alexametrics
26.8 C
Denpasar
Sunday, May 29, 2022

Gaji PNS Pas-pasan, Eks Ajudan Sekda Jualan Nasi Jinggo di Tepi Jalan

Menjadi seorang PNS dengan gaji jutaan rupiah per bulan bagi sebagian orang mungkin sudah cukup nyaman. Apalagi bila ada tunjangan ini-itu. Namun tidak bagi I Gusti Agung Gde Yasa Wiratma alias Gung De Boxer. Justru di sela-sela kesibukan sebagai PNS di Pemkab Tabanan, dia juga berjualan nasi jinggo babi di pinggir jalan Kota Tabanan. 

 

JULIADI TABANAN, Tabanan

 

SETIAP pukul 16.00 WITA di depan Taman Bung Karno Kota Tabanan Gung De Boxer membuka lapak jualan nasi jinggo. Di atas sepeda motor matic sambil membawa bakul nasi jinggo pria berusia 42 tahun menjajakan nasi jinggo jualannya.

 

Kadang kala sampai larut malam harus berjualan agar nasi jinggo habis terjual.

 

Namun, siapa sangka, pria berperawakan tinggi besar itu itu sebetulnya masih aktif sebagai pegawai negeri sipil (PNS) di Pemkab Tabanan.

 

Meski sebagai PNS, Gung De Boxer mengaku tidak malu atau gengsi berjual nasi jinggo.

 

“Hitung-hitung cari tambahan penghasilan, kendati saya terus terima gaji ASN setiap bulan ada,” kata Gung De Boxer yang juga mantan ajudan Sekda Tabanan ditemui, kemarin (24/7).    

 

Sejatinya bukan tanpa sebab dirinya harus berjualan nasi jinggo babi. Selain karena kebutuhan hidup, kemudian gaji kecil dan adanya cicilan di bank. Juga faktor kondisi pandemi Covid-19 di mana kondisi perekonomian di keluarganya.

Baca Juga:  Akun Podcast Case Close Lenyap dari Youtube, Tuding Ada Kekuatan Besar

Mau tidak mau dirinya harus bergelut dengan kesibukan setiap hari usai pulang berdinas berjualan nasi jinggo.

 

“Saya mulai berusaha jualan nasi jinggo 17 Agustus 2020. Tertarik karena teman yang menawarkan. Jadi nasi jinggo buatan warung babi guling teman yang saya jual,” ungkapnya.

 

Ketika muncul ide usaha tersebut pun mulai dilakukan. Tak mudah memang berjualan, apalagi di tengah kondisi ekonomi susah. Belum lagi mencari pelanggan tetap di tengah persaingan banyak penjual nasi jinggo babi.

 

Sehingga butuh menu nasi jinggo yang berbeda dengan nasi jinggo lainnya dan sesuai dengan kantong uang nyama Bali atau rakyat kecil. Agar laku dan laris terjual.

 

“Saya jual dua varian nasi jinggo babi guling dan jinggo pepes babi guling agar beda dengan lainnya,” akunya pria yang tinggal di Jalan Anggrek Tabanan.

 

Saat berjualan nasi jinggo dipinggir jalan banyak berpikir apakah tidak malu. Karena dulu pernah sebagai ajudan orang nomor satu di kalangan PNS di Tabanan. Yakni Sekda Tabanan.

 

Namun, ia menjawab enteng. Baginya, gengsi dan malu sudah biasa. Pasalnya sudah terbiasa hidup susah dari kecil. Itu karena faktor kondisi kehidupan keluarga yang pas-pasan.

Baca Juga:  Hebat! Piala MotoGP Dibuat di Gianyar, Desain Terinspirasi dari Obor

 

“Dari SD saya sudah ikut orang tua jadi tukang sol sepatu dan SMA berjualan makan keliling,” terangnya.

 

Soal jualan nasi jinggo, dalam sehari rata-rata nasi jinggo babi guling dan nasi pepes babi guling mampu terjual 30 bungkus dengan harga Rp10 ribu. Dengan begitu, hasil penjualan Rp300 ribu setiap harinya.  

 

Gung De Boxer menjelaskan, dirinya dalam mencari tambahan rezeki sudah jelas harus bisa mengatur ritme antara bekerja dan berjualan. Selama ini dirinya belum menemukan kendala dalam bekerja dan berjualan. Sebab mulai berdagang usai lepas tugas piket AS.

 

“Syukur hingga sekarang saya bisa menjalankan keduanya,” paparnya.

 

Gungde menambahkan, dalam berjualan pun dirinya tetap menerima masukan konsumen. Sebab ocehan konsumen mampu menjaga cita rasa masakan. Selain itu juga dirinya dalam berjualan juga menggunakan sistem marketing online di medsos.

 

“Terus terang dengan memakai sistem berjualan online juga memengaruhi minat beli, dan saya juga menggunakan kata boxer sangat berpengaruh sekali dalam berdagang, karena ikatan boxer kami sangat kuat dan mendukung saya selama masih mengais rezeki yang halal,” tandasnya.

