alexametrics
26.5 C
Denpasar
Monday, July 4, 2022

Covid-19 Melandai, Kasus Kecelakaan Lalu Lintas Malah Meningkat di Tabanan 

TABANAN, radarbali.id – Di kala kasus Covid-19 mulai melandai, kasus kecelakaan lalu lintas di Tabanan justru meningkat. Malah mengalami kenaikan. Kecelakaan tersebut dominan terjadi di Jalur Tengkorak Denpasar-Gilimanuk.

Data data yang dihimpun dari Satlantas Polres Tabanan sepanjang tahun 2021 lalu, terjadi 180 kecelakaan dengan jumlah korban mengakibatkan 215 luka ringan, 1 orang luka berat, dan 36 korban meninggal dunia serta menimbulkan kerugian material senilai Rp 245 Juta.

Kemudian dari Januari hingga Mei tahun 2022, tercatat ada 182 luka ringan, 2 orang luka berat, dan 24 orang meninggal dunia karena kasus kecelakaan yang terjadi. Dari kejadian tersebut kerugian material yang diakibatkan senilai Rp 493,4 Juta. Itu menandakan, tahun ini terjadi lonjakan pada korban meninggal dunia.

Penyebab kecelakaan lalu lintas disebabkan oleh berbagai faktor. Mulai dari kondisi pengemudi yang lalai berkendara, faktor beban muatan truk, sopir mengantuk, pengendara tidak menggunakan helm hingga kondisi yang mobilitas masyarakat mulai ramai pada jalur tengkorak.

“Ya memang terjadi peningkatan kasus jika dilihat dengan periode yang sama. Ini karena berbagai faktor. Salah satunya juga mobilitas masyarakat yang bertambah,” ujar Kasatlantas Polres Tabanan, AKP Kanisius Franata saat, Rabu (25/5).

Meningkatkan kenaikan lalu lintas tersebut dijelaskan AKP Kanisius pihaknya berupaya menekan dengan melakukan berbagai Langkah.

Di antaranya, sudah mengupayakan dengan dengan sosialisasi baik melalui media sosial maupun banner-banner di jalanan yang merupakan black spot (jalur maut).

Dia menambahkan, Satlantas juga kerap mengantisipasi terjadinya kecelakaan khususnya di kalangan remaja atau anak muda dengan memberikan pembinaan anak-anak sekolah terutama SMA yang akan membuat SIM untuk patuh memperhatikan keselamatan di jalan pada saat berkendara.

“Kemudian kita juga menindak tegas masyarakat yang melanggar lalulintas khususnya yang menyebabkan fatalitas kecelakaan seperti tidak menggunakan helm, anak di bawah umur, mabuk-mabukan, melawan arus dan menggunakan hp saat berkendara serta lainnya,” ungkapnya.

Untuk beberapa kasus kecelakaan yang terjadi di wilayah Tabanan khususnya Jalur Tengkorak juga penyebab karena pengemudi yang berkendara di bawah pengaruh alkohol.

“Intinya kembali ke pengendara juga. Karena beberapa kali, selama ini kan beberapa korban diketahui berkendara dalam kondisi terpengaruh alcohol,” tandasnya. (uli)



TABANAN, radarbali.id – Di kala kasus Covid-19 mulai melandai, kasus kecelakaan lalu lintas di Tabanan justru meningkat. Malah mengalami kenaikan. Kecelakaan tersebut dominan terjadi di Jalur Tengkorak Denpasar-Gilimanuk.

Data data yang dihimpun dari Satlantas Polres Tabanan sepanjang tahun 2021 lalu, terjadi 180 kecelakaan dengan jumlah korban mengakibatkan 215 luka ringan, 1 orang luka berat, dan 36 korban meninggal dunia serta menimbulkan kerugian material senilai Rp 245 Juta.

Kemudian dari Januari hingga Mei tahun 2022, tercatat ada 182 luka ringan, 2 orang luka berat, dan 24 orang meninggal dunia karena kasus kecelakaan yang terjadi. Dari kejadian tersebut kerugian material yang diakibatkan senilai Rp 493,4 Juta. Itu menandakan, tahun ini terjadi lonjakan pada korban meninggal dunia.

Penyebab kecelakaan lalu lintas disebabkan oleh berbagai faktor. Mulai dari kondisi pengemudi yang lalai berkendara, faktor beban muatan truk, sopir mengantuk, pengendara tidak menggunakan helm hingga kondisi yang mobilitas masyarakat mulai ramai pada jalur tengkorak.

“Ya memang terjadi peningkatan kasus jika dilihat dengan periode yang sama. Ini karena berbagai faktor. Salah satunya juga mobilitas masyarakat yang bertambah,” ujar Kasatlantas Polres Tabanan, AKP Kanisius Franata saat, Rabu (25/5).

Meningkatkan kenaikan lalu lintas tersebut dijelaskan AKP Kanisius pihaknya berupaya menekan dengan melakukan berbagai Langkah.

Di antaranya, sudah mengupayakan dengan dengan sosialisasi baik melalui media sosial maupun banner-banner di jalanan yang merupakan black spot (jalur maut).

Dia menambahkan, Satlantas juga kerap mengantisipasi terjadinya kecelakaan khususnya di kalangan remaja atau anak muda dengan memberikan pembinaan anak-anak sekolah terutama SMA yang akan membuat SIM untuk patuh memperhatikan keselamatan di jalan pada saat berkendara.

“Kemudian kita juga menindak tegas masyarakat yang melanggar lalulintas khususnya yang menyebabkan fatalitas kecelakaan seperti tidak menggunakan helm, anak di bawah umur, mabuk-mabukan, melawan arus dan menggunakan hp saat berkendara serta lainnya,” ungkapnya.

Untuk beberapa kasus kecelakaan yang terjadi di wilayah Tabanan khususnya Jalur Tengkorak juga penyebab karena pengemudi yang berkendara di bawah pengaruh alkohol.

“Intinya kembali ke pengendara juga. Karena beberapa kali, selama ini kan beberapa korban diketahui berkendara dalam kondisi terpengaruh alcohol,” tandasnya. (uli)



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/