27.6 C
Denpasar
Tuesday, January 31, 2023

Susi Pudjiastuti Ajak Masyarakat jadi Ekstrimis Sampah

GIANYAR – Mantan menteri Kelautan RI, Susi Pudjiastuti hadir secara virtual dalam sharing session bersama Direktur Utama Samudera Indonesia, Bani Maulana Mulia di Pantai Keramas, Minggu (27/11). Pada kesempatan itu, Susi yang kini sebagai founder Pandu Laut Indonesia, pemerhati laut, menyoroti sampah di pantai Kuta.

“Terkait sampah Kuta, sampah ya dari situ saja. Terbawa ke pantai, lalu balik lagi ke daratan,” ujarnya. Dia menyarankan warga Kuta untuk tidak menuding sampah yang singgah adalah kiriman dari luar. “Jangan orang Kuta bilang, ini kiriman. Memang bukan dari hotel, namun sekeliling,” ujarnya.

Susi juga meminta masyarakat ikut mengawal saluran dari hotel. “Jangan sampai hotel diam-diam buang limbah ke laut,” ujarnya.

Baca Juga:  Siswa Dipelototi dari CCTV, Jika Lalai Prokes Langsung Ditegur

Dia mengajak semua masyarakat peduli dan ikut mengawasi lingkungan. “Maka jadilah satpam keliling. Saya berharap terus memonitor,” pintanya.

Susi mengakui, secara umum kondisi sampah hampir merata terjadi, baik di Bali maupun pesisir Jawa. Khusus di Pangandaran, kata dia, sudah menerapkan sistem denda. “Buang sampah denda Rp 500 ribu dan yang melapor dapat Rp 250 ribu. Kami siapkan kendaraan pengangkut sampah,” imbuhnya.

Susi menegaskan, Indonesia harus memiliki jiwa berperang melawan sampah. “Tadi saat beach cleaning (di pantai Keramas, red) saya dengar ada sekeluarga wisatawan asing ikut. Di sana mereka sudah menganggap sampah berbahaya. Jadi kita di sini perlu ekstrimis sampah. Taliban sampah,” pintanya.

Baca Juga:  Longsor Tutup Jalan Desa Babahan Penebel, Warga Tak Bisa Melintas

Sementara itu, Bani Mulia menyatakan perusahaannya bergerak di sektor logistik pengangkutan barang lewat laut. “Samudera mengedukasi, jangan kerja saja di laut, namun harus bisa mendidik masyarakat. Bahwa kami ikut membuat Indonesia lebih bersih tanpa plastik,” ujarnya usai mengajak karyawan bersih sampah plastik di pantai Keramas, Kecamatan Blahbatuh.

Di Bali, Bani melihat edukasi sampah plastik lebih maju dibandingkan daerah lain di Indonesia. “Untuk generasi muda, harus mengerti apa pentingnya mempertahankan laut, kebersihan,” ujarnya.

Ke depan, pihaknya berencana membuat anak perusahaan yang konsen menangani kebersihan laut. “Arahnya ke depan, kami cari inovasi untuk memperbaiki lingkungan,” pungkasnya. (dra)



GIANYAR – Mantan menteri Kelautan RI, Susi Pudjiastuti hadir secara virtual dalam sharing session bersama Direktur Utama Samudera Indonesia, Bani Maulana Mulia di Pantai Keramas, Minggu (27/11). Pada kesempatan itu, Susi yang kini sebagai founder Pandu Laut Indonesia, pemerhati laut, menyoroti sampah di pantai Kuta.

“Terkait sampah Kuta, sampah ya dari situ saja. Terbawa ke pantai, lalu balik lagi ke daratan,” ujarnya. Dia menyarankan warga Kuta untuk tidak menuding sampah yang singgah adalah kiriman dari luar. “Jangan orang Kuta bilang, ini kiriman. Memang bukan dari hotel, namun sekeliling,” ujarnya.

Susi juga meminta masyarakat ikut mengawal saluran dari hotel. “Jangan sampai hotel diam-diam buang limbah ke laut,” ujarnya.

Baca Juga:  Longsor Tutup Jalan Desa Babahan Penebel, Warga Tak Bisa Melintas

Dia mengajak semua masyarakat peduli dan ikut mengawasi lingkungan. “Maka jadilah satpam keliling. Saya berharap terus memonitor,” pintanya.

Susi mengakui, secara umum kondisi sampah hampir merata terjadi, baik di Bali maupun pesisir Jawa. Khusus di Pangandaran, kata dia, sudah menerapkan sistem denda. “Buang sampah denda Rp 500 ribu dan yang melapor dapat Rp 250 ribu. Kami siapkan kendaraan pengangkut sampah,” imbuhnya.

Susi menegaskan, Indonesia harus memiliki jiwa berperang melawan sampah. “Tadi saat beach cleaning (di pantai Keramas, red) saya dengar ada sekeluarga wisatawan asing ikut. Di sana mereka sudah menganggap sampah berbahaya. Jadi kita di sini perlu ekstrimis sampah. Taliban sampah,” pintanya.

Baca Juga:  Melihat Tanaman Kapas di Dusun Tegalanglangan, Desa Datah, Abang, Bali

Sementara itu, Bani Mulia menyatakan perusahaannya bergerak di sektor logistik pengangkutan barang lewat laut. “Samudera mengedukasi, jangan kerja saja di laut, namun harus bisa mendidik masyarakat. Bahwa kami ikut membuat Indonesia lebih bersih tanpa plastik,” ujarnya usai mengajak karyawan bersih sampah plastik di pantai Keramas, Kecamatan Blahbatuh.

Di Bali, Bani melihat edukasi sampah plastik lebih maju dibandingkan daerah lain di Indonesia. “Untuk generasi muda, harus mengerti apa pentingnya mempertahankan laut, kebersihan,” ujarnya.

Ke depan, pihaknya berencana membuat anak perusahaan yang konsen menangani kebersihan laut. “Arahnya ke depan, kami cari inovasi untuk memperbaiki lingkungan,” pungkasnya. (dra)


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru