2).

 

Atas kondisi tersebut, DLH sendiri sudah beberapa kali mengajukan anggaran untuk pembelian kendaraan crane, hanya saja karena kondisi keuangan daerah belum mencukupi sehingga belum bisa direalisasikan. Ia berharap, usulan pembelian truk crane tersebut bisa masuk diskala prioritas pada APBD tahun 2022.

 

Hal yang sama juga diungkapkan Kepala Pelaksana BPBD Karangasem IB Ketut Arimbawa. Menurutnya, untuk pemangkasan pohon perindang pihaknya berkerjasama dengan DLH.

Baca Juga:  Gubernur Koster Ajak Masyarakat Memuliakan Tumbuh-Tumbuhan

 

“Kami sangat ingin untuk melakukan pemangakasan, hanya saja masalahnya DLH Karangasem masih terbatas sarana prasarana mobil crane. Kendala ini sudah cukup lama dan permasahalan itu masih terjadi hingga saat ini,” tuturnya.

 



AMLAPURA- Cuaca ekstrim yang terjadi sejak sepekan terakhir membuat petugas dinas lingkungan hidup (DLH) Karangasem sibuk. Pasalnya, berkaca dari kejadian beberapa bulan yang lalu, akibat cuaca ekstrim terjadi pohon tumbang dibeberapa titik. Bahkan pohon bertumbangan menimpa badan jalan dan menyebabkan korban luka hingga korban jiwa.

 

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Karangasem I Nyoman Tari mengatakan, pihaknya sudah secara rutin melakukan pengawasan terhadap pohon perindang untuk dilakukan pemangkasan sebagai antisipasi pohon tumbang yang membahayakan warga. 

 

Hanya saja, sejauh ini DLH Karangasem belum maksimal dalam melakukan penanganan terhadap pohon perindang tersebut, lantaran keterbatasan sarana dan prasarana yang dimiliki. Dengan luas wilayah yang harus ditangani, DLH Kabupaten Karangasem hanya memiliki satu unit kendaraan crane (truk tangga) yang biasanya dipergunakan untuk menjangkau dahan pohon yang akan dipangkas.

Baca Juga:  Asyik! Usai Natab, Pengantin di Gianyar Langsung Terima Akta Perkawinan

 

“Kendala yang kami hadapi sarana prasarana yang masih kurang terutama mobil crane. Saat ini kami hanya punya satu unit dan itupun sudah cukup tua sehingga sering macet. Sementara wilayah yang ditangani sangat luas,” ujar Nyoman Tari, Rabu (23/2).

 

Atas kondisi tersebut, DLH sendiri sudah beberapa kali mengajukan anggaran untuk pembelian kendaraan crane, hanya saja karena kondisi keuangan daerah belum mencukupi sehingga belum bisa direalisasikan. Ia berharap, usulan pembelian truk crane tersebut bisa masuk diskala prioritas pada APBD tahun 2022.

 

Hal yang sama juga diungkapkan Kepala Pelaksana BPBD Karangasem IB Ketut Arimbawa. Menurutnya, untuk pemangkasan pohon perindang pihaknya berkerjasama dengan DLH.

Baca Juga:  Pohon Tumbang Timpa Mobil dan Kabel PLN

 

“Kami sangat ingin untuk melakukan pemangakasan, hanya saja masalahnya DLH Karangasem masih terbatas sarana prasarana mobil crane. Kendala ini sudah cukup lama dan permasahalan itu masih terjadi hingga saat ini,” tuturnya.

 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/