alexametrics
26.5 C
Denpasar
Wednesday, August 10, 2022

Diduga Ini Penyebab Nenek Ni Ketut Sami Meninggal di Terowongan

GIANYAR – Nenek bernama Ni Ketut Sami, 80, akhirnya ditemukan setelah empat hari hilang. Jasad warga Banjar Majangan, Desa Buahan Kaja, Kecamatan Payangan, Gianyar, Bali, ini ditemukan di terowongan air. Polisi pun membeberkan penyebab Ni Ketut Sami sampai masuk terowongan.

 

Diketahui, Ni Ketut Sami dinyatakan hilang sejak Selasa (22/2). Tubuhnya ditemukan warga yang melakukan pencarian di terowongan air Subak Gede Buahan, Sabtu (26/2) pukul 09.30.

 

Atas temuan itu, kepolisian turun bersama tim medis dari Puskesmas Payangan.

 

Kanit Reskrim Polsek Payangan, Ipda I Gede Ardika Pramarta mengatakan tidak ada tanda-tanda yang mencurigakan di tubuh korban.

 

Korban diduga terpeleset lalu ada benturan. Kemudian diduga hanyut terbawa arus air menyebabkan korban meninggal.

Baca Juga:  Koster Usul Bali Tanpa Karantina, Virolog Sebut Trend di Negara Lain

 

“Ini faktor korban memang sudah uzur, sehingga tidak kuat melawan arus air,” ujarnya.

 

Sementara itu, putra korban, I Ketut Pasti menyatakan keluarga sudah mengikhlaskan kepergian ibunya tersebut. Dia menduga, ibunya akan pergi ke Banjar Saren, untuk menjenguk kakaknya.

 

“Mungkin dalam perjalanan terpeleset dan jatuh terbawa aliran air irigasi subak,” ujarnya.

 

Setelah ditemukan, warga langsung mengevakuasi. Jasad korban dibungkus tikar. Warga juga membuat tandu dari bambu. Sabtu sore itu juga dilakukan penguburan jenazah nenek Ni Ketut Sami di setra setempat.

 

Diberitakan sebelumnya, keluarga sempat kebingungan mencari nenek usia 80 tahun yang dinyatakan hilang sejak Selasa (21/2). Keluarga bersama warga lantas mencari jejak kepergian si nenek.

Baca Juga:  BBPOM di Denpasar Sidak Takjil Jelang Ramadan

 

Keluarga dan tetangga mencari di sekitar banjar, dengan menelusuri tegalan, lembah dan sungai. Bahkan warga membawa seperangkat gambelan dengan harapan korban disembunyikan wong samar, sehingga bisa dilepaskan.



GIANYAR – Nenek bernama Ni Ketut Sami, 80, akhirnya ditemukan setelah empat hari hilang. Jasad warga Banjar Majangan, Desa Buahan Kaja, Kecamatan Payangan, Gianyar, Bali, ini ditemukan di terowongan air. Polisi pun membeberkan penyebab Ni Ketut Sami sampai masuk terowongan.

 

Diketahui, Ni Ketut Sami dinyatakan hilang sejak Selasa (22/2). Tubuhnya ditemukan warga yang melakukan pencarian di terowongan air Subak Gede Buahan, Sabtu (26/2) pukul 09.30.

 

Atas temuan itu, kepolisian turun bersama tim medis dari Puskesmas Payangan.

 

Kanit Reskrim Polsek Payangan, Ipda I Gede Ardika Pramarta mengatakan tidak ada tanda-tanda yang mencurigakan di tubuh korban.

 

Korban diduga terpeleset lalu ada benturan. Kemudian diduga hanyut terbawa arus air menyebabkan korban meninggal.

Baca Juga:  Heboh Tari Rejang India di Pura Samuantiga, Bendesa Tak Tahu Maksudnya

 

“Ini faktor korban memang sudah uzur, sehingga tidak kuat melawan arus air,” ujarnya.

 

Sementara itu, putra korban, I Ketut Pasti menyatakan keluarga sudah mengikhlaskan kepergian ibunya tersebut. Dia menduga, ibunya akan pergi ke Banjar Saren, untuk menjenguk kakaknya.

 

“Mungkin dalam perjalanan terpeleset dan jatuh terbawa aliran air irigasi subak,” ujarnya.

 

Setelah ditemukan, warga langsung mengevakuasi. Jasad korban dibungkus tikar. Warga juga membuat tandu dari bambu. Sabtu sore itu juga dilakukan penguburan jenazah nenek Ni Ketut Sami di setra setempat.

 

Diberitakan sebelumnya, keluarga sempat kebingungan mencari nenek usia 80 tahun yang dinyatakan hilang sejak Selasa (21/2). Keluarga bersama warga lantas mencari jejak kepergian si nenek.

Baca Juga:  Hujan Lebat, Jalan Tertutup Banjir dan Lumpur di Gianyar

 

Keluarga dan tetangga mencari di sekitar banjar, dengan menelusuri tegalan, lembah dan sungai. Bahkan warga membawa seperangkat gambelan dengan harapan korban disembunyikan wong samar, sehingga bisa dilepaskan.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/