alexametrics
28.8 C
Denpasar
Monday, June 27, 2022

Longsor Tutup Jalan Desa Babahan Penebel, Warga Tak Bisa Melintas

TABANAN, radarbali.id – Hujan deras rupanya masih menghantui di sejumlah wilayah Tabanan sehingga memicu terjadinya bencana alam.┬áKali bencana alam dengan tanah longsor terjadi di Banjar Dinas Dadia, Desa Babahan, Penebel, Tabanan, Rabu (25/5).

Akibat peristiwa alam tersebut mengakibat longsoran tanah menutupi jalan desa hingga tak bisa dilalui warga setempat.

“Bencana alam tanah longsor itu terjadi sekitar pukul 15.30 wita. Setelah diguyur hujan lebat,” ujar Kapolsek Penebel Kompol I Nyoman Artadana, Rabu kemarin.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun sempat akses jalan menuju keluar desa tidak dapat dilalui masyarakat hingga kendaraan lainnya.

Jalan desa yang tertutupi longsoran merupakan material dari lahan persawahan milik warga yang digarap oleh Wayan Sumardika, 30.

“Selama 2 jam jalan desa itu tidak bisa dilalui warga. Penyebab lumpuran longsor tanah menutupi jalan,” ungkapnya..

Adanya material longsor yang menutupi jalan warga telah melaporkan ke BPBD Tabanan. Bahkan telah dilakukan penanganan material tanah secara gotong royong oleh warga dan petugas. Selain material longsoran yang dibersihkan juga pohon yang tumbang. Pembersihan dilakukan dengan menggunakan alat seadanya.

“Jadi sekitar 1 lebih material longsoran tanah dilakukan evakuasi. Barulah dapat dilalui warga,” jelasnya.

Masih adanya kondisi cuaca tak menentu. AKP Artadana meminta agar warga Penebel yang tinggal di daerah dataran tinggi untuk tetap waspada.

“Bila terjadi bencana segera melaporkan ke desa atau bhabinkamtibmas di desa,” tandasnya. (uli)



TABANAN, radarbali.id – Hujan deras rupanya masih menghantui di sejumlah wilayah Tabanan sehingga memicu terjadinya bencana alam.┬áKali bencana alam dengan tanah longsor terjadi di Banjar Dinas Dadia, Desa Babahan, Penebel, Tabanan, Rabu (25/5).

Akibat peristiwa alam tersebut mengakibat longsoran tanah menutupi jalan desa hingga tak bisa dilalui warga setempat.

“Bencana alam tanah longsor itu terjadi sekitar pukul 15.30 wita. Setelah diguyur hujan lebat,” ujar Kapolsek Penebel Kompol I Nyoman Artadana, Rabu kemarin.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun sempat akses jalan menuju keluar desa tidak dapat dilalui masyarakat hingga kendaraan lainnya.

Jalan desa yang tertutupi longsoran merupakan material dari lahan persawahan milik warga yang digarap oleh Wayan Sumardika, 30.

“Selama 2 jam jalan desa itu tidak bisa dilalui warga. Penyebab lumpuran longsor tanah menutupi jalan,” ungkapnya..

Adanya material longsor yang menutupi jalan warga telah melaporkan ke BPBD Tabanan. Bahkan telah dilakukan penanganan material tanah secara gotong royong oleh warga dan petugas. Selain material longsoran yang dibersihkan juga pohon yang tumbang. Pembersihan dilakukan dengan menggunakan alat seadanya.

“Jadi sekitar 1 lebih material longsoran tanah dilakukan evakuasi. Barulah dapat dilalui warga,” jelasnya.

Masih adanya kondisi cuaca tak menentu. AKP Artadana meminta agar warga Penebel yang tinggal di daerah dataran tinggi untuk tetap waspada.

“Bila terjadi bencana segera melaporkan ke desa atau bhabinkamtibmas di desa,” tandasnya. (uli)



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/