 

Semoga tak ditangkap Satpol PP, ya. He-he.


Menjadi seorang PNS dengan gaji jutaan rupiah per bulan bagi sebagian orang mungkin sudah cukup nyaman. Apalagi bila ada tunjangan ini-itu. Namun tidak bagi I Gusti Agung Gde Yasa Wiratma alias Gung De Boxer. Justru di sela-sela kesibukan sebagai PNS di Pemkab Tabanan, dia juga berjualan nasi jinggo babi di pinggir jalan Kota Tabanan. 

 

JULIADI TABANAN, Tabanan

 

SETIAP pukul 16.00 WITA di depan Taman Bung Karno Kota Tabanan Gung De Boxer membuka lapak jualan nasi jinggo. Di atas sepeda motor matic sambil membawa bakul nasi jinggo pria berusia 42 tahun menjajakan nasi jinggo jualannya.

 

Kadang kala sampai larut malam harus berjualan agar nasi jinggo habis terjual.

 

Namun, siapa sangka, pria berperawakan tinggi besar itu itu sebetulnya masih aktif sebagai pegawai negeri sipil (PNS) di Pemkab Tabanan.

 

Meski sebagai PNS, Gung De Boxer mengaku tidak malu atau gengsi berjual nasi jinggo.

 

“Hitung-hitung cari tambahan penghasilan, kendati saya terus terima gaji ASN setiap bulan ada,” kata Gung De Boxer yang juga mantan ajudan Sekda Tabanan ditemui, kemarin (24/7).    

 

Sejatinya bukan tanpa sebab dirinya harus berjualan nasi jinggo babi. Selain karena kebutuhan hidup, kemudian gaji kecil dan adanya cicilan di bank. Juga faktor kondisi pandemi Covid-19 di mana kondisi perekonomian di keluarganya.

Baca Juga:  Membandel, Buka Usaha Lewat Jam Operasional, Empat Usaha Ditutup

Mau tidak mau dirinya harus bergelut dengan kesibukan setiap hari usai pulang berdinas berjualan nasi jinggo.

 

“Saya mulai berusaha jualan nasi jinggo 17 Agustus 2020. Tertarik karena teman yang menawarkan. Jadi nasi jinggo buatan warung babi guling teman yang saya jual,” ungkapnya.

 

Ketika muncul ide usaha tersebut pun mulai dilakukan. Tak mudah memang berjualan, apalagi di tengah kondisi ekonomi susah. Belum lagi mencari pelanggan tetap di tengah persaingan banyak penjual nasi jinggo babi.

 

Sehingga butuh menu nasi jinggo yang berbeda dengan nasi jinggo lainnya dan sesuai dengan kantong uang nyama Bali atau rakyat kecil. Agar laku dan laris terjual.

 

“Saya jual dua varian nasi jinggo babi guling dan jinggo pepes babi guling agar beda dengan lainnya,” akunya pria yang tinggal di Jalan Anggrek Tabanan.

 

Saat berjualan nasi jinggo dipinggir jalan banyak berpikir apakah tidak malu. Karena dulu pernah sebagai ajudan orang nomor satu di kalangan PNS di Tabanan. Yakni Sekda Tabanan.

 

Namun, ia menjawab enteng. Baginya, gengsi dan malu sudah biasa. Pasalnya sudah terbiasa hidup susah dari kecil. Itu karena faktor kondisi kehidupan keluarga yang pas-pasan.

Baca Juga:  Usulkan Tambahan 18 Negara Pakai VoA, Tiongkok & India Masuk Usulan

 

“Dari SD saya sudah ikut orang tua jadi tukang sol sepatu dan SMA berjualan makan keliling,” terangnya.

 

Soal jualan nasi jinggo, dalam sehari rata-rata nasi jinggo babi guling dan nasi pepes babi guling mampu terjual 30 bungkus dengan harga Rp10 ribu. Dengan begitu, hasil penjualan Rp300 ribu setiap harinya.  

 

Gung De Boxer menjelaskan, dirinya dalam mencari tambahan rezeki sudah jelas harus bisa mengatur ritme antara bekerja dan berjualan. Selama ini dirinya belum menemukan kendala dalam bekerja dan berjualan. Sebab mulai berdagang usai lepas tugas piket AS.

 

“Syukur hingga sekarang saya bisa menjalankan keduanya,” paparnya.

 

Gungde menambahkan, dalam berjualan pun dirinya tetap menerima masukan konsumen. Sebab ocehan konsumen mampu menjaga cita rasa masakan. Selain itu juga dirinya dalam berjualan juga menggunakan sistem marketing online di medsos.

 

“Terus terang dengan memakai sistem berjualan online juga memengaruhi minat beli, dan saya juga menggunakan kata boxer sangat berpengaruh sekali dalam berdagang, karena ikatan boxer kami sangat kuat dan mendukung saya selama masih mengais rezeki yang halal,” tandasnya.

 

Semoga tak ditangkap Satpol PP, ya. He-he.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/