alexametrics
25.4 C
Denpasar
Sunday, August 14, 2022

Jadi Satu-Satunya, Sudah 40 Tahun Jadi Tukang Servis dan Rakit Senapan

Butuh keahlian dan keterampilan khusus untuk memperbaiki berbagai jenis senapan angin dan gas. Berangkat dari hobi, pengalaman pada senapan angin (bedil) dan malang melintang di dunia perburuan. Pak Jojon menjadi satu-satunya tukang servis senapan angin di Tabanan yang kini dicari banyak orang.

 

JULIADI, Tabanan

 

HAMPIR semua masyarakat, khususnya para penghobi senapan angin atau bedil berbagai merek di Tabanan sudah tak asing lagi dengan nama Pak Jojon. Pria bernama lengkap Putu Suarnata merupakan satu-satunya ahli servis senapan angin dan gas di Tabanan.

 

Bila mencari lokasi tempat dia beraktivitas sehari-hari perbaikan hingga merakit senapan sangatlah mudah. Tinggal sebut nama Pak Jojon ahli senapan sudah banyak yang tahu.

 

Ketika radarbali.id ini mengunjungi lokasi kediamannya di Banjar Lebah Baleran Desa Dajan Peken, Tabanan. Ternyata pria kelahiran 1964 tahun ini bekerja pada sebuah ruko kecil miliknya di sebuah gang. Ruko kecil tersebut dulunya sebuah rumah, namun kini dijadikan tempat servis senapan.

 

Saat bertemu dengan pria dengan akrab sapaan Pak Jojon tampak depan ruko kecil milik sudah beberapa orang menunggu untuk memperbaiki senapan angin dan gas. Mereka ada yang datang dari daerah Gadungan, Selemadeg Timur, Pupuan hingga daerah Buleleng.

 

Baca Juga:  Keren! Desa Bengkel Tabanan Lelang Kepala Dusun, Anak Muda Bisa Ikut

Di sisi lain Pak Jojon terlihat sibuk mengutak-atik senapan angin. Berbagai jenis senapan angin juga tampak terpajang di tembok ruko kecil miliknya.

 

“Kalau begini jenis senapan merk Benjamin Franklin yang rusak karet silnya. Biasanya tak pernah diganti selama 5 tahun,” ujar Pak Jojon yang memegang senapan.

 

Melakoni pekerjaan sebagai ahli servis senapan angin di Tabanan diakuinya mulai sejak tahun 82 yang lalu. Sebetulnya pekerjaan dan keterampilan servis senapan berawal dari tahun 70 an. Ketika kala itu ayah senang berburu binatang seperti landak, luwak dan kidang menggunakan senapan angin.

 

“Ayah saya senang dengan senapan dari sanalah saya ikuti hingga saya hobi dengan senapan. Kemudian ikut berburu kemana-kemana. Bahkan saya berburu hingga ke Padangbai, Karangasem,” kata Pak Jojon, ditemui, Jumat (18/2).

 

Saking hobinya dengan senapan. Lebih lagi dulunya untuk memperbaiki senapan sangat susah mencarinya. Sehingga dari sanalah mulai belajar secara otodidak. Bongkar pasang senapan pun dilakukannya. Hingga berbagai senapan teman miliknya dia coba perbaiki.

 

“Hobi dan paham dengan senapan. Lebih lagi saya telaten sehingga berhasil sampai sekarang memperbaiki berbagai merek dan jenis senapan angin dan gas. Kalau dihitung 40 tahun saya jadi tukang servis senapan di Tabanan,” ungkapnya.

Baca Juga:  Tabrakan dengan Truk, Bule Penunggang NMax Berdarah-darah

 

Maka jangan heran saya banyak orang Tabanan yang tahu. Sebut saja Pak Jojon, pasti orang paham, tukang servis senapan. Dan yang pasti saya satu-satunya tukang servis senapan,” sambung pria yang kini sudah menjadi anggota Perbakin.

 

Pak Jojon mengaku memperbaiki senapan butuh kesabaran dan ketekunan. Melihatnya sih sederhana, namun kala rusak senapan cukup rumit. Lantaran banyak komponennya dan alat-alat dari senapan.

 

Dia menyebut, senapan biasanya mengalami kerusakan mulai dari pompa rusak dan bocor, karet sil hingga pada bagian komponen sarang pelurunya. Sedangkan untuk jenis senapan yang dia perbaiki seperti Gejluk, Uklik, PCP, Gas dan berbagai jenis merk lainnya.

 

“Banyaknya komponen yang rusak kadang kala membutuhkan waktu pengerjaan setengah hingga satu hari penuh. Tak tentu biasanya tergantung dari tingkat kerusakan. Bahkan bisa sampai berbulan-bulan lantaran saya harus menunggu onderdilnya datang,” ungkapnya. 

 

Sedangkan untuk pelanggan yang datang memperbaiki senapan sehari rata-rata 2 sampai 3 orang. Mereka datang dari wilayah Selemadeg Barat, Pupuan, Busungbiu Buleleng, Karangasem bahkan juga datang dari Lombok dan Jawa.

“Masalah biaya perbaikan lagi-lagi tergantung kerusakan kisaran tarifnya dari puluhan ribu sampai ratusan ribu. Bahkan saya juga geluti jual beli senapan bekas saat ini,” ungkapnya. (bersambung)



Butuh keahlian dan keterampilan khusus untuk memperbaiki berbagai jenis senapan angin dan gas. Berangkat dari hobi, pengalaman pada senapan angin (bedil) dan malang melintang di dunia perburuan. Pak Jojon menjadi satu-satunya tukang servis senapan angin di Tabanan yang kini dicari banyak orang.

 

JULIADI, Tabanan

 

HAMPIR semua masyarakat, khususnya para penghobi senapan angin atau bedil berbagai merek di Tabanan sudah tak asing lagi dengan nama Pak Jojon. Pria bernama lengkap Putu Suarnata merupakan satu-satunya ahli servis senapan angin dan gas di Tabanan.

 

Bila mencari lokasi tempat dia beraktivitas sehari-hari perbaikan hingga merakit senapan sangatlah mudah. Tinggal sebut nama Pak Jojon ahli senapan sudah banyak yang tahu.

 

Ketika radarbali.id ini mengunjungi lokasi kediamannya di Banjar Lebah Baleran Desa Dajan Peken, Tabanan. Ternyata pria kelahiran 1964 tahun ini bekerja pada sebuah ruko kecil miliknya di sebuah gang. Ruko kecil tersebut dulunya sebuah rumah, namun kini dijadikan tempat servis senapan.

 

Saat bertemu dengan pria dengan akrab sapaan Pak Jojon tampak depan ruko kecil milik sudah beberapa orang menunggu untuk memperbaiki senapan angin dan gas. Mereka ada yang datang dari daerah Gadungan, Selemadeg Timur, Pupuan hingga daerah Buleleng.

 

Baca Juga:  Gudang dan Mobil Milik Mantan Perbekel Desa Tista Terbakar Misterius

Di sisi lain Pak Jojon terlihat sibuk mengutak-atik senapan angin. Berbagai jenis senapan angin juga tampak terpajang di tembok ruko kecil miliknya.

 

“Kalau begini jenis senapan merk Benjamin Franklin yang rusak karet silnya. Biasanya tak pernah diganti selama 5 tahun,” ujar Pak Jojon yang memegang senapan.

 

Melakoni pekerjaan sebagai ahli servis senapan angin di Tabanan diakuinya mulai sejak tahun 82 yang lalu. Sebetulnya pekerjaan dan keterampilan servis senapan berawal dari tahun 70 an. Ketika kala itu ayah senang berburu binatang seperti landak, luwak dan kidang menggunakan senapan angin.

 

“Ayah saya senang dengan senapan dari sanalah saya ikuti hingga saya hobi dengan senapan. Kemudian ikut berburu kemana-kemana. Bahkan saya berburu hingga ke Padangbai, Karangasem,” kata Pak Jojon, ditemui, Jumat (18/2).

 

Saking hobinya dengan senapan. Lebih lagi dulunya untuk memperbaiki senapan sangat susah mencarinya. Sehingga dari sanalah mulai belajar secara otodidak. Bongkar pasang senapan pun dilakukannya. Hingga berbagai senapan teman miliknya dia coba perbaiki.

 

“Hobi dan paham dengan senapan. Lebih lagi saya telaten sehingga berhasil sampai sekarang memperbaiki berbagai merek dan jenis senapan angin dan gas. Kalau dihitung 40 tahun saya jadi tukang servis senapan di Tabanan,” ungkapnya.

Baca Juga:  Usai Lengser, Ini yang Akan Dilakukan Bupati Buleleng Agus Suradnyana

 

Maka jangan heran saya banyak orang Tabanan yang tahu. Sebut saja Pak Jojon, pasti orang paham, tukang servis senapan. Dan yang pasti saya satu-satunya tukang servis senapan,” sambung pria yang kini sudah menjadi anggota Perbakin.

 

Pak Jojon mengaku memperbaiki senapan butuh kesabaran dan ketekunan. Melihatnya sih sederhana, namun kala rusak senapan cukup rumit. Lantaran banyak komponennya dan alat-alat dari senapan.

 

Dia menyebut, senapan biasanya mengalami kerusakan mulai dari pompa rusak dan bocor, karet sil hingga pada bagian komponen sarang pelurunya. Sedangkan untuk jenis senapan yang dia perbaiki seperti Gejluk, Uklik, PCP, Gas dan berbagai jenis merk lainnya.

 

“Banyaknya komponen yang rusak kadang kala membutuhkan waktu pengerjaan setengah hingga satu hari penuh. Tak tentu biasanya tergantung dari tingkat kerusakan. Bahkan bisa sampai berbulan-bulan lantaran saya harus menunggu onderdilnya datang,” ungkapnya. 

 

Sedangkan untuk pelanggan yang datang memperbaiki senapan sehari rata-rata 2 sampai 3 orang. Mereka datang dari wilayah Selemadeg Barat, Pupuan, Busungbiu Buleleng, Karangasem bahkan juga datang dari Lombok dan Jawa.

“Masalah biaya perbaikan lagi-lagi tergantung kerusakan kisaran tarifnya dari puluhan ribu sampai ratusan ribu. Bahkan saya juga geluti jual beli senapan bekas saat ini,” ungkapnya. (bersambung)


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/